Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 22. Sisi Lain Kanaya 1


__ADS_3

"Ada apa Nay?" tanya Richard yang sedari tadi menguping pembicaraan adiknya, kemudian melirik Kanaya yang duduk disebelahnya.


"Pembangunan Resort tertahan karena sebagian penduduk daerah itu, Demonstrasi dan mengatakan bahwa mereka belum menerima uang dari pembelian tanah mereka," ucap Kanaya.


"Padahal kami sudah memberikan kepada mereka, dan menurut informasi yang kami dapatkan bahwa penanggungjawab proyek pembangunan Resort melarikan dana proyek tersebut dan anehnya pria bernama Eden itu ada dalam proyek kami," ucap Kanaya.


"Siapa Pria bernama Eden itu?" tanya Richard.


"Keponakan dari Putra Kusuma , sepupu dari Edward Kusuma teman kakak pria bajingan itu," ucap Kanaya dingin.


"Sittt, aku tidak memiliki teman seperti dia," ucap Richard.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Richard. seraya melirik Kanaya.


"Kita akan lihat nanti, apa yang akan aku lakukan untuk mereka," ucap Kanaya dengan dingin, tatapan matanya lurus kedepan, wajahnya datar tanpa ekspresi. Cintya yang melihat Kanaya dari belakang mendengar perkataan Kanaya sudah dapat menebak apa yang akan dilakukan oleh Kanaya.


"Kejadian tiga tahun yang lalu akan terjadi lagi," ucapnya dalam hati.


"Dan Eden brengsek itu akan tamat, padahal baru saja perusahaannya dinyatakan pailit, karena berani menjebol keamanan GB Group. malang nasib mu Eden, kau tidak tahu bahwa pemilik GB group adalah Kanaya si wanita dingin yang ingin kau kejar itu," Ucap Cintya.


****Flash Back Tiga Tahun Yang Lalu****


Seorang pria tampan memasuki ruangan Kanaya tanpa mengetuk Pintu. Saat itu Kanaya dan Cintya sedang sangat sibuk mempersiapkan peragaan busana Paris Fashion week, salah satu acara peragaan busana dunia, seluruh perancang dunia hadir dan membawakan rancangan-rancangan terbaik mereka.


"Aku tahu kamu sibuk, tetapi bisakah kamu meluangkan waktu mu untuk ku sebentar saja," ucap Si pria tampan tersebut seorang pria blasteran Indonesia Perancis bernama James. Pria yang sangat menyukai Kanaya berbagai cara dilakukannya untuk menaklukkan Kanaya. tetapi semua usahanya sia-sia saja. Kanaya tetap tak menggubris James, Kanaya yang dingin, dan tak mempercayai pria mana pun, membuatnya muak atas semua yang dilakukan James.


"Sorry James, aku sibuk," ucap Kanaya dengan tak acuh, tanpa menoleh pada James sedikit pun, tatapan matanya hanya fokus pada sketsa Rancangan yang ada di hadapannya.


Melihat gelagat tidak baik Cintya yang saat itu memperhatikan James berkata.


"James lebih baik kau datang nanti, Kanaya sedang sibuk," Ucap Cintya.


Tanpa menggubris ucapan Cintya, seolah-olah Cintya tak ada di dalam ruangan tersebut, James pun berkata


"Allez, Kanaya, on se connaît depuis longtemps, même moi je connais vraiment chaque centimètre carré du visage derrière ton masque." ( Ayolah Kanaya, kita sudah lama saling mengenal bahkan aku sangat mengenal setiap inci wajah di balik topeng mu itu)." Seraya mendekati Kanaya menarik topeng Kanaya bermaksud untuk menggodanya. Kanaya yang mendapatkan perlakuan seperti itu, menepis tangan James kemudian menatap tajam wajah James, tatapan matanya nyalang dan berkilat.


"Jaga sikap mu James," Ucap Kanaya dengan nada tegas dan dingin.


"Kenapa Nay?" ucap James seraya membalas tatapan Kanaya, tangannya kembali terulur ingin menarik topeng Kanaya.


Dengan geram Kanaya menepis tangan James, seraya bangkit berdiri dan berkata dengan nada penuh ketegasan, dingin dan tajam.


"Keluar dari ruangan ku," Jarinya menunjuk pintu.

__ADS_1


James semakin mendekat pada Kanaya kemudian tangannya mencoba menggapai pinggang Kanaya.


"Jangan pernah coba-coba James," ucap Kanaya seraya kedua tangannya bersedekap, dan tatapan matanya tak lepas menatap mata James.


"Cin.., bawa dia keluar sebelum kesabaran ku habis," ucap Kanaya pada Cintya yang saat itu yang sedang duduk di sofa, memperhatikan kelakuan James ingin rasanya dia membuang pria blasteran itu kebawah, dari jendela ruangan Kanaya.


"Aku sudah mengatakan pada mu bukan? untuk tidak mengganggu Kanaya," ucap Cintya dengan dingin.


"Keluarlah," ucapnya Lagi.


"Kau tahu Nay, aku tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini," ucap James dengan nada penuh penekanan dan ancaman.


Kanaya yang mendengar perkataan James hanya menaikkan sebelah alisnya seraya berkata.


"Pandangan ku tentang mu telah berubah James, aku sudah mengatakan jangan berharap pada ku, tetapi kau melakukan segala cara untuk mendapatkan ku, dan ingat jangan pernah melakukan apapun yang tidak aku sukai," ucap Kanaya dengan nada dingin dan tajam.


"Kau hanya seorang Desainer Nay, dan aku bisa mengguncangkan mu, sehingga semua desain mu tak ada yang meliriknya sedikit pun bahkan perusahaan modelling mu ini dapat aku goncang kan dengan mudah," ucap James sombong.


Ayah James seorang pengusaha ternama di Perancis dan James adalah pewaris kerajaan bisnis ayahnya. Tanpa James sadari bahwa Kanaya bukan hanya seorang Desainer saja, tetapi seorang yang sangat berpengaruh di dunia modelling dan juga seorang pengusaha wanita yang memiliki nama besar, hanya saja tak ada yang mengetahui semua itu. James hanya mengenal Kanaya adalah seorang Desainer kondang yang bisa saja dengan mudah di dapatkan dengan pamor nama belakang keluarganya.


Mendengar perkataan James dengan nada ancaman, Kanaya hanya menaikkan sebelah alisnya dan menyeringai.


"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, aku akan menunggu waktu itu, James Lawrence..!!" Ucap Kanaya menyebut nama keluarga James yang sering di agungkannya dan di sombong kan olehnya. Kemudian Kanaya kembali duduk dan berkata pada Cintya.


"Tidak perlu, aku bisa keluar sendiri," ucap James. sebelum melangkah James berbicara kembali.


"Pikirkan apa yang aku katakan, jika kau ingin menjadi kekasih ku, maka aku akan membuat mu menjadi ratu, aku tunggu jawaban mu dalam 24 jam, aku sudah lama mengejar mu dan sekarang giliran mu yang mendatangi ku," ucap James dengan nada angkuh.kemudian melangkah kakinya keluar dari pintu ruangan Kanaya. langkah James terhenti mendengar suara Kanaya.


"Tidak perlu waktu 24 jam, saat ini pun aku katakan pada mu seperti yang lalu-lalu, aku tidak akan pernah mau menjadi kekasih mu," ucap Kanaya dengan nada tegas dan dingin.


"Tetap 24 jam Nay, kau yang mendatangi ku atau aku akan melakukan sesuatu yang tak akan pernah kau duga," ucap James kemudian menyeringai licik dan membalikkan tubuhnya sehingga mereka bertatapan.


"Tidak akan pernah James," Ucap Kanaya.


"Seperti yang aku katakan, lakukan apa yang ingin kau lakukan, aku akan menunggu waktu itu,' ucap Kanaya.


"Sekarang silahkan keluar dari ruangan ku," ucap Kanaya dengan tajam.


"Kita lihat Nay, apakah kau bisa bertahan atau tidak, dan aku yakin kau tidak akan bisa bertahan, dan sebentar lagi kau jadi milikku," ucap James dengan penuh percaya diri dan juga dengan nada angkuh, yang membuat Kanaya membenci sikap James itu.


"Sekali pun laki-laki di dunia ini hanya kau seorang, aku tetap tidak akan menjadi kekasih mu," ucap Kanaya.


"Dan jangan pernah bermimpi," ucapnya lagi kemudian pandangan matanya kembali pada sketsa yang ada diatas meja dihadapannya.

__ADS_1


"Cin," ucap Kanaya. Cintya pun bangkit berdiri dari sofanya dan berjalan menghampiri James, tatapan matanya tak lepas dari wajah James.


"Ingin rasanya aku melemparkan mu ke bawah dari lantai atas ini," ucap Cintya dalam hati.


"Aku bisa keluar sendiri," ucap James kemudian keluar dari ruangan Dina.


"Laki-laki aneh," ucap Kanaya. kemudian wajahnya menunduk kembali memperhatikan sketsa yang ada di atas meja kerjanya.


"Biasalah Nay, laki-laki manja, yang hanya numpang tenar pada kekayaan keluarganya," ucap Cintya kemudian duduk kembali ke sofa dan memperhatikan setiap sketsa Kanaya yang telah selesai diatas meja.


Keesokan harinya Kanaya dan Cintya terperanjat kaget melihat berita bahwa Perusahaan modelingnya terancam bangkrut padahal perusahaannya baik-baik saja bahkan saat ini selain mempersiapkan Fashion week, juga sedang membuat berbagai gaun yang telah dipesan khusus, jauh-jauh hari oleh keluarga bangsawan Perancis, untuk sebuah acara kebangsawanan mereka.


Semua isu tersebut membuat nilai Saham perusahaan modelling milik Kanaya terjun bebas secara drastis yang membuatnya semakin marah dan geram. Tetapi dengan kecerdikan dan kepintarannya Kanaya dan Cintya berhasil menangani masalah perusahaannya dan dalam hitungan jari, hanya dalam waktu 24 jam Kanaya mampu menemukan pelakunya, dan saat mengetahui pelakunya itu adalah James maka dengan penuh amarah Kanaya pun membalikkan keadaan dan membuat James dan keluarganya mengalami kebangkrutan, seluruh investor menarik saham dari perusahaan Lawrence, sehingga membuat mereka jatuh bangkrut dan tak memiliki apapun. kemudian Cintya pun tersadar dari lamunannya.


*******************************************


Sesampainya di di puncak dimana Resort Kanaya di bangun. terlihatlah masyarakat yang berdemo meminta hak mereka, Kanaya, Cintya dan Richard yang melihat semua itu menggelengkan kepalanya, kemudian Kanaya berteriak dengan lantang.


"Bapak-bapak, Ibu-ibu, saya adalah pemilik Resort ini, Harap kalian tenang,"


Mendengar suara seorang wanita dari arah belakang seluruh penduduk yang berdemo membalikkan tubuh mereka dan melihat kearah Kanaya, dengan tatapan geram dan aneh melihat seorang wanita menggunakan topeng.


"Apakah wajah mu kudisan sehingga kau memakai topeng?" tanya seorang ibu bertubuh gembul dengan lantang.


"Dia mau kudisan atau kurapan itu urusannya yang penting adalah uang kita," teriak seorang pria.


"Ya betul, jika tidak maka kami akan merubuhkan resort ini, rata dengan tanah," teriak para penduduk setempat.


"Kalian akan mendapatkan uang kalian. Kalian tidak perlu takut, besok pagi kalian, datang kesini kembali, dan temui Asisten saya bernama Cintya yang berada di sebelah saya saat ini," ucap Kanaya seraya memegang pundak Cintya.


"Apa jaminannya kalian akan memberikan uang kami, orang kaya seperti kalian selalu bertindak seenaknya dan juga selalu ingkar janji," ucap Seorang Bapak berkumis tebal.


"Kalian boleh meratakan Resort ini jika kami tidak memberikan hak kalian," ucap Kanaya dengan lantang. setelah mendengar perkataan Kanaya penduduk yang berdemo pun saling menatap kemudian berdiskusi beberapa menit kemudian salah seorang dari mereka berkata.


"Baiklah, kami pegang janji mu, tetapi jika kalian mengingkarinya maka resort ini akan rata dengan tanah,"


"Saya tidak pernah mengingkari janji saya, sekarang kalian bubar, dan besok jam 10 pagi kalian kesini untuk mengambil hak kalian," ucap Kanaya dengan lantang pandangannya beredar menatap seluruh penduduk.


Setelah merasa yakin para penduduk yang berdemo satu persatu bubar.


"Cari Kepala Proyek, dan Manajer keuangan brengsek itu, dan juga si Eden bajingan itu, selidik semua perusahaannya," ucap Kanaya pada Cintya. tak lama kemudian Jeni dengan setengah berlari menghampiri Kanaya.


"Untunglah anda cepat datang nona," ucap Jeni. seraya menunduk hormat pada Richard dan juga Cintya.

__ADS_1


Cintya hanya menatap dingin pada Jeni dan menganggukkan kepalanya kemudian melangkahkan kakinya menuju sebuah bangunan yang diperuntukkan untuk kantor pengawasan proyek pembangunan Resort.


__ADS_2