Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 86. I Love You Edward Kusuma


__ADS_3

Siang itu di taman mansion Bimantara di penuhi dengan gelak tawa bahagia, walaupun masih ada yang mengganjal dalam hati mereka, tetapi mereka hanya mampu bertanya dalam benak mereka saja. Mereka tak ingin kebahagian hari ini terganggu oleh kisah kelam masa lalu yang akan membuat mereka merasakan kesedihan.


Daddy Ded, menatap Wajah istrinya, wanita yang lembut dan ceria yang selalu menampakkan senyum keceriaan, seorang ratu dalam hati dan hidupnya, karena cintanya lah yang membuatnya dapat menjadi seperti sekarang ini.


Lalu Daddy Ded menatap Wajah Opa Hendra seorang pria yang menjadi ayah angkatnya, yang membesarkannya dengan penuh kasih sayang dan cinta yang tak pernah membedakan antara anak kandung dan juga anak angkat. Karena Opa Hendra lah hidupnya bisa menjadi seperti sekarang ini. Kesuksesan, memiliki keluarga yang bahagia, istri yang cantik, anak-anak yang cerdas dan juga sukses dan saat ini hidupnya telah lengkap dengan kehadiran Gerald cucu yang sangat di sayanginya, dan sebentar lagi kebahagiaannya akan lebih lengkap dengan kehadiran seorang menantu yang dulunya sangat di bencinya, karena telah memisahkannya dari putri kesayangannya.


Kemudian Daddy Ded menatap Opa Hendra, seraya tersenyum dalam benaknya tak pernah berhenti mengucapkan terima kasih yang mungkin tak akan pernah habis di ucapkannya mengingat semua kebaikannya itu, Ayah sekaligus mertuanya yang mengangkatnya dari keterpurukan hidup. Memberikannya nama keluarga yang mendidiknya dengan baik, menyekolahkannya, sehingga dia bisa sehebat sekarang ini.


Kemudian Opa Hendra menatap Daddy Ded tersenyum padanya, mereka saling berpandangan dalam hati mereka terucap sebuah kata terima kasih yang tak terhingga. Mereka pun tertawa bersamaan, lalu menghela nafas panjang kemudian menoleh pada Mommy Lingga yang sedang mengobrol dengan Mami Edward di sela-sela pembicaraan mereka, sesekali mereka tertawa, lalu mereka menoleh pada Richard yang sedang berbicara dengan Edward.


Kemudian menoleh pada Kanaya yang sedang berbicara dengan Cintya.


"Kanaya Bimantara kau adalah princess di keluarga ini tetaplah seperti itu nak, tersenyum dan tertawa kebahagiaan mu adalah kebahagiaan kami, semoga kebahagiaan selalu menyertai mu,"ucap Daddy Ded dalam benaknya.


"Kemudian menatap Gerald cucunya yang sedang membaringkan tubuhnya di kedua paha mami nya.


"Kau akan menjadi pewaris selanjutnya di keluarga ini nak, kau harus kuat karena kamu adalah salah satu simbol keluarga Bimantara yang akan membuat Keluarga Bimantara semakin harum, di luar sana kehidupan sangat kejam tetapi Opa yakin Kau akan menjadi pria yang hebat."


"Kalian adalah harga diri Bimantara dan juga Kasendra semoga kalian mampu menjaga harga diri kedua marga kalian, harapan kami pada kalian,"ucap Opa Hendra kemudian menolehkan wajahnya menatap Kakek Pratama lalu mereka saling melemparkan senyuman seolah-olah saling menguatkan.


...****************...


Sementara itu Kanaya yang berbicara dengan Cintya, tiba-tiba terdiam.

__ADS_1


"Kenapa Nay?"tanya Cintya seraya menatap wajah Kanaya.


"Kamu lihat semua orang Cin,"jawab Kanaya seraya mengedarkan pandangannya menatap satu persatu orang-orang yang di cintainya, lalu menoleh pada Cintya.


"Mereka tertawa bahagia seolah tanpa beban, dan aku berharap mereka akan tetap seperti ini,"ucap Kanaya.


"Kamu benar Nay, tetapi kita tidak dapat memungkiri bahwa dalam pikiran mereka bergumul permasalahan yang besar,"ucap Cintya.


"Kamu benar Cin dan semoga saja semua cepat berlalu,"ucap Kanaya.


Kemudian kedua mata Kanaya kembali menatap satu persatu orang yang sangat dicintai dalam hidupnya. Lalu tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya menatap putranya yang tertidur di pahanya.


"Makasih sayang kamu telah hadir dalam kehidupan mami."ucap Kanaya dalam benaknya.


"Aku menantikan hari itu Nay, hari dimana kita mengucapkan sebuah janji yang akan ada sampai selamanya, sepanjang sisa hidup kita.


" Kamu dan Gerald adalah kebahagian ku, dan hidup ku, tetaplah tersenyum dan berbahagia seperti itu dan aku berjanji pada mu Nay, tak akan ada yang dapat menghilangkan senyum dari wajah mu, aku akan menjaga mu di sepanjang sisa usia ku,"ucap Edward dalam benaknya lagi.


"Terima kasih kamu sudah bertahan dan mempertahankan putra kita, walaupun saat itu kamu menjalani banyak rasa sakit akibat ulah ku, tetapi kamu tetap kuat dan menjalani kehidupan sulit seorang diri dan kamu mampu melewatinya, dan apapun yang terjadi kelak tetaplah kuat Kanya ku, sayang ku cinta dalam hidup ku."ucap Edward dalam benaknya lalu berkata lagi.


"Kamu adalah wanita pertama yang telah mengisi seluruh ruangan dalam hatiku, walaupun seorang wanita pernah singgah, tetapi sesungguhnya ruangan itu telah di penuhi oleh mu dan wanita itu hanya singgah sebentar karena wanita itu tak akan pernah bisa menggantikan mu."


"You are the first love of my life and will never be replaced by any woman, you are the love of my heart in my life, be my woman and my love for the rest of my life,"( Kamu adalah cinta pertama dalam hidup ku dan tidak akan pernah tergantikan oleh wanita manapun. Kamu adalah wanita dalam hati dan hidup ku, jadilah wanita ku dan cinta dalam hidup ku di sisa usia ku )."ucap Edward dalam benaknya.

__ADS_1


Merasakan Edward menatapnya Kanaya pun menolehkan wajahnya menatap Edward, lalu tersenyum lembut. Mereka saling menatap dengan tatapan penuh cinta. Kemudian Kanaya berkata dalam benaknya.


"Awalnya aku membenci mu, sangat membenci mu, bahkan tak ingin melihat mu dan berbagai cara aku lakukan untuk menghancurkan mu. Tetapi saat di rumah sakit itu kau meratap menangisi ku dan berusaha membangunkan aku, aku mendengar mu tetapi sangat sulit untuk memegang tangan mu, aku dapat mendengar dan melihat mu tetapi aku tak bisa menggapai mu.


" Aku membangun benteng agar pertahanan ku tak runtuh, aku selalu mengingat masa lalu kita yang kelam tetapi saat kau menyuapi Gerald putra kita aku sangat terenyuh dan saat Gerald meminta mu untuk makan karena tak sedikitpun kau menyentuh makanan mu, aku sangat merasa bersalah dan ketika kau mengatakan tentang peri kecil dan menagih janji mu, aku terhenyak dan bertanya-tanya apakah benar kau pangeran ku? aku masih mengingat semua itu, dan ya ternyata benar kau adalah pangeran yang di takdirkan untuk ku.


"Terima kasih kau tak berhenti berjuang untuk mendapatkan ku dan juga putra kita. sekarang aku yakin takdir memang telah menjodohkan kita sedari dulu."


"I love you Edward Kusuma, you are the first man in my life and will be the last man in my whole life, be my man forever and never change."( Aku mencintai mu Edward Kusuma, kamu laki-laki pertama dalam hidup ku dan akan menjadi laki-laki terakhir sepanjang sisa hidup ku, jadilah pria ku selamanya dan jangan pernah berubah ).


Kemudian Kanya membuat mulutnya dan berkata pada Edward tanpa suara.


"I love you Edward Kusuma."


Lalu Edward tersenyum dengan penuh cinta dan menjawab perkataan Kanaya tanpa bersuara.


"I love You Kanaya Bimantara."


Lalu mereka pun tersenyum lebar sebuah senyum yang menampakkan kebahagian yang tiada taranya.


Tanpa mereka sadari semua orang memperhatikan dan menatap mereka dengan senyum terulas dari wajah mereka. Senyum penuh kebahagian dan harapan besar pada putra dan putri mereka.


"Terima kasih Tuhan di balik semua permasalahan hidup Putri ku Engkau memberikan kebahagian padanya, dan jagalah Kebahagiaan putri ku agar tak terlihat lagi mendung di wajahnya yang akan membuatnya menangis lagi,"ucap dan doa Mommy Lingga.

__ADS_1


lalu menatap wajah Kanaya, wajah yang dipenuhi kebahagian, di wajah tersebut terlihat sebuah cinta, asa, dan harapan yang telah di raihnya tak ada lagi kebencian dan juga dendam tak ada lagi kesedihan dan tangisan yang ada hanya wajah yang di penuhi dengan cinta dan kebahagian.


__ADS_2