Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 96. Tugas Mu Menyelidikinya


__ADS_3

Sesampainya di butik para pegawai butik terkejut melihat atasan mereka datang secara tiba-tiba, kemudian mereka pun menghampiri Kanaya dan menyapanya dengan sopan dan penuh hormat. Lalu beralih menyapa Cintya dan Edward.


Kemudian Kanaya pun memperkenalkan Edward sebagai suaminya, setelah perkenalan, Kanaya, Cintya dan Edward memasuki ruangan Kanaya yang luas dan di desain elegan namun tak meninggalkan kesan mewahnya. Tak lama kemudian, terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Tok


"Tok.


"Entrer,"seru Kanaya.


Lalu pintu pun terbuka terlihatlah pria tampan berambut pirang bernama Mark salah satu kepercayaan Kanaya di Perancis. Pria yang menghubungi Cinta dan menjemput Kanaya di bandara. Lalu Mark pun memasuki ruangan Kanaya. Seraya menunduk hormat dan berkata.


"Monsieur, Madame."


"Asseyez-vous s'il vous plait, Mark,"(silahkan duduk Mark ),"ucap Cintya.


"Merci Madame,"ucap Mark.


Kemudian duduk di salah satu sofa yang berada di ruangan Kanaya.


"Apakah kamu sudah menyelidikinya?"tanya Kanaya ( dalam bahasa Perancis ) tanpa basa basi sedikit pun.


"Saya sedang menyelidikinya nyonya,"jawab Mark ( dalam bahasa Perancis )


"Bagaimana ini bisa terjadi Mark?"tanya Kanaya lagi.


"Saya pun tidak mengerti nyonya, saat saya mengetahuinya. Saya pun sangat terkejut dan saya terjun langsung mendatangi setiap mall dan juga butik yang ada di negara ini,"ucap Mark kemudian berkata lagi.


"Dan ya.., benar sekali gaun-gaun itu adalah hasil dari rancangan anda setahun yang lalu, hanya saja mereka menggunakan bahan yang berbeda,"jawab Mark.


Kemudian mengambil beberapa paper bag dan menyerahkannya pada Kanaya. lalu Kanaya pun mengambil Paper bag tersebut dan membukanya.


"Kualitas bahannya sangat buruk, dan juga jahitannya pun kurang rapi, untuk yang tidak mengetahuinya mungkin mereka akan tertipu dengan semua ini,"ucap Kanaya. lalu berkata lagi.


"Seluruh penjahit kita tidak sesembrono ini."


"Sepertinya Rancangan mu itu bisa ditarik kembali yang,"Ucap Edward.


"Kamu bisa menariknya dari mall dan menghentikan mereka untuk menjual pakaian mu,"ucap Edward lagi.


"Saya pun berpikir seperti itu tuan,"ucap Mark.


"Aku tahu tidak akan semudah itu,"ucap Edward. lalu berkata lagi.


"Tetapi setidaknya kamu bisa memancing pelakunya keluar dari sarangnya."


"Kamu benar tetapi bisa saja mereka menggunakan tameng,"ucap Kanaya lagi.

__ADS_1


"Aku tidak perduli dengan rancangan ku yang di curi dan diedarkan di jual murah di mall-mall dan butik tersebut. Toh aku tidak akan kehilangan pelanggan ku karena mereka semua tahu,semua hasil desain ku tidak ada yang beredar bebas. jika pun ada itu hanya pada Key Butik."ucap Kanaya lalu berkata lagi.


"Entah kenapa aku merasa ada sesuatu di balik semua ini."


"Tugas mu memancing mereka untuk keluar dari sarangnya,"ucap Kanaya kemudian berkata lagi.


"Kamu mengerti maksud ku bukan?"


"Saya mengerti nyonya,"jawab Mark. sementara itu Cintya yang hanya diam mendengarkan dan menyimak pembicaraan mereka keningnya pun berkerut, seolah-olah mencoba mengingat semua kejadian.


Lalu Cintya meraih gaun yang teronggok diatas meja. memperhatikannya dengan seksama.


Kemudian menghembuskan nafas berat. lalu berkata.


"Mungkin saja salah satu pesaing mu Nay yang ingin menjatuhkan mu,"ucap Cintya.


"Jika itu pesaing ku, dia kan menggunakan merk yang sama sehingga bisa membuat ku malu, dan menjatuhkan karir ku di dunia modelling,"jawab Kanaya.


"Perhatikan merk gaun mu Nay,"ucap Cintya.


"Disisi Kanan bawah merk ini tertulis Ky, bisa saja Ky itu Key, dan jika itu benar maka pelakunya bisa saja mengelak jika dialah yang mencuri desain mu ini, dan jika kamu menuntut mereka, mereka akan berdalih dan membuktikan bahwa kamu sengaja melakukan ini,"ucap Cintya lalu berkata lagi.


"Bagaimana hasil penjualan dari gaun-gaun ini Mark?"tanya Cintya.


"Sangat fantastis nona,"jawab Mark.


Kemudian Kanaya terdiam seolah-olah berpikir lalu berkata.


"Ya kamu benar Cin, dan bisa saja mereka membalikkan fakta bahwa aku tidak terpakai lagi di dunia desainer sehingga aku menjual gaun ku di pasaran,"ucap Kanaya.


"Banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi, maka dari itu tugas mu untuk menyelidiki semuanya,"ucap Kanaya. seraya menatap Mark.


"Anda jangan Kuatir nyonya," Jawab Mark seraya tersenyum licik.


"Bien,"ucap Kanaya dengan nada dingin dan tajam.


"Baiklah nona, saya permisi saya sedang menunggu seseorang,"ucap Mark.


"Oke Mark bon travail," ( ok Mark selamat bekerja )ucap Kanaya.


"Merci,"ucap Mark.


Kemudian menundukkan kepalanya dengan hormat lalu melangkahkan kakinya berjalan keluar dari ruangan Kanaya.


Edward menatap punggung Mark yang berjalan keluar dari ruangan Kanaya hingga menghilang di balik pintu, lalu mengalihkan pandangannya pada Kanaya dan bertanya.


"Apakah dia sudah lama bekerja bersama mu Na?"

__ADS_1


"Ya, 10 tahun,"jawab Kanaya lalu bertanya pada Edward.


"Kenapa?"tanya Kanaya seraya menatap wajah Edward dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Dia sangat patuh pada mu,"jawab Edward. kemudian tersenyum menatap Kanaya.


"Jangan katakan pada kami jika kamu cemburu pada Mark,"ucap Cintya dengan nada mengejek Edward.


"Wajar bukan jika seorang suami cemburu pada pria lain?"tanya Edward seraya menatap tajam Cintya.


"Astaga jadi kamu benar-benar cemburu pada Mark.. hahahahaaa?"tanya Cintya seraya tertawa. lalu berkata lagi.


"Itu tidak wajar Edward Kusuma,"seru Cintya masih dengan tawanya.


"Wajar dong, antisipasi,"ucap Edward seraya tersenyum mengejek Cintya.


"Jelas itu tidak wajar, kalaupun dia manut dan patuh pada Kanaya. Semua itu karena rasa terima kasih dan balas budi pada Kanaya,"ucap Cintya. Seraya menatap Edward kemudian menggelengkan kepalanya.


"Balas Budi?"tanya Edward.


"Iya benar balas Budi,"ucap Cintya.


"Kanaya lah penolongnya saat istrinya sakit parah. Padahal saat itu Istri mu belum sehebat ini, dia masih merangkak di dunia modelling, tapi dia tetap membantu Mark dan istrinya hingga Mark pun berjanji akan mengabdikan dirinya pada Kanaya,"ucap Cintya. Kemudian berkata lagi.


"Dan istrinya itu adalah Kepala Penjahit di perusahaan Kanaya."


"Kepala penjahit?"tanya Edward.


"Setelah istrinya sembuh, Kanaya melatih istrinya untuk menjadi seorang penjahit, sampai dia mahir dan mampu menjahit sesuai dengan keinginan Kanaya."


"Jadi cemburu mu itu tidak beralasan Edward Kusuma."


"Bagaimana kamu bisa membantunya sementara saat itu kalian pun hidup dalam keterbatasan keuangan Nay?"tanya Edward. Menatap tak percaya pada Kanaya istrinya.


"Kamu belum mengenal istri mu ini."jawab Cintya.


"Selain bekerja di restaurant cepat saji dia pun menjual hasil desainnya secara online, saat itu Kanaya mendesain pakaian anak muda yang kekinian dan berbeda dari yang lain. Sehingga hasil desain dia itu laris dan memiliki banyak peminat. Dari jualan onlinenya saja dia bisa meraup banyak keuntungan,"ucap Cintya lagi.


"Kenapa tidak di teruskan?"tanya Edward.


"Aku meneruskannya, dan hanya pakaian-pakaian itu lah yang aku jual di pasaran dan juga di social media, itulah sebabnya aku memiliki puluhan penjahit yang membantu ku untuk memproduksi pakaian anak muda."Ucap Kanaya.


"Hebat kan istri mu itu,"ucap Cintya seraya menaik turun kan kedua alisnya.


"Istri siapa dulu dong,"ucap Edward dengan nada bangga.


"Istri Edward Kusuma dong,"ucap Kanaya seraya mengedipkan matanya menggoda Edward.

__ADS_1


__ADS_2