
Tak terasa detik demi detik, jam demi jam waktu terus berjalan tanpa ampun, Kanaya yang merasa sedikit pun tak memejamkan mata, wajahnya terlihat pucat, kedua jantung matanya menghitam.
"Yang, kamu istirahat ya,"ucap Edward.
"Aku nggak bisa istirahat jika putra ku belum di temukan,"ucap Kanaya.
"tidur sebentar aja yang,"ucap Edward seraya memeluk istrinya.
"Kedua mata ku tak bisa terpejam,"ucap Kanaya.
"Edward benar nak,"ucap mommy Lingga di depan pintu kamar Kanaya.
Seraya melangkahkan kakinya memasuki kamar, di kedua tangannya membawa nampan yang terdapat makanan untuk Kanaya. lalu mommy Lingga menghampiri Kanaya yang duduk di sofa panjang kamarnya yang masih dalam dekapan Edward.
"Kamu makan dulu nak, sedari kemarin kamu belum makan sedikit pun,"ucap mommy Lingga.
"Apakah kakek Pratama sudah ke rumah Tuan Bernie?"tanya Kanaya pada mommy nya.
"Sudah kakek Pratama, Daddy mu dan juga Opa Hendra mereka belum kembali sejak tadi pagi,"jawab mommy Lingga.
"Kakak mu dan juga Cintya pergi entah kemana,"ucap mommy Lingga.
"Bagaimana nasib putra ku?"tanya Kanaya kemudian tangisnya pecah.
"Sabar yang, tenangkan diri mu,"ucap Edward.
"Kenapa Mark lama sekali memberi kabar tentang mereka?"tanya Kanaya.
"Bagaimana jika terjadi sesuatu pada putra ku,"ucap Kanaya.
"Tenangkan diri mu Nay, yakinlah Gerald baik-baik saja,"ucap mommy Lingga.
"Aku tidak bisa tenang mom,"ucap Kanaya.
"Aku ibu yang tidak berguna,"ucapnya lagi.
"Mengapa semua orang yang kita kerahkan sangat lambat bergerak sejak kemarin tak ada sedikit pun informasi dari mereka?"ucap Kanaya.
"Taman dan jalanan, bukankah ada CCTV..!"seru Kanaya seraya melepaskan pelukannya pada Edward kemudian tangannya menyeka air mata di kedua pipinya.
"Kamu benar yang,"ucap Edward.
Kemudian Kanaya, Edward serta mommy Lingga berlari menuju ruangan yang selalu digunakannya untuk bekerja.
Sesampainya di depan pintu Kanaya meraih handel pintu, membuka pintunya, kemudian mereka pun memasuki ruangan tersebut. Lalu Kanaya duduk di kursi dan membuka laptop yang berada di atas meja kerjanya, lalu dengan lihay jari jemarinya menari diatas keyboard laptop, meng hack CCTV taman dan juga jalanan dengan keahliannya di bidang IT setengah jam kemudian terlihatlah pada layar laptop situasi taman tersebut yang tampak sepi tidak seperti biasanya.
Kanaya, Edward dan juga mommy Lingga memperhatikan layar monitor laptop dengan seksama.
__ADS_1
"Ini dia putra ku,"ucap Kanaya.
terlihat di layar Gerald yang sedang bermain bola dan kepala pelayan sekaligus pengasuh Gerald berdiri memandang Gerald tak lama kemudian tiga orang pria memakai masker menghampiri mereka dari belakang lalu membekap mereka dengan sapu tangan kemudian mereka terkulai lemas, dan membawa mereka menuju sebuah mobil Van.
"Brengsek,"seru Edward seraya mengepalkan kedua tangannya.
"Ya Tuhan,"ucap mommy Lingga.
Kanaya hanya menatap layar monitor tersebut dengan wajah yang sangat tenang, tak sedikit pun memperlihatkan ekspresi apapun. kemudian Kanaya memperbesar gambar.
"Kalian berani mengusik ku,"ucap Kanaya dengan nada yang sangat tenang.
Kemudian Kanaya mengcopy hasil rekaman CCTV taman tersebut. lalu menghubungi Mark.
Satu jam kemudian Mark pun sampai di rumah Kanaya.
"Mark,"ucap Kanaya saat Mark memasuki ruangan kerjanya.
"Saya Nyonya,"ucap Mark dalam bahasa Perancis.
"Lihatlah rekaman ini,"ucap Kanaya dingin.
Kemudian Mark pun melihat rekaman CCTV yang ada di laptop Kanaya. lalu berseru
"Abruti..!"
"Cari tahu mereka aku yakin kau bisa mendapatkan mereka secepatnya."ucap Kanaya.
Kemudian Mark terdiam keningnya berkerut, tatapannya tak lepas dari rekaman tersebut.
"Siapkan segalanya besok,"ucap Kanaya.
"Kita tidak bisa bertindak gegabah nyonya,"ucap Mark.
"Aku tahu Mark,"ucap Kanaya.
"Malam ini kau datanglah kemari, aku akan berbicara dengan Daddy dan juga Kakak ku,"ucap Kanaya lagi.
"Saya mengerti nyonya, anda jangan kuatir semua akan baik-baik saja,"ucap Mark.
"Aku berharap putra ku, menunjukkan suatu tanda yang bisa membawa kita ke padanya,"ucap Kanaya lagi.
"Tetapi melihat hasil CCTV itu semua tidak mungkin,"ucap Kanaya.
"Bersabarlah nyonya,
"Aku tahu bagaimana tuan muda Gerald, walaupun dia masih anak-anak tetapi dia sangat luar biasa,"ucap Mark.
__ADS_1
"Kau benar Putra ku memang luar biasa,"ucap Kanaya seraya tersenyum sendu.
"Baiklah nyonya saya permisi, ada yang harus saya lakukan,"ucap Mark.
kemudian bangkit berdiri seraya menunduk hormat pada Kanaya dan juga Edward serta mommy Lingga.
"Baiklah,"ucap Kanaya.
Kemudian Mark pun melangkahkan kakinya berjalan keluar dari ruang kerja Kanaya.
"Sekarang kamu makan nak,"ucap mommy Lingga lalu berkata lagi.
"Sedikit saja agar kamu memiliki kekuatan untuk mencari Gerald.
"Biarkan aku menyuapi Kanaya mom,"ucap Edward.
kemudian berjalan mengambil piring yang berisi makanan diatas nampan yang terletak di atas meja. kemudian menyuapi Kanaya sedikit demi sedikit.
...****************...
Menjelang sore Kakek Pratama dan juga Opa Hendra serta Daddy Ded dan juga dua orang pria berambut pirang bergegas kembali pulang ke rumah Kanaya, ketika mendapatkan telpon dari mommy Lingga mengenai rekaman CCTV tersebut. lalu mereka pun mencari Kanaya yang saat ini sedang duduk di sebuah kursi taman rumahnya.
"Nay,"ucap Daddy Ded. seraya duduk di sebelah putrinya itu.
"Iya Dad,"ucap Kanaya terkejut.
"Bagaimana hasil rekaman tersebut?"tanya Daddy Ded.
"Daddy bisa melihatnya di laptop ku,"ucap Kanaya dengan nada lesu dan sendu.
Kemudian kanaya merogoh kantong celana dan menghubungi Edward untuk membawa laptopnya ke taman.
"Quelle est la belle dame Kanaya?" ( Apakabar Nona Cantik Kanaya)tanya Seorang pria berambut pirang.
"Il y a longtemps qu'on ne s'est pas vu," (Sudah lama kita tidak bertemu)ucap Pria itu lagi.
"Vous ĂȘtes M. Bernie, comment allez-vous monsieur? Oui, nous ne nous sommes pas vus depuis longtemps," (anda tuan Bernie apakabar tuan? ya sudah lama kita tidak bertemu )ucap Kanaya terkejut seraya menatap wajah tuan Bernie.
"Hahahahaha.. kamu masih sama saja seperti dulu menjawab pertanyaan ku dengan pertanyaan juga,"ucap tuan Bernie seraya tertawa lepas. ( dalam bahasa Perancis )
"Aku tidak menyangka kamu ternyata cucu dari sahabat baik ku,"ucap Tuan Bernie dengan nada sendu. Lalu berkata lagi.
"Aku sudah menduganya, wajah mu sangat mirip dengannya."
Kemudian kedua matanya menatap wajah Kanaya. lalu menghela nafas panjang dan berkata.
"Waktu sangat cepat berlalu."
__ADS_1
"Dan walaupun Keila Kasendra telah tiada tetapi setidaknya dia ada dalam wajah ini." seraya tersenyum sendu menatap wajah Kanaya. Kedua matanya menerawang mengingat sahabat baiknya itu, lalu menghembuskan nafas berat. Kemudian berkata lagi.
"Kamu tidak perlu takut aku akan membantu mu untuk menemukan Gerald putra mu." lalu tersenyum pada Kanaya.