
"Kamu baik-baik saja Princess?"tanya Richard.
Seraya menatap Kanaya dari atas ke bawah lalu memutar tubuh Kanaya memastikan tak ada sedikit pun cedera pada adik kesayangannya itu.
"Aku baik-baik aja kok kak,"jawab Kanaya.
"Yakin Nay?"tanya Cintya.
"Yakin,"jawab Kanaya seraya tersenyum manis.
"Lebih baik kita pergi dari tempat ini, kita bicara di mansion saja,"ucap Edward. Seraya menatap wajah Kanaya dengan tatapan penuh kekuatiran.
"Jangan menatap ku seperti itu, sudah aku katakan aku baik-baik saja,"ucap Kanaya seraya menatap Edward.
"Baiklah ayo kita pergi dari sini,"ucap Richard.
Kemudian mereka pun memasuki mobil dan melajukannya. Di belakang mobil mereka dua buah mobil jeep mengikuti mereka hingga sampai di mansion.
Setelah memarkirkan mobil mereka pun keluar dan berjalan menuju mansion.
"Kalian kembali lah ke markas,"ucap Richard dingin.
"Dan berikan pelajaran pada mereka dan jangan sampai kalian lengah,"ucap Richard lagi, kedua matanya menatap ke empat anak buahnya dengan tatapan tajam.
"Baik tuan,"ucap mereka.
Kemudian menundukkan kepalanya. Lalu berlalu dari hadapan Richard.
Sesampainya di dalam mansion Kanaya dan Edward serta Cintya duduk di sofa ruang tamu. Tak lama kemudian Richard pun menyusul mereka kemudian duduk di sebelah Kanaya dengan tatapan penuh kekuatiran, lalu berkata
"Mulai besok kemana pun kamu pergi harus ada yang mengawal mu Nay,"ucap Edward tegas.
"Sudahlah kak, tidak perlu sampai melakukan itu,"ucap Kanaya.
"Richard benar mulai sekarang kemana pun kamu pergi akan ada yang mengawal mu,"ucap Daddy Ded.
Seraya berjalan menghampiri Kanaya, kedua matanya tak lepas memandang wajah Kanaya dengan tatapan penuh kekuatiran.
"Jaga rahasia ini dari mommy,"ucap Kanaya.
__ADS_1
"Rahasia apa Nay?"tanya Mommy Lingga dari arah pintu ruang keluarga berjalan menghampiri mereka.
"Kalian kok bisa barengan gini?"tanya Mommy Lingga.
Kemudian keningnya berkerut menatap wajah Kanaya lalu tatapannya menatap sekujur tubuh Kanaya.
"Loh kamu kenapa Nay? wajah kamu kucel dan pakaian kamu kenapa lusuh seperti itu?"tanya Mommy Lingga.
"Apaan sih mommy, orang aku cantik gini di bilangin kucel dan lusuh,"ucap Kanaya gugup. seraya melirik kakaknya meminta bantuan.
"Berdiri,"seru Mommy Lingga.
"Mommy ini si Nay udah gede bukan anak kecil lagi,"ucap Richard.
"Berdiri..! seru Mommy Lingga.
Seraya bertolak pinggang dan dengan nada tegas.
"Aisshh, Singa perempuan Bimantara mengamuk,"ucap Richard dalam hatinya.
"Jika sudah seperti ini Daddy pun tak bisa mengelak, aisshh bakal ketahuan nih,"ucap Kanaya dalam hati.
Kemudian melirik Daddy nya dengan tatapan memelas.
"Tangan Kamu kenapa?"tanya Mommy Lingga.
Seraya menarik tangan kiri Kanaya dan melihat memar pada belakang lengannya.
"Jatuh mom,"ucap Kanaya.
"Gak mungkin,"ucap Mommy Lingga. Kemudian menatap wajah Kanaya, lalu menolehkan wajahnya pada Putranya Richard dan juga Daddy Ded dengan tatapan tajam.
"Kanaya di serang orang mom,"ucap Richard.
yang terpaksa jujur pada Mommynya.
Richard sadar mereka tidak bisa membohongi Mommy Lingga, tidak akan pernah bisa.
"Siapa mereka? bagaimana kejadiannya?"tanya Mommy Lingga.
__ADS_1
Dengan tatapan penuh selidik pada Kanaya, kemudian beralih pada Edward.
Mendapatkan tatapan seperti itu dari mommy Lingga seketika Edward bergidik ngeri, saat ini dia tidak seperti melihat Mommy Lingga yang seperti biasanya, entah mengapa perasaannya mengatakan Mommy Lingga bukanlah hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
Lalu Edward melirik Daddy Ded, Richard dan juga Kanaya. mereka bertiga pun diam tak berkutik ketika Mommy Lingga bersikap seperti sekarang ini.
"Edward jelaskan,"ucap Mommy Lingga tegas.
Kemudian Edward pun menatap Mommy Lingga dan menceritakan semua yang terjadi pada Kanaya dan dirinya, mendengar cerita Edward Mommy Lingga hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Lalu berkata.
"Aku tidak mau tahu, bereskan semua masalah ini secepatnya agar mereka tak mengganggu putri ku lagi, dan kau Edward aku pun tidak mau mendengar alasan apapun dari mulut mu kau jaga putri ku dan cucu ku,"ucap Mommy Lingga.
Kemudian menatap Edward tajam, tatapan mata yang di penuhi dengan ancaman.
"Dan satu hal lagi bereskan semua masa lalu Kanaya dan juga Edward sampai tuntas aku yakin di balik semua masalah ini ada hubungannya dengan keluarga kita, Bimantara dan Kusuma sehingga Kanaya dan juga Edward menjadi korban kedua keluarga. tidak seperti apa yang di katakan oleh mereka di jumpa pers itu, dan aku yakin ada dalang di balik mereka. mereka hanya sebuah pion yang dimainkan olehnya,"ucap Mommy Lingga.
Kemudian menatap semua orang yang ada diruangan tamu tersebut dengan tatapan tajam dan mata yang berkilau.
Melihat istrinya seperti itu. Daddy Ded menghela nafas panjang dan menghembuskannya. Istrinya benar Kanaya putrinya hanyalah korban begitupun dengan Edward.
Entah siapa pelakunya tetapi Daddy Ded yakin pelakunya adalah yang ingin mengguncangkan para pewaris mereka dan juga membuat permusuhan diantara dua keluarga yang memiliki Pamor besar di dunia bisnis.
Kemudian Daddy Ded menatap Kanaya lalu berkata dalam benaknya.
"Maafkan kami nak, sehingga kamu mengalami ini."
Kemudian menatap Edward dan berkata lagi dalam benaknya.
"Untungnya kamu menyadari kesalahan mu walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya kesalahan mu, kesalahan mu saat itu hanya karena hinaan dan makian mu dan kau berani mempermalukan putri ku dan kesalahan fatal mu adalah meminta putri ku untuk menggugurkan kandungannya, dan aku sangat bersyukur putri ku adalah wanita yang benar-benar tangguh sehingga mampu bertahan dalam situasi seperti itu."
Kemudian menatap istrinya lalu berkata lagi dalam benaknya.
"Semoga saja kamu tidak melakukan apa yang ku takutkan Mom."
...****************...
Sementara itu Cintya menatap Mommy Lingga di kepalanya bertengger banyak pertanyaan yang tak bisa di jawabnya sendiri. Lalu Cintya pun beralih menatap Daddy Ded yang duduk di sofa menatap wajah Mommy Lingga. Kemudian berkata dalam hatinya.
"Saat ini mereka seperti asing bagi ku, ada apa sebenarnya dengan mereka dan siapa sebenarnya Lingga Kusuma. Saat ini dia sangat berbeda tidak seperti biasanya, dan kenapa Mommy Lingga sangat kuatir pada Kanaya dan mengatakan bahwa semua yang terjadi di jumpa pers itu yang dikatakan oleh mereka ada dalang di baliknya, seolah-olah Mommy Lingga mengatakan bahwa mereka hanya bersandiwara."
__ADS_1
Kemudian Cintya pun mengingat bagaimana ekspresi Mommy Lingga saat jumpa pers itu dan melihat kekacauan yang mereka buat, dan tuduhan-tuduhan terhadap Kanaya dan Edward tentang 10 tahun yang lalu.
"Ekspresi wajahnya hanya datar, tak menunjukkan apapun hanya tatapan tajam pada kedua wanita itu, lalu mengenai Ratih yang sebagai saksi dan juga pelayan itu Mommy Lingga hanya diam ekspresinya sangat sulit di tebak."