Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 6. Perancis 10 Tahun Kemudian


__ADS_3

" Aku harus kuat dan tegar ucap Kanaya seraya memasuki pesawat menuju Perancis. selamat Tinggal Jakarta, Selamat tinggal mom, dad, kakak," ucap Kanaya seraya menghela nafas panjang. kemudian duduk di kursi penumpang pesawat.


Setelah menempuh perjalan selama 16 Jam tibalah Kanaya di Bandara Charles de Gaulle Perancis. setelah mengambil bagasinya. Kanaya pun mencari taksi dan lima menit kemudian sebuah taksi berhenti di hadapannya lalu Kanaya pun memasuki Taksi tersebut seraya berkata.


" Bonjour monsieur," ( Hallo Pak ) ucap Dina.


" Bonjour madammoiselle " ( Hallo nona ) ucap Pak sopir taksi.


" Pouvez-vous m'emmener dans un hôtel un peu bon marché ?" ( Bisakah anda mengantarkan saya ke hotel yang sedikit murah?" tanya Kanaya.


" Peut manquer," ( Bisa nona ) Jawab sopir taksi tersebut.


" Merci monsieur ", ( terima kasih Pak ) ucap Kanaya.


sepanjang perjalanan Kanaya menatap jalanan kota Perancis yang beribukota Paris dan terkenal dengan menara Eiffel nya.


" Disinilah aku akan memulai hidup Baru ku," ucap Kanaya dalam hatinya.


" Maafkan Nay. Mom, Dad, kakak, aku tahu saat ini kalian sedang sibuk mencari ku," ucap Kanaya lagi dalam hatinya.


...****************...


"Apakah semua sudah beres untuk pagelaran busana malam ini?" tanya Kanaya dengan dingin pada asistennya sekaligus teman yang selalu membantunya selama berada di Perancis.


"semua sudah ok Nay," ucap cintya.


"Bien," ucap Kanaya.


10 tahun sudah Kanaya berada di Perancis sebuah negara beribukota Paris, dengan susah payah dia membangun hidupnya, sehingga Kanaya menjadi seorang Desainer ternama, tidak hanya di negara Perancis tetapi di seluruh dunia, bukan hanya itu dia pun memiliki perusahaan yang sangat besar, banyak pebisnis handal mengejar perusahaannya untuk bekerjasama. walaupun Kanaya seorang desainer ternama dan juga pemilik perusahaan besar, hanya segelintir orang yang mengenalnya. Kanaya yang selalu memakai topeng sehingga orang tak mengenalinya.semua itu dilakukannya untuk menutupi identitasnya, dan juga identitas putra yang telah dilahirkannya sepuluh tahun yang lalu.


"cihh dasar pria brengsek," ucap Kanaya. seraya menatap tajam para pria yang menatapnya.

__ADS_1


"udah biarin ajalah," ucap Cintya.


"Para pria brengsek tak tahu diri membuat ku muak," ucap Kanaya dengan geram.


matanya mengedar kesekeliling restaurant tempat mereka makan siang, tiba-tiba raut wajah Kanaya berubah, matanya menatap penuh selidik seorang pria beberapa meja dari tempatnya duduk. Dimana seorang pria tampan sedang memperhatikan Kanaya.


"Sial apakah dunia ini sempit," ucap Kanaya. seraya bangkit berdiri dari kursinya dengan penuh amarah Kanaya keluar dari restaurant mewah tersebut.


"Nay kamu kenapa sih?" tanya Cintya seraya mengikutinya menaiki mobil Lamborghini Anvantando keluaran terbaru milik Kanaya.


"Pria yang berada 3 meja dari meja kita adalah pria yang telah membuat ku mengasingkan diri dari keluarga ku," ucap Kanaya dingin.


"Apakah kau tidak salah lihat?" tanya Cintya.


"No.., aku tidak akan pernah melupakan wajah yang sudah menghina dan mempermalukan ku," Ucap Kanaya dengan dingin kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meluapkan semua kemarahannya akan masa lalu yang tak akan pernah dilupakan olehnya.


ckittttttttttt.., Kanaya menginjak rem mobilnya. kemudian memundurkan mobilnya setelah menepikan mobilnya, Kanaya turun dan menghampiri seorang pria dan wanita yang tampak sangat ketakutan.


"Bug


"Bug


"Jika kau menyentuh wanita itu lagi, akan ku bunuh kau," ucap Kanaya dengan Dingin.


"Kau," ucap pria itu terkejut kemudian membalas memukul Kanaya dan dengan lincah Kanaya menghindar dari pukulan pria itu, kemudian memberikan tendangan berputar yang sangat keras sehingga membuat pria itu jatuh tersungkur ke aspal jalanan.


"Aku paling benci pada pria yang dengan seenaknya menghina perempuan," ucap Kanaya seraya menendang pria itu lagi.


"Dan kau jadilah wanita yang tidak bisa ditindas oleh pria, pergilah sekarang, tinggalkan pria brengsek itu," ucap Kanaya seraya meninggalkan wanita yang masih tampak ketakutan itu.


Cintya yang melihat Kanaya seperti itu hanya bisa menggelengkan kepala. Kanaya menjadi sangat dingin dan arogan, wajahnya kaku, dia bisa tersenyum dan lembut jika bersama dengan putranya Gerald.

__ADS_1


Malam pagelaran Busana pun tiba, semua wartawan, Reporter dan seluruh stasiun TV telah siap dengan kamera mereka, banyak artis dan model berdatangan, para pejabat dan juga para pebisnis handal di bidang modelling, Kanaya yang saat itu tampak cantik dan elegan dengan Gaun ketat berwarna hitam melekat ditubuhnya yang bak gitar spanyol, rambutnya yang diikat satu keatas menampakkan leher jenjangnya, anting berlian kecil di kedua telinganya, kalung bertahtakan berlian menghias lehernya yang jenjang, menambah kesan mewah dan galmournya seorang Kanaya, tak lupa topeng yang selalu menemaninya untuk menutupi wajahnya. Pagelaran Busana pun di mulai.


para model internasional berlenggak lenggok diatas catwalk memperagakan gaun-gaun indah ciptaan Kanaya, semua tamu dari kalangan atas, artis, para model yang telah mendunia, para pebisnis modelling dan para istri pejabat, memandang takjub maha karya dari seorang perancang Indonesia yang telah mendunia dengan rancangan-rancangannya yang indah. tepuk tangan meriah dari semua audiens, saat Kanaya menaiki catwalk bersama seluruh modelnya untuk mengakhiri peragaan busana tersebut.


Keesokan harinya, di sebuah rumah mewah di perumahan elite, Kanaya dan putranya Gerald telah bersiap untuk kembali ke Indonesia.


"Apakah kau telah siap nak," ucap Kanaya.


"Siap Mam," ucap Gerald.


"Apakah aunty Cintya akan ikut juga?" tanya Gerald.


"Minggu depan aunty mu akan menyusul," ucap Kanaya seraya tersenyum pada putranya.


"Madame au revoir prenez soin de vous là," ( Nyonya selamat jalan, jagalah diri kalian baik-baik disana )" ucap Seorang pelayan dengan nada sedih, wajahnya menyiratkan kesedihan membuat matanya berkaca-kaca melihat nyonya dan tuan mudanya akan pergi ke negaranya salam jangka waktu yang cukup lama.


"Merci tante," ( terima kasih bibi ) ucap Kanaya.


"Baiklah kami berangkat dulu, sampai ketemu lagi nanti," ucap Kanaya seraya memeluk erat pelayan yang sudah bersamanya selama 8 tahun ini, Gerald pun memeluk pelayan yang selalu menemaninya itu dengan erat, kemudian tangannya menghapus air mata dipipi pelayan tersebut.


"Bibi jika aku libur aku akan datang kesini menemui mu, jadi berhentilah menangis," ucap Gerald tegas.


setelah perpisahan dengan semua pelayannya Kanaya dan Gerald pun berangkat menuju Bandara, sesampainya di bandara terlihat Cintya menyambut mereka.


mereka pun berpelukan, kemudian Kanaya dan Gerald pun menaiki pesawat pribadi miliknya, sepanjang perjalanan dalam pesawat Kanaya hanya diam termenung dengan perasaan gelisah, masa lalunya membuatnya merasakan sakit yang dalam masih terngiang hinaan, cacian dan rasa dipermalukan oleh pria itu. kemudian giginya bergemeletuk menahan amarah.


"Kenapa sangat sulit sekali melupakan semua itu? semuanya masih sangat membekas dalam ingatan ku," ucap Kanaya dalam hatinya kemudian Kanaya menoleh pada putranya Gerald yang sedang tertidur kursi.


" Gerald tumbuh menjadi anak yang tampan dan pintar prestasinya di sekolah membuat ku sangat bangga," ucap Kanaya dalam hatinya.


"Mom, Dad, Kakak, apa kabar kalian? Nay telah kembali," ucap Kanaya dalam hatinya lagi.

__ADS_1


__ADS_2