Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 87. Pernikahan Edward dan Kanaya


__ADS_3

Tak terasa waktu pun terus berganti tibalah hari pernikahan Kanaya


"Kamu sangat cantik nak,"ucap Mommy Lingga. seraya menatap wajah Kanaya


Wajahnya yang telah di make up oleh MUA, rambutnya yang di sanggul, sebuah mahkota indah diatas kepalanya, gaun pengantin yang melekat pada tubuh semampainya membuatnya terlihat sangat sempurna.


Tak lama kemudian Daddy Ded dan juga Richard memasuki kamar Kanaya. merentangkan tangannya memeluk Kanaya.


"kamu sangat cantik Nak, waktu begitu cepat berlalu kau begitu mempesona bak seorang ratu,"ucap Daddy Ded.


Kemudian merenggangkan Pelukannya, kedua matanya menatap wajah Kanaya. Lalu berkata lagi.


"sepertinya Daddy tak ingin melepaskan mu."


"Mengapa waktu begitu cepat berlalu dan mengapa kamu sangat cepat tumbuh dewasa? Daddy seperti tidak Iklas melihat mu sedewasa ini." kemudian menghela nafasnya. Tatapan matanya tak lepas memandang wajah Kanaya.


"Sekarang Putri kecil Daddy akan menikah dan rumah ini akan terasa sepi lagi,"ucapnya lagi.


"Daddy benar princess, kau sangat cepat tumbuh menjadi wanita dewasa,"ucap Richard seraya menatap Wajah Kanaya.


"Dan sekarang kau akan pergi dibawa oleh seorang pria yang akan menjadi suami mu, dan kamu akan meninggalkan rumah ini, rumah ini akan terasa sepi kembali,"ucap Richard . Seraya menghela nafas panjang kemudian menghembuskannya.


"Daddy dan kakak mu Richard benar, walaupun berat melepaskan Kanaya tetapi sudah menjadi takdir seorang istri di bawa oleh suaminya,"ucap Mommy Lingga. Kemudian membalikkan tubuh Kanaya lalu menatap wajah putri semata wayangnya itu.


"Jaga diri kamu baik-baik nak, jadilah istri yang baik dan ibu yang baik, lakukan tugas mu dengan penuh keikhlasan,"ucap Mommy Lingga lagi. Kemudian memeluk putri Kanaya dari kedua pelupuk matanya meneteskan air mata.

__ADS_1


"Seperti baru kemarin mommy Menyuapi mu, dan menggendong mu, dan sekarang kamu sudah akan menikah,"ucap Mommy Lingga.


"Mom sudahlah jangan menangis, putri mu ini tidak akan kemana-mana, kalian tempat aku pulang dan aku akan selalu pulang ke rumah ini, percayalah walaupun aku sudah menikah tetapi aku akan tetap kembali ke rumah ini. Aku putri Mommy dan Daddy dan disinilah rumah ku,"ucap Kanaya. Lalu merenggangkan pelukannya dan menatap kedua mata Mommy Lingga, kemudian jari jemari tangannya mengusap air mata mommynya.


"Jangan menangis mom, jika mommy menangis aku pun ikut menangis dan make up ku akan luntur, dan jika luntur aku harus meminta MUA memperbaikinya, berarti aku harus mengeluarkan uang lagi,"ucap Kanaya seraya tertawa kecil.


"Aishh kau ini,"ucap Mommy Lingga seraya memukul lembut tangan Kanaya.


"sudah saatnya kita ke gereja princess,"ucap Daddy Ded seraya tersenyum lembut menatap putranya.


"Baik Dad,"ucap Kanaya.


kemudian Daddy Ded memberikan lengannya pada Kanaya, lalu Kanaya pun memegang lengan Daddy nya, kemudian mereka pun berjalan keluar dari kamar Kanaya, menuruni anak tangga menuju halaman mansion dimana mobil pengantin telah siap membawa Kanaya dan kedua orang tuanya, serta kakaknya menuju Gereja.


...****************...


Sesampainya di depan Edward yang tak lepas memandang wajah Kanaya yang sangat cantik, kemudian Daddy Ded menyerahkan Kanaya pada Edward. lalu Daddy Ded menatap wajah Edward dan berkata.


"Aku menyerahkan putri kesayangan ku pada mu, jagalah dia seperti aku menjaganya, cintailah dia seperti aku mencintainya, dan jika kamu sudah tak mencintainya lagi janganlah memarahinya atau pun membentaknya karena sejak dia dalam kandungan Mommy nya, tak sedikit pun aku pernah memarahi ataupun membentaknya, jika cinta mu telah habis padanya kembalikan dia pada ku."lalu menyerahkan tangan Kanaya pada Edward.


"Aku berjanji pada mu di depan altar ini di depan pendeta dan semua jemaat, Aku Edward Kusuma berjanji pada kedua orang tua Kanaya Bimantara, aku akan menjaga dan mencintainya sepanjang sisa hidup ku dan aku tak akan pernah mengembalikan Kanaya pada kedua orang tuanya karena Kanaya adalah nyawa ku dan juga jiwa serta hidup ku, aku akan mencintainya sampai nyawa ku melepaskan raga ku,"ucap Edward. kemudian tersenyum menatap Kanaya sebuah senyuman yang dipenuhi dengan cinta.


Setelah mengucapkan perkataannya, Edward menatap Kanaya lalu mereka pun menghadap ke depan Altar dimana pendeta telah berdiri untuk mensyahkan mereka menjadi suami istri. kemudian Prosesi demi prosesi pernikahan dijalani dengan penuh hikmat. Kedua orang tua Kanaya dan juga Edward menatap putra putri mereka yang mengucapkan janji suci mereka di hadapan Pendeta, kedua mata mereka meneteskan air mata. ketika Putra putri mereka mengucapkan janji suci pernikahan.


"Saya mengambil engkau menjadi istri/suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus." janji Edward dan Kanaya.

__ADS_1


Kemudian pendeta pun berkata Demikianlah Firman Tuhan.


Apa yang telah disatukan oleh Allah janganlah dipisahkan oleh manusia. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."


Dari kedua mata Kanaya menetes air mata kebahagian dan dengan susah payah menahan tangisnya, tangisan kebahagian saat pendeta mensyahkan pernikahan mereka mengucapkan Firman Tuhan, sekarang dia adalah milik Edward dan Edward miliknya.


Dan saat mempelai pria menyematkan cincin pernikahan dan dipersilahkan mengecup mempelai wanita. Kanaya hanya bisa terdiam dan tersenyum penuh haru ketika Edward membuka tudung kepalanya lalu mengecup keningnya, Mengusap air matanya dan berkata.


"Hari ini kau telah Syah menjadi istri ku sekarang nama mu Kanaya Bimantara Kusuma. I love you so much my Lovely wife."


prosesi pernikahan Kudus dari awal hingga akhir membuat seluruh keluarga Bimantara dan Juga Edward Kusuma meneteskan air mata mengingat semua perjuangan Kanaya dan juga Edward. Daddy Ded dan Mommy Lingga saling merangkul seraya menatap putrinya lalu dari kedua pelupuk mata mereka air mata menyeruak keluar, begitu pun dengan kedua orang tua Edward mereka saling merangkul dan meneteskan air mata, kemudian mereka pun menghampiri kedua mempelai, lalu memeluk dan mengucapkan selamat, senyum penuh kebahagian menghiasi wajah mereka.


"Welcome to the Bimantara family,"ucap Richard seraya merentangkan tangannya pada Edward Kusuma lalu mereka pun saling berpelukan. Kemudian Edward menoleh pada adik kesayangannya, menatap wajahnya lalu tersenyum dan berkata.


"Sekarang kau sudah benar-benar milik si Edward ini," lalu berkata lagi.


"Dan kakak mu ini akan merana karena tidak bisa memeluk mu sebebas dulu, secara suami ini pria cemburuan yang menjengkelkan,"ucap Richard dengan nada mengejek pada Edward. kemudian memeluk adiknya dengan erat.


"Jagalah diri mu baik-baik princes,"ucapnya. lalu menoleh pada Edward dan berkata.


"Jaga adik ku, Awas kalau kau menyakitinya kau akan berhadapan dengan ku."dengan nada tegas penuh ancaman.


Edward tersenyum menatap Richard lalu berkata.


"Aku tidak akan pernah menyakiti adik mu, percayalah pada ku."

__ADS_1


Edward tahu Kanaya adalah orang yang paling Richard sayangi bahkan kakak iparnya itu rela melakukan apapun demi adiknya.


__ADS_2