
"Dimana laki-laki itu kak?" tanya Kanaya pada Richard saat mereka sedang menyantap sarapan pagi mereka.
"Siapa Nay?" tanya Richard.
"Teman kakak yang brengsek itu," ucap Kanaya.
"Entahlah dan aku tidak ingin mendengar namanya lagi." ucap Richard.
"Permisi tuan besar, nyonya besar ada tamu di luar ingin bertemu dengan anda," ucap pelayan.
"Siapa Bi?" tanya mommy.
"Entahlah beliau bilang sangat penting ingin bertemu tuan besar," ucap Pelayan.
"Suruh masuk dan tunggu sebentar," ucap Mommy Lingga.
"Siapa yang pagi-pagi begini bertamu," sungut Mommy Lingga.
Daddy Ded Richard dan Kanaya serta Gerald hanya tersenyum melihat mommy Lingga, mommy Lingga tak menyukai jika ada tamu di pagi hari yang mengganggu aktifitas sarapan di pagi hari.
"Baiklah Daddy temui tamu dulu," ucap Daddy seraya bangkit dari kursinya dan menuju ruang tamu.
"Oh kau, Putra Kusuma," ucap Daddy Ded dengan nada sinis.
"Maaf saya datang sepagi ini," ucap Putra Kusuma seraya menatap wajah Daddy Ded dengan tatapan heran melihat kesinisannya.
"Ada keperluan apa?" Daddy Ded.
"Aku kesini ingin menanyakan pembatalan kerjasama dan juga panarikan saham perusahaan BIMANTARA group." ucap Putra Kusuma.
"Lalu?" tanya Daddy Ded.
"Bisakah anda menjelaskannya? bukankah selama ini semuanya berjalan dengan baik, keuntungan dari kerjasama kita juga sangat bagus," ucap Putra Kusuma.
"Tanyakan pada Putra mu yang brengsek itu apa yang sudah dilakukannya, dan kemana dia sekarang? melarikan diri?" tanya Daddy Ded.
"Apa maksud anda?" tanya Putra Kusuma.
"Pembicaraan kita sudah selesai," ucap Daddy Ded dengan dingin dan tajam seraya bangkit berdiri dari sofa yang didudukinya.
"Tunggu anda tidak bisa seperti ini, saya akan menuntut anda," ucap Putra Kusuma dengan geram.
"Silahkan anda menuntut tuan Putra Kusuma itu lebih baik sehingga aku tidak segan untuk menghancurkan anda dan membuat anda tidur di jalanan," ucap Daddy Ded seraya menatap tajam Putra Kusuma kemudian menghampirinya dan menatap wajah Putra Kusuma dengan tatapan nyalang.
"Seharusnya aku yang mengatakan itu pada mu dan anak mu yang brengsek itu, tetapi untuk saat ini aku tidak akan melakukannya karena aku ingin melihat kalian menderita secara perlahan," ucap Daddy Ded dengan nada dingin dan tajam, serta gigi bergemeletuk menahan amarah.
"Sekarang pergilah dan jangan pernah menginjakkan kaki di rumah ini lagi atau berkeliaran di sekitar ku atau perusahaan ku,"Ucap Daddy Ded seraya melangkah kakinya.
"Dan oh ya, bersiaplah karena sebentar lagi anak mu yang brengsek itu akan merasakan bagaimana sakitnya hidup terlunta-lunta di jalanan," Ucap Daddy Ded seraya melangkah kakinya beranjak pergi dari tamunya
"Tunggu," ucap Putra Kusuma
"Apa maksud anda tuan? ada apa dengan putra ku?" tanya Putra Kusuma.
__ADS_1
"Pergilah sebelum aku menyuruh penjaga membuang mu keluar dari rumah ini," Ucap Daddy Ded seraya membalikkan tubuhnya menatap kembali Putra Kusuma. dengan tatapan tajam dan amarah yang tak bisa dibendungnya lagi.
"Jelaskan pada ku tuan, apa yang terjadi sebenarnya," ucap Putra Kusuma seraya menatap Daddy Ded.
"Kau ingin tahu apa yang telah dilakukannya Hah?" teriak Daddy Ded dengan suara yang menggelegar memenuhi mansion tersebut. Mommy, Richard serta Kanaya dan Gerald terkejut mendengar teriakan Daddy Ded.
"Ada apa dengan Daddy," ucap Mommy Lingga dengan tergesa bangkit berdiri dari kursinya dan berjalan menuju ruang tamu diikuti oleh Richard dan juga Kanaya.
"Gerald masuklah ke kamar mu nak," ucap Kanaya.
"Oke mom," ucap Gerald kemudian berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
sementara itu Daddy Dad yang sudah tak dapat membendung amarahnya mencengkram Kerah baju Putra Kusuma.
"Aku tidak tahu bagaimana kau mendidik anak mu yang brengsek itu, sehingga bisa menjadi bajingan seperti itu," ucap Daddy Ded dengan penuh amarah matanya nyalang menatap Putra Kusuma.
"Dad, hentikan," ucap Mommy Lingga seraya memegang tangan Daddy Ded.
"Biarkan aku menghajarnya mom, agar dia dapat mendidik anaknya yang brengsek itu," ucap Daddy Ded.
"Hentikan Dad," ucap Kanaya. seraya menghampiri Daddynya dan memegang tangannya.
"Aku yang akan menghadapinya," ucap Kanaya dingin seraya menatap Wajah Putra Kusuma.
Richard yang menyaksikan itu hanya diam seraya memasukkan Tangannya di kedua saku celananya, dia pun berkata.
"Biarkan dia menghukum anaknya sendiri Dad, aku tahu Putra Kusuma seperti apa," Ucap Richard.
"Sebenarnya apa yang terjadi tuan? apa yang dilakukan putra ku?" tanya Putra Kusuma.
"Carilah putra mu yang bajingan itu, dan tanyakan padanya apa yang dilakukannya pada adikku 10 tahun yang lalu," ucap Richard.
"Kau tahu tuan? beruntunglah aku belum menemukannya saat ini, tetapi tidak lama lagi anak buah ku akan menemukannya dan aku pastikan dia akan mendapatkan ganjarannya," Ucap Richard kemudian bangkit dari sofa yang didudukinya.
"Mom, Dad aku berangkat kerja," ucap Richard kemudian melangkahkan kakinya berlalu dari ruang tamu.
"Sekarang anda pergilah, jangan sampai aku hilang kendali dan menghancurkan wajah anda tuan," ucap Daddy Ded.
"Baiklah tuan aku akan pergi dan jika putra ku bersalah dengan kedua tangan ini aku yang akan memberikan ganjaran padanya," ucap Putra Kusuma, kemudian bangkit dari sofanya dan Berjalan pergi meninggalkan mansion BIMANTARA.
"Tenanglah Dad," Ucap Kanaya.
"Daddy tidak bisa selama mereka masih berkeliaran," ucap Daddy Ded
"Tetapi kita pun tahu bahwa mereka tidak mudah di hancurkan karena mereka pun memiliki kekuasaan yang tak bisa dianggap remeh, aku sudah menyelidiki mereka," ucap Kanaya dingin.
"Dan tangan ku lah yang akan membuatnya merasakan apa yang aku rasakan selama ini, kalian jangan kuatir aku mampu menghadapinya," ucap Kanaya dengan dingin.
"Selain dinegara ini mereka pun memiliki berbagai macam usaha di luar negeri yang membuat mereka mampu bertahan dari situasi sulitnya sekarang ini," ucap Kanaya.
"Daddy tahu itu, maka dari itu Daddy sedang menggerakkan anak buah Daddy untuk menghancurkan perusahaan mereka satu persatu di luar negeri agar mereka merasakan bagaimana rasanya sakit terlunta-lunta dijalankan, sama seperti apa yang putri ku alami di Perancis," ucap Daddy Ded seraya menatap Kanaya sendu, tak dapat membayangkan bagaimana hidup putrinya di negara asing tanpa keluarga yang menemaninya.
"Its ok Dad, I'm ok," ucap Kanaya seraya menatap Daddy nya dan tersenyum.
__ADS_1
"Aku akan memanggil Gerald dia harus sekolah," ucap Kanaya.
"i'm here mom," ucap Gerald kemudian melangkah menghampiri mommy nya.
"Pak Iwan akan mengantar mu sekolah, dan ingat jangan nakal," ucap Kanaya.
"Ok mom," ucap Gerald seraya menatap mommy nya, kemudian Salim dan mengecup pipi ibunya serta Oma dan Opanya.
sementara itu disebuah Villa, seorang pria duduk termenung, setelah mengetahui bahwa Kanaya adalah adik dari Richard dia menghilang dan merenungkan diri di Villanya yang berada di puncak.
"Ternyata wanita itu adalah adik Richard aku sangat tidak menyangka," ucapnya.
"Tapi mengapa dia berada di Perancis saat itu?, aku tidak mungkin salah lihat wanita yang ada di restaurant saat aku berada Perancis, aku yakin itu adalah dia," ucap Richard.
"Tapi Kenapa Dia berada disini sekarang?" dan tiba-tiba menjadi adik Richard.
tak lama kemudian terdengar teriakan memanggil namanya.
"Edwarddddd, dimana kau?" tanya sebuah suara.
"Papi," ucap Richard.
"Apa yang kau lakukan hah?" Tanya Putra Kusuma pada putra seraya menghampirinya dan menatap tajam putranya
"Maksud Papi apa?" tanya Edward.
"Katakan apa yang kau lakukan pada putri Deddy Bimantara.
"Maksud Papi?" tanya Edward.
"Jelaskan," teriak Papi Edward dengan penuh amarah.
Melihat amarah Papinya Edward terdiam, cepat atau lambat Papinya kan mengetahui semua ini, seraya menghela nafas panjang, Edward pun menceritakan kejadian 10 tahun lalu tak ada satu pun yang di sembunyikannya.
"Bug
"Bug
"Bug
tiga pukulan mendarat keras di wajah Edward dengan keras sehingga membuat Edward tersungkur di sofa yang didudukinya.
"Berdiri kau bajingan," ucap Papi Edwad seraya mencengkram kerah baju Edward dan menyeretnya kemudian melemparkannya, sehingga Edward terjatuh dan tersungkur kelantai.
"Aku tidak pernah mengajarkan mu, berbuat kejam pada wanita Edwardddd," teriak Papinya.
"Apalagi kau merusak seorang wanita, terbuat dari apa kau Edwardddd," teriaknya lagi
"Baru kali ini aku malu memiliki anak seperti mu," ucap Papinya lagi.
"Dan jika kau tidak mempertanggungjawabkan perbuatan mu, aku akan mengusir mu dan membuang mu sejauh mungkin, ingat dan camkan itu baik-baik," ucap Papinya lagi.
"Dan apa yang aku katakan Bukan hanya sekedar ancaman, tetapi aku akan melakukannya jika kau tidak melakukan apa yang seharusnya kau lakukan akan tanggungjawab mu sebagai seorang pria sejati," ucap Papi Edward. Kemudian melangkah kakinya pergi meninggalkan Edward sendiri.
__ADS_1