Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 9. Pulang Kerumah


__ADS_3

"Maksud mommy, Kanya..., Ucap Daddy Ded.


"Iya Dad, mommy menemukan Putri kita," ucap mommy Lingga. kemudian mommy Lingga menceritakan pertemuannya dengan Kanaya dan juga mengapa Kanaya kabur meninggalkan mereka.


"Ya Tuhan kenapa putri ku begitu bodoh," ucap Daddy Ded.


"Dimana putri ku mom? dan mengapa mommy tidak membawanya pulang?" tanya Daddy Ded.


"Kanaya tidak mau pulang bersama mommy," ucap Mommy Lingga.


"But why mom ?" tanya Daddy Ded.


"Nay mengatakan dia tidak ingin membuat malu nama Bimantara," Ucap Mommy Lingga dengan nada sedih.


"Kenapa putri ku berpikiran seperti itu," ucap Daddy Ded.


"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya di luar sana, seorang diri, dalam keadaan hamil, ya Tuhan, Daddy tidak sanggup membayangkannya, aku ingin menemuinya sekarang," ucap Daddy Ded lagi. kemudian dengan tergesa, Daddy Ded berjalan keluar dari kamarnya menuruni anak tangga menuju mobilnya, diikuti oleh mommy Lingga. Sesampainya di apartemen Kanaya mommy Lingga memencet bel, tak lama kemudian Pintu pun terbuka.


"Oma," ucap Gerald seraya membukakan pintu dengan lebar.


"Mom, dia..?" tanya Daddy Ded.


"Iya benar, dia cucu kita namanya Gerald," ucap Mommy Lingga. Daddy Ded menatap Gerald kemudian dia pun sedikit berjongkok tangannya memegang wajah Gerald kemudian memeluknya dengan erat.


"Gerald siapa yang datang, mami mendengar suara bell pintu," ucap Kanaya seraya menghampiri Gerald, keningnya berkerut dan tak lama kemudian matanya terbelalak, melihat Daddynya sedang memeluk Gerald putranya.


"Daddy," ucap Kanaya air matanya tak terasa menetes, Daddy Ded yang mendengar suara Kanaya putrinya, melepaskan pelukannya dari Gerald kemudian berdiri dan melangkah masuk kedalam apartment matanya tak lepas memandang wajah Putrinya.


"Kanaya putri ku," ucap Daddy Ded. Ayah dan anak pun saling mendekat dan berpelukan melepaskan kerinduan mereka setelah bertahun-tahun lamanya berpisah. tangis Kanaya pun pecah.


"Maafkan Nay Dad, maafkan Nay, hiks hiks hiks," ucap Kanaya seraya terisak.


"kau bodoh, kenapa kau lakukan itu hah?" tanya Daddy Ded. kemudian kembali mengeratkan pelukannya lagi seraya berkata.


"Jangan lakukan itu lagi princess, jangan pedulikan apa yang dikatakan oleh orang lain, kau putri ku satu-satunya, princess Bimantara," ucap Daddy Ded. kemudian melepaskan pelukannya kedua tangannya menangkup wajah Kanaya, kedua matanya menatap Kanaya seraya berkata.


"Berjanjilah kau tidak akan pergi lagi.


"Kanaya berjanji Dad," ucap Kanaya. kemudian Daddy Ded mengecup kening putri semata wayangnya. Mommy Lingga yang menuntun Gerald menghampiri Kanaya dan Daddy Ded, mereka pun saling berpelukan, meluapkan kerinduan mereka.


"Pulang lah nak," ucap Daddy Ded.

__ADS_1


"Aku tidak memiliki keberanian untuk pulang," ucap Kanaya, menatap wajah Daddy nya.


"Why? lupakan masa lalu mu Nay, kamu putri ku dan Daddy tidak akan membiarkan mu, hidup hanya berdua dengan cucu ku," ucap Daddy Ded seraya menetap Gerald yang duduk di sampingnya yang sedang bermain game.


"Mom, aku ingin pindah ke rumah opa dan Oma," ucap Gerald tanpa mengalihkan pandangannya dari permainan game nya.


Kanaya memandang putranya, kemudian menghela nafas panjang dan berkata.


"Baiklah," ucap Kanaya.


"Benarkah Nay," ucap mommy Lingga, seraya menatap Kanaya dengan wajah yang penuh dengan kebahagian.


"Benar mom," ucap Kanaya membalas tatapan mommy nya,dengan penuh antusias mommy Lingga memeluk Kanaya dengan erat.


"Terima kasih Tuhan akhirnya putri ku pulang ke rumah." ucap Mommy Lingga.


"Sekarang kita pulang," ucap Daddy Ded.


"Ayo Gerald," ucap Daddy Ded


"Waitttt..., Opa, five minute again," ucap Gerald matanya tak lepas memandang permainan game di handphonenya.


"Yesss..., aku menang," teriak Gerald.


"Astaga, opa pikir apa? ternyata opa di suruh menunggu karena game itu," ucap opanya seraya menggelengkan kepalanya.


"Tidak usah membereskan barang-barang mu Nay, Daddy sudah menghubungi pelayan di rumah kita untuk membereskan barang mu dan juga Gerald," ucap Daddy Ded. kemudian mereka keluar dari apartemen Kanaya, menuju lobby, tak lama kemudian muncullah dua orang pelayan bersama supir keluarga Bimantara.


"Nona Kanaya," ucap salah satu pelayan.


"Apakah benar ini nona Kanaya?' tanya pelayan itu, matanya tak lepas memandang wajah Kanaya.


"Benar Bi Wati," ucap Kanaya.


"Nona, Nona kemana saja," ucap Bi Wati seraya memeluk Kanaya. kemudian tangisnya meledak, Bi Wati adalah kepala pelayan yang mengabdikan dirinya pada keluarga Bimantara dan sejak kecil Kanaya diasuh oleh BI Wati, dan Bi Wati telah menganggap Kanaya seperti putrinya sendiri.


"Bi, sudah jangan menangis, Kanaya sudah kembali," ucap mommy Lingga.


"Maaf nyonya," ucap Bi Wati, seraya menghapus air matanya.


"Bereskan barang-barang Kanaya dan juga cucu ku. Nay berikan kuncinya pada Bi Wati," ucap Mommy Lingga.

__ADS_1


"Baik nyonya," ucap Bi Wati kemudian mengambil kunci apartemen Kanaya, matanya memandang wajah Gerald.


"Walah, gantengnya," ucap Bi Wati menatap Gerald.


"Jangan memeluk ku seperti Bibi memeluk mami ku, badan ku akan remuk jika di peluk lagi," ucap Gerald dengan nada santai dan malas pada Bi Wati. semua yang mendengar perkataan Gerald pun tertawa penuh kebahagian.


"Kamar ini masih seperti dulu," ucap Kanaya seraya mengedarkan pandangannya di sekeliling kamarnya, kemudian tangannya meraba dinding kamarnya seraya berjalan perlahan, langkahnya terhenti pada walk in closet Kanaya pun memasukinya dan menatap semua pakaiannya, pakaian ini pun tak ada yang berubah, semua pada tempatnya tergantung, kemudian tangannya membuka heli demi helai pakaian yang ada di dalam walk in closet.


"Semuanya masih seperti yang dulu Nay," ucap mommy Lingga seraya tersenyum pada Putrinya.


"Makasih mom," ucap Kanaya seraya menatap mommy nya kemudian memeluk mommy nya.


"Hati sudah siang, sudah saat nya makan, siang Daddy dan Gerald sudah menunggu di ruang makan," ucap Mommy Lingga kemudian mommy Lingga dan Kanaya menuruni anak tangga menuju ruang makan seraya bergandengan tangan.


Tak terasa sore pun datang Richard memasuki mansion orang tuanya, kemudian duduk di ruang keluarga, matanya tak sengaja melihat sebuah handphone tergeletak di atas meja.


"Bukankah ini milik wanita bertopeng itu?" ucap Richard seraya mengambil handphone yang teronggok diatas meja, dia pun mengingat saat wanita bertopeng itu dengan tergesa memasukkan handphone kedalam tasnya sehingga tak menyadari bahwa handphone nya itu terjatuh.


"Ya benar ini handphonenya seraya membalikkan handphone tersebut, dan melihat inisial K pada casting handphone tersebut.


"Bi, ini handphone siapa?" tanya Richard pada Bi Wati yang kebetulan lewat di ruang keluarga.


"Itu handphone...," ucap BI Narsih.


"Handphone adik mu Kanaya," ucap mommy Lingga yang sedang berjalan menuruni anak tangga menyela jawaban BI Narsih.


"Maksudnya mom?' tanya Richard dengan pandangan penuh tanda tanya pada mommy Lingga yang menghampirinya.


"Iya benar itu handphone Kanaya," ucap Mommy Lingga dengan santai.


"Mom, jangan bercanda," ucap Richard


"No..! Mommy tidak bercanda kok," ucap Mommy Lingga kemudian menceritakan kejadian pertemuannya pada Richard putranya dan penyebab Kanaya pergi dari rumah.


setelah mendengar semua cerita mommy nya, Richard pun bangkit berdiri dan berlari menaiki anak tangga menuju kamar Kanaya, kemudian membuka pintu kamar adik kesayangannya itu, yang sedang tertidur di kasur empuk king size nya, matanya menatap wajah adiknya dengan penuh kerinduan, Richard pun mendudukkan tubuhnya di samping Kanaya.


"Princess," ucap Richard kemudian matanya menatap sesosok anak kecil berusia 9 tahun lebih yang tertidur di samping maminya.


"Ternyata kau keponakan ku," ucap Richard mengingat pertemuannya dengan Gerald di Perusahaan GB Group, matanya memandang lekat wajah Gerald.


"Chard biarkan mereka istirahat," ucap Mommy Lingga dari pintu kamar Kanaya.

__ADS_1


"Baik mom," ucap Richard seraya bangkit berdiri dan meninggalkan kamar Kanaya diikuti oleh mommy Lingga.


__ADS_2