
Menjelang sore Kanaya pulang diantar oleh Edward. Sepanjang perjalanan Kanaya sangat gelisah.
"Kamu kenapa sih sayang?"tanya Edward.
"Perasaan aku kok gak enak gini ya?"jawab Kanaya.
"Cuma perasaan kamu aja kali Nay,"ucap Edward.
"Mungkin aja, tapi aku nggak pernah merasakan perasaan seperti ini,"ucap Kanaya.
"Tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan,"ucap Edward seraya melirik Kanaya.
Lalu mereka pun terdiam tak berbicara sedikit pun. Tanpa sengaja Edward melirik kaca spion keningnya berkerut, matanya tak lepas dari sebuah mobil sedan berwarna merah. Kemudian Edward pun menggendikkan bahunya, lalu fokus kembali pada setirnya.
10 menit kemudian Edward melirik kembali kaca spion mobilnya dan melihat mobil itu lagi.
"Loh bukannya itu mobil merah tadi ya?"tanya Edward dalam benaknya.
Kanaya yang penasaran melihat Edward selalu melirik kaca spion, kemudian membalikkan tubuhnya menghadap belakang mobil lalu kedua keningnya berkerut ketika melihat sebuah sedan berwarna merah yang ada di belakang mobil Edward.
"Tepikan mobil di tempat sepi,"ucap Kanaya dengan nada tegas.
"Kenapa Nay?"tanya Edward.
"Lakukan saja perintah ku,"ucap Kanaya dingin.
Lalu Kanaya membalikkan kembali tubuhnya dan duduk seperti semula, tangan kanannya meraih tasnya dan mengambil handphonenya. Lalu menekan sebuah nomor dan menghubungi Cintya.
"Hallo,"ucap Cintya.
"Dengar mobil sedan merah mengikuti kami, aku curiga mereka ingin membuat masalah dengan ku dan Edward,"ucap Kanaya dingin
"Sher lock lokasi Nay,"ucap Cintya.
"Oke,"ucap Kanaya.
Kemudian Kanaya mengirimkan Sherlock lokasi pada Cintya. Lalu Kanaya menoleh pada Edward.
"Kecoh mereka dan bawa mereka ke tempat sepi dan pastikan mereka tidak mengetahui jika kita sedang mengecoh mereka,"ucap Kanaya dingin.
"Baik,"ucap Edward.
Kemudian Edward pun menginjak pedal gas mobilnya sehingga mobil melesat dengan kecepatan tinggi, lalu melirik kaca spion.
"Kau ingin bermain-main dengan ku,"ucap Edward.
Seraya tersenyum smirk lalu Edward menekan pedal gas kembali menambah kecepatan laju mobilnya, hingga sampailah mereka pada jalan yang sepi. Kemudian Edward memelankan laju mobilnya sedikit demi sedikit dan akhirnya mobil pun berhenti.
Edward berpura-pura keluar dari mobil lalu membuka kap mobilnya seraya menaikkan lengan kemeja matanya memperhatikan mesin mobil. Tak lama kemudian mobil sedan merah melaju dengan kencang melewati mereka, lalu tak lama kemudian sedan merah itu pun memutar arah berbalik dan melaju ke arah mobil Edward.
__ADS_1
Kanaya yang melihat mobil itu berbalik arah pada mereka hanya tersenyum licik dan tertawa sinis.
"Ckitttttt..., sedan merah itu pun berhenti. dari dalam mobil keluarlah seorang wanita kemudian menghampiri Edward yang sedang berpura-pura memperbaiki mobilnya.
"Mobil mu rusak?"tanya Wanita tersebut.
"Eh.., kau,"ucap Edward.
"Kenapa kau ada disini?"tanya Edward, dengan nada berpura-pura terkejut.
"Aku kebetulan lewat sini,"ucap Wanita itu. seraya mendekatkan tubuhnya pada Edward lalu memegang pundak Edward dengan sebelah tangannya.
"Lepaskan tangan mu,"ucap Edward.
Seraya menggeserkan tubuhnya sehingga menjauh dari wanita itu.
"Ayolah Edward mengapa kamu seperti ini hemm?"tanya Wanita itu seraya merapatkan tubuhnya pada Edward.
"Wahhhh, ternyata kau bisa keluar juga dari penjara ya?"seru Kanaya seraya membuka pintu mobil dan keluar dari mobil berjalan menghampiri Wanita tersebut.
"UPS, ternyata ada calon istri yang sempurna bersama Edward ku,"ucap Wanita itu.
"Hemm, tapi sayang cantik dan sempurna mu itu adalah palsu,"ucap Wanita itu.
Kanaya tersenyum sinis lalu maju dua langkah sehingga berhadapan dengan wanita itu, lalu wajahnya mendekat pada telinga wanita itu dan berbisik.
"Aku memang cantik dan sempurna dan ya calon istri Edward Kusuma yang tampan dan memiliki banyak uang. sedangkan kau wanita yang memiliki cacat yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya walaupun kau mengubah wajah mu itu dan menggunakan ayah mu, dan menjebaknya tapi sayang sekali semesta tidak mendukung mu,"ucap Kanaya.
"Kau dasar brengsekkkk,"seru wanita itu kemudian mengangkat tangannya ingin menampar Kanaya.
"Jangan pernah coba-coba kau mengangkat tangan mu pada istri ku, atau aku akan mematahkan tangan mu,"ucap Edward dengan tajam, tatapannya nyalang lalu dengan penuh amarah mendorong wanita itu sehingga wanita itu jatuh tersungkur, tiba-tiba dari arah depan beberapa mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan berhenti di depan mereka, lalu dari dalam mobil keluarlah 10 orang pria berperawakan tinggi besar Menghampiri Edward dan Kanaya.
"Tangkap mereka..!"seru wanita itu.
"Ingat Laki-laki tampan itu jangan sampai cedera dan wanita itu terserah kalian,"ucap Wanita itu.
Kemudian wanita itu bangkit berdiri di bantu oleh salah satu pria berperawakan besar.
"Menangkap kami?"tanya Kanaya.
"Hahahahaaaa,..tidak semudah itu,"ucap Kanaya.
seraya tertawa keras lalu menghentikan tawanya dan menatap tajam wanita itu dan juga semua pria yang berperawakan besar itu, tanpa takut sedikit pun Kanaya berkata.
"Kalian banci boneka dari wanita ini,"ucap Kanaya. seraya tersenyum smirk.
"Brengsek perempuan murahan,"ucap seorang pria berperawakan besar.
Lalu menghampiri Kanaya dan melayangkan bogemnya pada Kanaya, seorang pria berperawakan besar lainnya menghampiri Edward dengan menatap tajam Edward pria itu berkata.
__ADS_1
"Ikut kami atau kau akan menyesal,"ucapnya.
"Cihh, bermimpilah,"ucap Edward seraya meludah.
"Kurang ajar,"ucap Pria berperawakan besar itu. Lalu melayangkan tinjunya pada Edward.
Sementara itu Kanaya Yang melihat sebuah bogem akan menghampiri wajahnya yang cantik dengan santainya mengelak. Dengan penuh amarah pria itu melayangkan bogem lagi dengan tangan yang satunya dan dengan santainya Kanaya menangkis tangis pria itu, lalu dengan kakinya Kanaya melakukan tendangan Mae-Geri yang merupakan salah satu tendangan ke arah perut dan ke arah wajah dengan tanpa henti, sehingga membuat pria berperawakan besar tersebut jatuh tersungkur.
"Cihh.., badan besar dan kekar tapi hanya dengan tendangan ku yang tak seberapa itu kau sudah jatuh tersungkur tak berdaya,"ucap Kanaya dengan nada tajam.
"Nayy di belakang mu!" seru Edward.
Kanaya membalikkan tubuhnya dan melihat seorang pria melayangkan kayu balok padanya dengan penuh amarah Kanaya menangkis balok itu dengan tangan kirinya.
kemudian tangan yang menangkis balok kayu tersebut di putar sedikit dan ditekuk, lalu telapak tangan Kanaya memegang balok tersebut dengan keras meluapkan amarahnya.
Matanya tak lepas memandang pria itu dengan tatapan nyalang kedua matanya berkilau dan dengan geram berkata.
"Kau tahu apa yang paling ku benci?"
"Seseorang yang selalu bermain curang dalam sebuah pertandingan dan jika itu terjadi aku tidak segan-segan untuk menumbangkannya bahkan mematahkan semua tulang-tulang tubuhnya."
"Banyak bacot kau wanita murahan,"ucap pria itu, lalu pria itu menarik balok kayu yang di cengkram oleh Kanaya.
Kanaya tak tinggal diam dengan penuh amarah.
Balok kayu tersebut di tarik oleh Kanaya sehingga tubuh pria itu tertarik, lalu Kanaya melayangkan bogemnya pada wajah pria itu dengan tangan kanannya, lalu tangan kirinya yang masih memegang balok tersebut di dorongnya kebelakang.
Sehingga tubuh pria itu sedikit menjauh, lalu dengan penuh amarah memberikan tendangan beruntun pada perut dan dagu serta wajah pria itu. Kemudian Kanaya memiringkan sedikit tubuhnya dan memberikan lagi sebuah tendangan pada samping wajah sebelah kanan pria itu dengan sangat keras, kemudian tangan kirinya menyentakkan tubuh pria itu dengan balok yang dipegangnya sehingga pria itu jatuh terpental ke jalanan beraspal.
"Dasar bodoh sudah ku bilang tubuh mu besar tetapi otak mu kosong, seharusnya balok kayu itu kau lepas sehingga kau bebas bergerak,"ucap Kanaya.
Sementara itu Edward yang menghadapi beberapa pria bertubuh besar tampak kewalahan menghadapi para lawannya. Lalu Kanaya berjalan menghampiri mereka dan menepuk bahu seorang pria. Saat pria itu menoleh pada Kanya.
"Bugg.., Kanaya melayangkan sebuah bogem padanya dengan sangat keras kemudian menyeringai.
Tak lama kemudian 5 mobil Jeep wrangler berhenti, dan keluarlah 20 orang pria bertubuh kekar dan berwajah seram berpakaian hitam.
"Berhenti atau kalian akan mati disini,"ucap sebuah suara bariton dari dalam mobil Jeep Wrangler hitam keluaran terbaru.
Lalu keluarlah Richard dan Cintya. Saat Cintya mendapatkan telpon dan dari Kanaya, Dia pun segera menelpon Richard.
Kemudian para pria berpakaian hitam mengelilingi mereka, Richard berjalan ke tengah-tengah para pengeroyok Kanaya dan Edward.
"Beraninya kalian,"teriak Richard dengan geram kemudian matanya menatap mereka satu persatu dan tatapannya berhenti pada seorang wanita yang meringis kesakitan kedua tangannya dipelintir dibelakang punggungnya.
Kemudian Richard menghampirinya, lalu tangannya memegang dagu wanita itu sehingga wanita itu meringis. Lalu menekannya dengan sangat keras.
"Aku paling benci melihat wanita seperti mu, dan aku paling membenci orang yang berusaha mencelakai adik kesayangan ku, dan akan ku pastikan mereka akan sengsara seumur hidupnya. Dan kau berani-beraninya menyentuh adik ku, apakah penjara tidak membuat mu jera? jika penjara tidak membuat jera dan membuat mu semakin menjadi maka aku akan menjadi hukum bagi mu,"ucap Richard seraya melepaskan dagu wanita itu dengan kasar.
__ADS_1
"Bawa mereka dan pastikan mereka tidak kabur,"ucap Richard pada anak buahnya dengan nada dingin dan tajam.