
Sesampainya di mansion Bimantara, Kanaya dan Gerald masuk kedalam mansion, di ruang tamu mommy Lingga, mereka pun menghampiri mommy Lingga dan Salim padanya. Mommy Lingga menatap wajah Gerald yang menampakkan kemarahan.
"Ada apa Nak?" tanya Mommy Lingga.
"Gak ada apa-apa Oma. Gerald ke kamar dulu, cape," ucap Gerald ketus.
"Loh kamu gak makan dulu nak?" tanya mommy Lingga.
"Gak Oma, nanti aja, Gerald masih kenyang," Ucap Gerald kemudian melangkahkan kakinya berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"Ada apa Nay?" tanya Mommy Lingga.
"Gerald berkelahi lagi mom," ucap Kanaya seraya menghela nafas panjang.
"Kenapa?" tanya Mommy Lingga.
"Masalah yang sama," ucap Kanaya.
"Dan kali ini gak ada ampun buat pembuat Masalah itu," ucap Kanaya kemudian menceritakan semuanya pada Mommy Lingga.
"Berani-beraninya perempuan itu," ucap Mommy Lingga geram.
"Mommy harus memberikannya pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan," ucap Mommy Lingga.
"Nay sudah melakukannya mam," ucap Kanaya.
"Bagus," ucap Mommy Lingga. Kemudian Kanaya membaringkan tubuhnya di sofa, seraya memejamkan matanya, dalam benaknya terbayang dan terngiang setiap perkataan teman Gerald dan juga wanita itu, wajah Gerald yang menampakkan amarah dan juga kesedihan yang mendalam, semenjak kembali ke Indonesia banyak yang terjadi yang membuatnya sedikit lelah. Kemudian Kanaya bangkit dari sofa.
"Mom aku berangkat kerja lagi," ucap Kanaya.
"Aku titip Gerald mom," ucapnya.
"Kamu gak makan dulu Nay?" tanya Mommy Lingga.
"Belum lapar mom," ucap Kanaya. kemudian melangkahkan kakinya berjalan keluar menuju mobilnya yang diparkir di halaman mansion.
"Ibu dan anak jawabannya sama saja, lebih baik aku kekamar cucu ku," ucap Mommy Lingga seraya memanggil Bi Wati untuk menyiapkan makan siang Gerald dan membawanya ke kamar Gerald.
Tak lama kemudian Kanaya pun sampai di perusahaan. Sesampainya di ruangannya, Cintya pun menghampirinya.
"Ada apa Nay?" tanya Cintya.
"Seperti biasa Gerald berkelahi karena mendapatkan ejekan dari temannya," ucap Kanaya seraya menyenderkan tubuhnya ke belakang kursi kebesarannya.
"Kasian Gerald," ucap Cintya.
"Apa kau sudah mencari informasi tentang wanita menjengkelkan itu?" tanya Kanaya.
__ADS_1
"Sudah," Jawab Cintya.
"Dia istri seorang General Manager di perusahaan Tekstil yang lumayan cukup terkenal," ucap Cintya.
"Apa kau sudah memberinya pelajaran?" tanya Kanaya.
"Sudah," ucap Cintya.
"Good," ucap Kanaya.
"Sepertinya aku akan pulang Cin, tiba-tiba aku gak enak badan kayak gini," ucap Kanaya seraya memejamkan matanya.
Mendengar ucapan Kanaya, Cintya menatapnya dan berkata.
"Wajah mu pucat Nay," ucap Cintya seraya menghampiri Kanaya dan memegang keningnya.
"Kamu Panas Nay," ucap Cintya panik.
"Aku antar kamu pulang," ucap Cintya.
Kemudian Cintya pun mengantar Kanaya pulang, sesampainya di mansion Bimantara, Cintya memapah Kanaya yang sudah sangat lemas dan juga wajah yang sangat pucat. Richard dan Daddy Ded yang saat itu Baru saja turun dari mobil mewahnya terperanjat melihat Kanaya yang dipapah oleh Cintya.
"Kanaya kenapa Cin?" tanya Daddy Ded.
"Entahlah om, wajahnya sangat pucat dan sepertinya tubuhnya sangat lemas," ucap Cintya.
Daddy memegang kening Kanaya, lalu berseru.
"Aku gak apa-apa Dad," ucap Kanaya. setelah mengatakan itu Kanaya pun terkulai lemas ditangan Cintya. Beruntunglah Cintya masih memegangnya sehingga Kanaya tak terjatuh, Richard dengan sigap mengambil alih Kanaya dari Cintya, kemudian menggendongnya dan membawanya ke kamarnya, setelah membaringkan tubuh Kanaya di kamarnya, Richard pun menghubungi dokter keluarga mereka.
Tak lama kemudian Mommy Lingga dan Gerald masuk kedalam kamar Kanaya dengan tergopoh-gopoh.
"Nay," ucap Mommy Lingga.
"Nay kenapa Dad?" tanya mommy Lingga.
"Entahlah mom, kami berpapasan didepan pintu mansion dan Cintya memapahnya," ucap Daddy Ded.
"Kanaya mengeluh tidak enak badan di kantor, dan saat aku lihat wajahnya pucat dan aku pegang keningnya Kanaya panas sekali Tante, lalu aku membawanya pulang," ucap Cintya.
"Mami kenapa aunty?" tanya Gerald.
"Mami kamu gak enak badan nak," jawab Cintya.
Tak lama kemudian Dokter dan BI Wati datang memasuki kamar Kanaya.
"Permisi Tuan, nyonya Dokter telah datang," ucap BI Wati.
__ADS_1
Kemudian Dokter pun menghampiri Kanaya, dan memeriksanya, setelah selesai memeriksa Kanaya, dokter pun berkata.
"Lebih baik kita membawa nona muda ke rumah sakit tuan, saya menduga nona terkena penyakit tipus," ucap Dokter.
"Tipus dok?" tanya Daddy Ded.
"Iya benar tuan," ucap Dokter.
"Baiklah Dok, kita akan membawanya ke rumah sakit," ucap Daddy Ded.
Kemudian Richard pun menggendong Kanaya menuju mobil, dan memasukkannya setelah dirasa Kanaya telah nyaman dengan posisi duduknya Mommy Lingga pun masuk ke dalam mobil.
"Cin om titip Gerald," ucap Daddy Ded.
"Opa, aku ikut," ucap Gerald dengan nada memohon dan mata yang berkaca-kaca.
"Gerald menyusul sama Tante Cintya ya nak," ucap Daddy Ded seraya memasuki mobilnya. kemudian mobil pun melaju menuju rumah sakit milik Bimantara Group. dIikuti oleh Dokter keluarga mereka.
Sesampainya di rumah sakit para Suster telah menunggu dengan brankar rumah sakit. Kemudian Richard menggendong adik kesayangannya itu, dan menidurkannya di atas brankar rumah sakit, dengan sangat hati-hati. Dokter dan suster pun mendorong brankar tersebut ke ruang UGD, kemudian memeriksa Kanaya. Tak lama kemudian Dokter pun keluar dari ruangan UGD. Daddy Ded dan Mommy Lingga serta Richard yang melihat Dokter tersebut, berdiri menghampirinya.
"Bagaimana kondisi putri saya dok?" tanya Daddy Ded dan Mommy Lingga.
"Seperti yang saya katakan bahwa nona muda terkena penyakit tipus, itulah yang menyebabkan suhu tubuhnya sangat tinggi," ucap Dokter
" Tipes atau yang sebenarnya memiliki nama tipus adalah penyakit yang disebabkan adanya infeksi bakteri Salmonellatyphi dalam tubuh. Sekali seseorang terinfeksi bakteri ini, maka penyakit akan menyerang anggota tubuh lainnya dengan cepat. Umumnya bakteri ini menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi." ucap Dokter.
"Tapi bagaimana putri saya bisa terserang penyakit tipus?" tanya Mommy Lingga.
"Mungkin saja Nona Kanaya kelelahan, karena tubuh yang kelelahan sangat rentan terhadap virus dan bakteri, sehingga ketika bakteri Salmonella Typhi masuk dalam tubuh," jawab Dokter.
"Lakukan yang terbaik buat putri saya dok," ucap Daddy Ded.
"Baik tuan, saya permisi, sebentar lagi nona Kanaya akan di pindahkan ke kamar pasien," ucap Dokter. Kemudian melangkahkan kakinya beranjak pergi meninggalkan Daddy Ded, Mommy Lingga dan juga Richard.
Sementara itu di halaman rumah sakit seorang pria berdiri terpaku di depan mobilnya, secara tak sengaja saat dia berjalan Pria itu melihat keluarga Bimantara, mengikuti brankar yang di dorong oleh Suster dan dokter menuju ruang UGD, Pria itu membalikkan tubuhnya menghadap tembok agar wajahnya tak terlihat, kemudian setelah mereka melewatinya, Pria itu pun membalikkan tubuhnya, dan menatap punggung mereka, dengan rasa penasaran, pria itu pun masuk kembali kedalam rumah sakit, dan bertanya pada suster yang kebetulan lewat di depannya.
"Permisi suster saya mau bertanya," ucap pria itu.
"Silahkan tuan," ucap Suster tersebut.
"Pasien yang baru saja masuk bersama keluarga Bimantara?" tanya pria itu.
"Beliau Putri dari Tuan Bimantara," ucap Suster tersebut.
"Boleh saya tahu bagaimana keadaannya?" tanya pria tersebut.
"Beliau terkena penyakit tipus tuan, baru saja kami memindahkannya ke dalam kamar pasien," ucap Suster tersebut.
__ADS_1
"Boleh saya tahu kamar berapa suster?" tanya pria itu.
"Beliau berada di Kamar VVIP room rumah sakit ini tuan, maaf saya permisi," ucap Suster tersebut. Kemudian berjalan pergi meninggalkan Pria itu yang masih berdiri diam terpaku ditempatnya.