Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 33. Kemarahan Kanaya di Sekolah Gerald


__ADS_3

Keesokan paginya, setelah sarapan pagi Kanaya mengantar Gerald ke sekolahnya. setelah mengantar putranya, Kanaya pun melajukan mobilnya menuju perusahaannya. Sesampainya di ruangannya Kanaya duduk di sofa, termenung tanpa melakukan apapun.


"Nay, pagi-pagi malah ngelamun, bukannya kerja tuh kerjaan di meja numpuk,' ucap Cintya, seraya menepuk bahu Kanaya perlahan.


"Kamu ngagetin aja Cin," ucap Kanaya.


"Lagian kamu ngelamun sampai segitunya aku masuk aja gak tahu," ucap Cintya.


"Mikirin apa sih?" tanya Cintya.


"Gerald," ucap Kanaya.


"Kenapa dengan Gerald?" tanya Cintya.


Kemudian Kanaya pun menceritakan semua yang terjadi pada Gerald.


"Sitt, apa orang tua mereka tidak pernah mengajarkan anak-anak mereka untuk menghargai dan menghormati teman mereka," ucap Cintya geram.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Cintya.


"Apa yang bisa aku lakukan? aku telah berjanji pada anak ku untuk tidak berbuat apapun," ucap Kanaya kesal. kemudian melangkahkan kakinya menuju kursi kebanggaannya dan mendudukkan tubuhnya.


"Itulah Gerald, dia terlalu baik pada semua orang," ucap Cintya, seraya bangkit berdiri mendekati Kanaya dan menyerahkan beberapa berkas yang harus ditandatangi oleh Kanaya. Lalu Cintya pun keluar dari ruangan Kanaya.


Waktu pun terus berjalan tak terasa jam di dinding telah menunjukkan saatnya Gerald pulang sekolah, dengan tergesa Kanaya membereskan semua berkas yang ada di mejanya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya berjalan menuju lift. Tak lama kemudian pintu lift terbuka Kanaya pun memasuki lift. Sesampainya di lobi perusahaan Kanaya berjalan keluar, dengan tergesa menuju mobilnya yang berada di parkiran khusus pemilik perusahaan. Kemudian memasuki mobil tersebut dan melajukannya.


Sepanjang perjalanan Kanaya merasakan sesuatu yang aneh, sesuatu yang tak biasa di rasakannya, suatu firasat yang membuatnya tak tenang. Kemudian Kanaya pun menginjak pedal gas sehingga mobilnya pun melaju dengan kencang.


Akhirnya Kanaya sampai di depan Gerbang sekolah Gerald, dengan tergesa Kanaya turun dari mobil. Keningnya berkerut saat melihat kerumunan di halaman sekolah, Kanaya pun menghampiri kerumunan itu, dan alangkah terkejutnya Kanaya, saat melihat Gerald yang memukuli temannya dan kepala sekolah serta wali kelas Gerald mencoba melerai perkelahian antara Gerald dan juga temannya itu.


"Gerald stop," seru Kanaya.


Gerald yang mendengar Seruan maminya yang marah akhirnya melepaskan temannya dan mundur, matanya menatap temannya itu, dengan penuh amarah.


"Ada apa ini?" tanya mami Gerald.


"Seperti yang nyonya lihat mereka berkelahi," ucap Pak kepala sekolah dengan kesal.

__ADS_1


"Gerald ada apa?" tanya Kanaya.


"Sorry mam, aku tidak suka jika dia menghina mami," ucap Gerald dengan penuh amarah, tangannya terkepal.


"Kau tidak suka, tapi mami mu memang perempuan murahan, dan kau anak haram bukan," ucap teman Gerald.


"Stopppp," teriak Gerald kemudian dia pun menerjang temannya kembali, Kanaya terkejut melihat kemarahan Gerald kemudian Kanaya menghampiri Gerald yang telah meninju kembali temannya. Pak kepala sekolah dan juga wali kelas terkejut kemudian mencoba melerai kembali perkelahian Gerald dan temannya itu.


"Gerald berhenti atau mami hukum kamu dan kita kembali ke Perancis," seru maminya dengan nada tegas, dan dingin. mendengar perkataan maminya Gerald pun berhenti. lalu berkata pada temannya itu seraya menunjuknya.


"Kali ini kau ku ampuni tapi jika kau melakukannya lagi, maka kau akan melihat siapa aku sebenarnya," ucap Gerald seraya menatap tajam wajah temannya yang telah babak belur akibat di pukul oleh Gerald. Kemudian Gerald pun mengambil tasnya yang tergeletak, lalu menghampiri maminya.


"Maaf mam," ucap Gerald seraya menatap wajah maminya.


"Masuk ke mobil," ucap Kanaya dengan tegas.


"Ini sudah dua kali terjadi," Ucap Kanaya pada kepala sekolah dan wali kelas.


"Apakah kalian menginginkan setiap murid kalian menghina teman sekelasnya?" tanya Kanaya pada kepala sekolah dan juga wali kelasnya. kemudian matanya menatap anak-anak yang berada di kerumunan itu, kemudian menatap orang tua yang datang menjemput anak-anaknya.


"Siapa diantara kalian orang tua dari anak nakal ini?" tanya Kanaya. kemudian menatap wajah anak yang dipukuli oleh Gerald.


"Jawabbbb," teriak Kanaya dengan lantang. Matanya menatap mata mereka satu persatu, dengan dingin dan tajam, matanya nyalang menatap mereka, seketika aura di halaman tersebut terasa dingin dan membuat semua yang ada disitu bergidik ngeri.


"Jawabbbb," teriak Kanaya sekali lagi.


semua yang mendengar teriakan Kanaya untuk yang kedua kalinya sontak terkejut, kemudian menjawab.


"Kami akan menghajar anak tersebut," ucap mereka.


"Jika kalian menjadi orang tua anak ini? apa yang akan kalian lakukan?" tanya Kanaya dengan nada yang sama dan tatapan yang sama pada mereka.


"Kami akan memberikan hukuman pada anak kami agar tahu bahwa perbuatannya itu salah, dan tidak mengulangi perbuatannya," ucap Mereka.


"Kalian sendiri yang mengatakan itu semua, dan kalian juga tahu bukan siapa dari kalian semua yang telah menghina anak saya, dan juga saya, mami anak saya Gerald, dan jika kejadian ini terulang kembali maka, saya tidak akan pernah mengampuni kalian semua," ucap Kanaya.


"Siapa kamu yang berani mengancam kami," seru sebuah suara.

__ADS_1


"Ibuuu," ucap anak yang berkelahi dengan Gerald seraya menghampiri ibunya. terlihatlah seorang wanita berpakaian merah menyala, dengan dandanan menor.


Semua orang yang melihat wanita itu, mundur beberapa langkah, dan menundukkan kepalanya.


"Berani-beraninya kau mengajari kami cara mendidik anak, dan seenaknya kau mengatakan bahwa anak ku nakal," ucap Wanita itu.


"Dasar anak mu saja anak haram dan ibunya..., sepertinya ucapnya menggantungkan perkataannya seraya menatap Kanaya dari atas kebawah.


"Cukup cantik tapi sayang seperti yang dikatakan anak ku, mu ra han," ucap wanita itu seraya mengeja kalimat murahan dengan nada mengejek.


"Plak


"Plak


Dua tamparan mengenai pipi wanita itu.


"Itu belum seberapa dan jika kau berani lagi mengucapkannya lagi maka akan aku robek mulut mu," ucap Kanaya. merasa tak terima di tampar. wanita itu pun mengangkat tangannya, ingin menampar Kanaya tetapi sayang sebelum tangannya berhasil menyentuh pipi mulus Kanaya.


Tangannya telah terpelintir di belakang punggungnya.


"Jangan pernah coba-coba melawan ku, atau aku akan mematahkan tangan mu, dan ingat Didik anak mu dengan baik atau aku yang akan mendidiknya," ucap Kanaya kemudian mendorong tubuh wanita itu sehingga membentur perut Pak kepala sekolah, sehingga mereka terjatuh bersamaan.


Tak lama kemudian Kanaya mengambil handphonenya dan memotret wanita tersebut saat berusaha untuk bangkit berdiri, kemudian Kanaya mengirimkan pesan WhatsApp pada Cintya, dan memerintahkan Cintya mencari informasi tentang wanita itu.


"Dasar kau wanita murahan, kau tidak tahu siapa aku," ucap ibu teman yang berkelahi dengan Gerald. Kanaya hanya menaikkan sebelah alisnya menatap wanita itu.


"Aku tidak takut," ucap Kanaya seraya memandang remeh wanita itu.


"Suami ku seorang General Manajer di sebuah perusahaan besar," ucap Wanita itu sombong.


"Oh..,Ucap Kanaya.


kemudian menghampiri Pak kepala sekolah dan juga Wali Kelas Gerald, seraya berkata.


"Saya kecewa pada kalian berdua," ucap Kanaya. Mendengar perkataan Kanaya, Pak kepala sekolah menatap Kanaya seraya berkata.


"Maafkan kami nyonya," ucap Pak Kepala Sekolah, seraya menunduk penuh hormat. semua orang yang ada disana menatap aneh pada Pak Kepala Sekolah dan bertanya-tanya siapa sebenarnya Kanaya, sehingga Pak kepala sekolah ketakutan seperti itu. Bahkan saat Gerald berkelahi dia memang melerai perkelahian tetapi sangat terlihat Pak Kepala sekolah melindungi Gerald.

__ADS_1


Apakah benar Gerald cucu dari Deddy Bimantara? Jika Gerald cucu Deddy Bimantara berarti Ibu Gerald adalah anak perempuan Deddy Bimantara, tapi itu tidak mungkin karena Anak perempuam Dedy Bimantara tidak mungkin memiliki anak tanpa suami. Sejak kemarin teka - teki tentang Gerald membuat mereka sangat penasaran. kemudian mereka menatap Kanaya yang berjalan memasuki mobil sport Lamborgini Anvantando miliknya, dan melajukannya dengan kecepatan sedang.


sementara itu di balik pohon di seberang jalan sekolah Gerald, sepasang mata menatap sendu Kanaya dan Gerald.


__ADS_2