
Kanaya menatap kedua orang tuanya dengan tatapan penuh tanda tanya. sementara itu kedua pasangan yang masih terlihat gagah dan terlihat cantik itu menatap Kanaya dengan senyum terulas diwajahnya.
"Dad, mom siapa mereka?"tanya Kanaya.
"Duduklah Nay,"ucap Mommy Lingga.
"Aku ke kamar kamu dulu ya Nay,"ucap Cintya.
"Kamu disini aja Cin temenin aku,"ucap Kanaya.
"Tapi Nay,"ucap Cintya.
"Nggak apa-apa nak Cintya, kamu adalah saksi perjalanan hidup Kanya,"ucap Mommy Lingga.
"Dan sebentar lagi kamu akan menjadi mantu di keluarga ini,"ucap Daddy Ded seraya mengedipkan sebelah matanya menggoda Cintya.
"Astaga om, jangan asal ngomong dong om, entar malaikat lewat di catet, om menyesal lagi punya mantu kayak aku,"ucap Cintya seraya menggerak-gerakkan kedua alisnya menggoda Daddy Ded.
"Semoga malaikat lewat dan mencatatnya, tapi nggak ada kata menyesal kali,"ucap Mommy Lingga seraya mengedipkan sebelah matanya pada Cintya.
"Astaga Nay, kenapa kamu gak pernah cerita sih dari dulu kalau keluarga mu seperti ini?"tanya Cintya.
"Lah kamu nya aja nggak pernah nanya,"ucap Kanaya seraya menyeringai pada Cintya.
"ishh kamu kok jadi ikut-ikutan sih Nay?"tanya Cintya.
"Idih bukannya kamu udah jadian sama kak Richard,"ucap Kanaya seraya mengedipkan sebelah matanya menggoda Cintya.
"Nayy,"seru Cintya dengan wajah memerah.
"Beneran Nay?"tanya Mommy Lingga menatap Kanaya dengan penuh tanda tanya.
"Bener mom, tanya aja tuh orangnya,"ucap Kanaya seraya melirik Cintya yang menunduk malu.
"Aish ada yang malu nih,"ucap Kanya lagi. seraya tertawa terbahak-bahak.
"Kanaya Bimantaraaaa,"seru Cintya.
"Loh bener kan?"tanya Kanaya.
"Asyikkkk,"seru Daddy Ded
"Punya mantu lagi mom,"ucap Daddy Ded.
"Yess bener Dad,"ucap Mommy Lingga seraya tertawa gembira dan bertepuk tangan dengan hebohnya.
"Astaga Mom kayak anak kecil aja,"ucap Kanaya. Menatap mommynya seraya terkekeh.
__ADS_1
Cintya yang menjadi bahan candaan mereka menatap Mommy Lingga dan Daddy Ded, kemudian menggelengkan kepalanya.
"Astaga mimpi apa aku semalam melihat keluarga ini bertambah gesrek setiap harinya,"ucap Cintya.
"Kapan pernikahan kalian?"tanya Daddy Ded.
"Hah, pernikahan?"tanya Cintya
"Dan kamu harus mau ya?"tanya Daddy Ded.
"Mau ajalahhh..,, Richard ganteng kaya lagi, entar kamu bisa ngabisin uangnya Richard deh Tante iklas,"ucap Mommy Lingga.
Seraya menggerak-gerakkan kedua alisnya mengikuti Cintya.
"Astaga,"seru Cintya seraya menepuk jidatnya.
"Nayyy, apa keluarga kamu dari dulu gini ya?"tanya Cintya. Seraya menatap Kanaya yang tersenyum lucu melihat tingkah kedua orang tuanya dan juga Cintya.
"Kamu harus mau, kamu menyayangi Kanaya bukan?"tanya Seorang pria dengan nada penuh kewibawaan.
Kanaya dan Cintya menoleh menatap Pria tua tersebut.
"Maaf sebenarnya kalian siapa?"tanya Kanaya.
Lalu menoleh pada Mommy dan Daddy nya dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Mereka adalah Kakek dan Nenek mu,"ucap Daddy Ded.
"Come on don't joke to me," ( ayolah jangan bercanda dengan ku )ucap Kanaya.
"No.., i'm not joke," ( tidak, aku tidak bercanda ) ucap Daddy Ded.
"Daddy mu benar Nay,"ucap Mommy Lingga.
"Bagaimana bisa mom?"tanya Kanaya.
"Aku sangat mengenal kakek ku, dan aku kan menagih hutang padanya, dan nenek ku sudah lama meninggal?"tanya Kanaya pada Mommy nya.
"Kamu benar Nay, tapi kamu tidak tahu bukan? bahwa nenek mu masih memiliki saudara,"ucap Mommy Lingga.
"Saudara? kenapa kalian tidak pernah menceritakannya pada kami?"tanya Kanaya.
"Tunggu apakah kak Richard mengetahui tentang ini juga?"tanya Kanaya.
"Benar Nay, kakak mu mengetahuinya,"ucap Mommy Lingga.
"Sebenarnya apa yang kalian sembunyikan dari ku? dan mengapa kalian menyembunyikannya?"tanya Kanaya. Lalu berkata lagi.
__ADS_1
"Apakah aku tidak pantas mengetahui semuanya sehingga kalian menutupinya dari ku?"
"Tidak seperti itu Nay, kami terpaksa melakukan semua ini untuk melindungi mu,"ucap Daddy Ded.
"Melindungi dari apa Dad?"tanya Kanaya.
"Melindungi mu dari orang-orang yang menginginkan posisi mu,"ucap Daddy Ded.
"Posisi ku?"tanya Kanaya.
Kemudian menatap Daddynya dan juga mommy nya.
"Aku tidak mengerti maksud kalian, posisi yang mana Dad?"tanya Kanaya.
"Tunggu apakah ini berhubungan dengan semua yang mommy katakan waktu itu?"tanya Kanaya lagi.
"Benar Nay, awalnya Daddy juga tidak menyangka kejadiannya seperti ini, maka dari itu secara diam-diam Daddy mengerahkan anak buah Daddy untuk mencari tahu semuanya, Dan apa yang Mommy mu katakan itu sangat benar sekali.
Mereka hanyalah pion dan dalang utamanya berhubungan dengan masa lalu keluarga kita,"ucap Daddy Ded. Seraya menatap Kanaya.
"Maafkan kami Nay,"ucap Daddy Ded lagi.
"Sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu keluarga kita?"tanya Kanaya.
"Masa lalu yang sangat pelik sehingga membuat dua keluarga terpecah belah, sehingga membuat Opa dan Oma mu menjadi korban mereka,"ucap Mommy Lingga.
"Sebenarnya kami tidak mengetahui kisah kelam ini tetapi saat pemberitaan tentang mu dan Gerald. Kakek dan nenek mu yang ada di hadapan mu saat ini mendatangi kami. Awalnya kami tidak mempercayainya tetapi dengan semua bukti yang ada dari situlah kami tahu bahwa apa yang mereka katakan itu benar,"ucap Mommy Lingga.
Kemudian menghela nafas panjang, lalu menatap Wajah Kanaya.
"Waktu itu Daddy mu tidak mempercayai mereka bahkan Daddy mu berusaha memblokir mereka apar tidak dapat lagi datang ke Indonesia, bahkan meminta bantuan temannya agar kakek dan nenek mu di kembalikan ke negaranya,"ucap Mommy Lingga.
"Maksud kalian ini apa? Nay tidak mengerti,"ucap Kanaya.
"Dan mengapa mereka harus dikembalikan ke negara mereka? bukankah mereka berkebangsaan yang sama dengan kita?"tanya Kanaya.
Kemudian kedua matanya menatap wajah kedua orang yang duduk di sofa di depannya itu. Dari wajahnya terlihat jika mereka benar-benar asli berkebangsaan Indonesia, rambut mereka hitam walaupun telah beruban, kulit mereka walaupun putih tetapi warna kulit ciri khas Indonesia, bentuk wajah, warna mata, hidung semua tak luput dari pandangan Kanaya sebagai seorang Desainer internasional dia sangat paham jenis kulit seseorang, walaupun wajah, hidung atau pun warna kulit yang dipermak oleh dunia kedokteran dengan mudah Kanaya bisa membedakannya dan mereka yang duduk di depannya itu, bukan orang berkebangsaan luar.
Kemudian kanaya menghela nafas panjang lalu menatap kedua orang tuanya secara bergantian, dengan tatapan penuh selidik lalu berkata.
"katakan pada ku apa yang terjadi dan apa yang kalian sembunyikan dan aku tidak ingin mendengar cerita yang berbelit-belit."
"Aku ingin tahu semuanya tanpa ada yang di sembunyikan lagi."ucap Kanaya lagi dengan nada tegas.
Daddy Ded dan Mommy Lingga menatap Kanaya dengan tatapan sendu, mereka tahu di balik wajah cantik putrinya terdapat satu watak yang sangat keras, yang tak bisa di ubahkan oleh siapapun itu.
Dan jika dia mengatakan seperti itu maka dia harus mendapatkan jawabannya.
__ADS_1