Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 40. Edward Kusuma VS Richard Bimantara


__ADS_3

Sesampainya di VVIP Room, Dokter kembali memeriksa Kanaya untuk memastikan semuanya baik-baik saja.


"Dokter tolong lakukan yang terbaik buat putri saya," ucap Daddy Ded.


"Baik Tuan, saya akan berusaha semaksimal mungkin," ucap Dokter.


"Dokter tolong sembuhkan putri saya," ucap Mommy Lingga seraya memohon pada Dokter.


"Nyonya, saya akan melakukan yang terbaik untuk kesembuhan putri anda," ucap Dokter seraya tersenyum melihat Mommy Lingga. hatinya sangat tersentuh melihat Mommy Lingga.


"Saya akan memberikan apapun pada anda Dokter, apapun yang anda minta dan inginkan, tapi tolong sembuhkan lah putri saya," ucap Mommy Kanaya, menghiba pada Dokter.


"Dengarkan nyonya, sudah tugas saya untuk menyembuhkan putri anda, saya akan berusaha semampu saya untuk menyembuhkan putri anda, manusia hanya bisa berusaha, tetapi semua kembali lagi pada Tuhan kita." ucap Dokter.


"Tenanglah nyonya, perbanyaklah berdoa, agar putri anda cepat melewati masa kritisnya," ucap Dokter.


"Saya permisi nyonya," ucap Dokter lagi


kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar Kanaya.


Sementara itu di balik pintu seorang pria mengintip Kanaya, wajahnya terlihat sendu, tatapan matanya menyiratkan sebuah penyesalan. Penyesalan yang mungkin akan sulit di tebusnya, Edward Kusuma yang saat kecelakaan itu lewat di jalan sepulang menemui kliennya, melihat jalanan macet dan orang-orang berkerumun membuatnya sangat penasaran sehingga memutuskan untuk melihat apa yang sedang di kerumuni oleh orang-orang tersebut.


Dan alangkah terkejutnya saat melihat Pak Iwan menggendong Kanaya dengan keadaan panik berteriak meminta tolong tubuh Kanaya yang di lumuri darah membuatnya semakin shock tanpa berpikir panjang menghampiri Pak Iwan dan meraih Kanaya menggendongnya dan membawanya kedalam mobil.


Edward Kusuma yang tanpa sadar mulai merasakan benih cinta pada Kanaya, merasa terpukul melihat keadaan Kanaya, hatinya yang dipenuhi dengan kecemasan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit, dan mendonorkan darahnya untuk ibu dari anaknya itu.


Dengan memberanikan diri Edward Kusuma memasuki kamar Kanaya, melihat Edward masuk kedalam kamar Kanaya. Richard menghampirinya dengan tatapan tajam dan dingin, lalu menarik kerah bajunya, Pak Iwan yang melihatnya menghampiri Richard dan berkata.


"Tuan biarkan Tuan Edward melihat nona Kanaya, beliau adalah yang menolong nona Kanaya mendonorkan darahnya," ucap Pak Iwan.


Mendengar perkataan Pak Iwan, Daddy Ded dan Mommy Lingga serta Richard sontak terkejut.


"Biarkan aku melihatnya Chard," ucap Edward Kusuma menatap Richard dengan tatapan mata memohon dan menghiba.

__ADS_1


"Aku tahu aku pernah melakukan kesalahan pada Kanaya, dan ijinkan aku untuk menebus semua kesalahan ku di masa lalu, aku mohon,"ucap Edward lagi.


"Aku mohon apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan kesempatan itu," ucapnya lagi.


"Sedikit pun aku tidak mempercayai mu," ucap Richard tajam.


"Aku tahu kau tidak akan percaya padaku bahkan seluruh keluarga mu tidak akan mempercayai ku, tetapi kali ini percayalah, apa yang ku katakan adalah benar, aku akan membuktikan pada kalian bahwa aku telah berubah, aku kembali ke sini hanya untuk menebus semua kesalahan ku dan menyerahkan sisa hidup ku untuk ibu dari anak ku dan juga anak ku Gerald.


"Kalian boleh saja tidak mempercayai semua perkataan ku, mengingat semua perbuatan ku pada Kanaya, tapi saat ini aku mohon berikan sedikit kesempatan pada ku, dan pada saat Kanaya sembuh ijinkan aku untuk menikahinya dan menggantikan 10 tahun, dengan semua sisa umur ku, dan aku berjanji akan aku buktikan semua perkataan ku," ucap Edward seraya menatap Richard dengan pandangan memohon dan menghiba.


"Kau ikut aku," ucap Richard seraya menarik kerah baju Edward Kusuma keluar dari ruangan Kanaya.


Setelah Richard melepaskan cengkramannya, Edward pun berkata.


"Aku tahu ini akan sangat sulit, tapi kali ini aku tidak akan mundur lagi. Selama ini aku diam tanpa melakukan perlawanan karena aku tahu aku bersalah pada Kanaya dan putra ku, aku sangat menyesal, aku begitu shock melihat kenyataan bahwa Kanaya adik mu.


"Selama ini aku mencarinya tapi aku tak menemukannya, aku bertemu Kanaya saat di Perancis, tetapi saat aku ingin mendekatinya dia menghilang, aku menunda kepulangan ku saat itu hanya untuk mencarinya tetapi sangat sulit menemukannya dan saat aku kembali ke Indonesia, kita bertemu dan kau mengajak ku ke mansion mu, saat itu aku sangat terkejut melihat Kanaya dan juga Gerald.


Edward menghela nafas panjang tanpa melanjutkan perkataannya. kemudian mengingat saat beberapa Orang anak buahnya pulang dengan memar di sekujur tubuhnya saat diperintahkan untuk mengikuti Kanaya dan Gerald agar Edward mengetahui apa kegiatan mereka dan berusaha mencari kesempatan untuk berbicara dengan ibu dari anaknya dan juga putranya, tapi sayang mereka pulang dengan wajah yang tak berbentuk.


"Kita berteman sejak lama dan kau tahu bagaimana aku, dan siapa aku, dan kau berhasil membuat perusahaan ku bangkrut, aku berusaha payah mengembalikan perusahaan ku menjadi stabil dan kembali ke negara ini untuk membuktikan aku mampu dan bisa membuat hidup Kanaya dan Gerald seperti apa yang kalian berikan," ucap Edward.


"Sangat sulit menjangkau adik mu, begitu pun dengan Gerald, anak itu benar-benar melindungi maminya, saat melindungi maminya dia berubah menjadi pria dewasa, sangat dingin tak memberikan sedikit pun celah pada ku," ucap Edward.


Kemudian teringat setelah pembicaraan di taman rumah sakit itu. Dan keesokan harinya dia menghubungi Gerald hanya untuk menyapanya dan menanyakan kabar Kanaya, tetapi semua telponnya tak diangkatnya bahkan pesan WhatsApp nya pun tak dibalasnya. lalu Edward pun menatap Richard.


"Kali ini aku tidak akan mengalah lagi, aku akan melakukan apapun demi Kanaya dan juga Gerald." ucap Edward tajam.


"Cihhh demi Kanaya dan juga Gerald," ucap Richard dengan nada penuh ejekan dan meremehkan perkataan Edward. Lalu mendekatinya dan menatapnya tajam dengan nada dingin Richard pun berkata.


"Sekali lagi kau menyakiti adik kesayangan ku dan keponakan ku, maka saat itu aku tidak akan pernah memberi mu ampun, dan akan benar-benar menghabisi mu, dan akan membuat mu kehilangan segalanya sampai kau merangkak tak bisa bangkit berdiri lagi, ingat dan camkan itu," Kemudian Richard melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar rumah sakit dimana Kanaya terbaring tak berdaya. Langkahnya terhenti ketika mendengar perkataan Edward.


"Aku tahu, aku mengenal mu sangat mengenal mu, dan apa yang kau katakan akan kau lakukan seorang Richard Bimantara tak pernah mengingkari perkataannya apalagi jika menyangkut orang-orang yang disayanginya, tak perduli bagaimana dia melakukannya tetapi setiap perkataannya adalah kehendaknya," seraya menatap wajah Richard Edward pun berkata lagi.

__ADS_1


"Tetapi kali ini, aku Edward Kusuma, tak akan pernah sedikit pun mundur dan aku katakan pada mu, aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan yaitu hidup ku, adik mu dan juga anak ku, apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan mereka, ingat dan camkan itu," Tatapan mata Edward menatap mata Richard. kedua pria tampan itu saling menatap tajam, dan pandangan mereka penuh ancaman, keduanya tak ingin saling mengalah. Hingga akhirnya Richard berkata.


"Apapun yang kau katakan tidak akan mengubah keadaan, kau lah pembuat hidup adik ku menderita, dan kau tidak pantas mendapatkan adik ku, kau tidak pantas mendapatkan berlian, kau tidak pantas mendapatkan princess keluarga Bimantara,"


"Yang pantas kau dapatkan adalah wanita seperti mantan kekasih mu yang murahan itu," ucap Richard lagi.


"Mungkin aku tidak pantas untuk adik mu, tetapi kau harus ingat Gerald adalah anak ku, darah daging ku, dan tidak ada yang lebih pantas dari ku untuk menjadi ayah baginya," ucap Edward dengan tajam.


"Keponakan ku tidak membutuhkan ayah seperti mu," ucap Richard tak kalah tajam dan dingin.


"Itu menurut mu, tetapi belum tentu menurut Gerald, aku tahu semua yang terjadi pada anak ku, bagaimana dia di hina oleh temannya, bagaimana perasaannya, bagaimana dia menatap iri pada temannya saat bersama ayah mereka, Apakah kau tahu itu?" tanya Edward.


"Aku tahu semua tentang keponakan ku," ucap Richard dingin.


"Kau tahu tetapi kau tidak tahu apa yang dirasakannya," ucap Edward tak kalah dinginnya.


"Kekosongan hati nya sama seperti ku, saat melihat para ayah bersama putranya bermain bersama, aku iri melihat mereka, aku ingin melakukan itu bersama anak ku, kau tidak tahu ikatan batin seorang anak pada ayahnya dan ikatan batin seorang ayah pada anaknya.


"Apa yang Gerald rasakan sama seperti apa yang aku rasakan, selama ini semua orang menganggap bahwa hanya seorang ibu yang memiliki ikatan batin pada anak-anak mereka karena mereka terlahir dari rahim ibu mereka, tetapi mereka tidak menyadari para ayah pun akan merasakan hal itu karena dalam tubuh seorang anak mengalir darah dari pria yang menyandang status Sorang ayah," ucap Edward lagi.


"Tetapi sayangnya kau bukan ayah dari keponakan ku," ucap Richard tajam menohok hari Edward.


"Kau salah, Gerald anak ku, darah daging ku, kau tidak bisa mengingkari itu," ucap Edward tajam.


"Cihhhh...!" kau lupa bagaimana kau meminta adik ku untuk menggugurkan kandungannya?" tanya Richard menatap tajam Edward dengan penuh amarah mengingat bagaimana adiknya menangis saat menceritakan semua yang dikatakan oleh Edward.


"Bersyukurlah karena saat ini kita berada di rumah sakit sehingga aku tak mematahkan leher mu itu," ucap Richard dengan nada dingin kemudian melangkahkan kakinya memasuki kamar Kanaya.


Edward menghembuskan nafas gundah, Dia tahu tak mudah mendapatkan Kanaya dan juga putranya, tetapi sejak kembali ke Jakarta dia sudah bertekad apapun yang terjadi akan di hadapinya untuk mendapatkan Kanaya dan juga Gerald putranya. Dia tidak tahu apa yang dirasakannya pada Kanaya tetapi yang dia tahu ada sesuatu di dalam hatinya yang tak bisa dipungkirinya, wajah Kanaya yang dingin, selalu terbayang dipelupuk matanya, dan saat diam-diam mengikuti Kanaya dan melihat Kanaya tersenyum dan tertawa bersama Putranya, membuatnya semakin terpikat oleh kecantikannya.


"Kali ini apapun akan aku lakukan untuk mendapatkannya, tidak akan ku biarkan siapapun menghalangi ku, aku Edward Kusuma akan mendapatkan Kanaya dan juga Gerald putra ku, itu janji ku," ucap Edward, kemudian melangkahkan kakinya memasuki kamar Kanaya.


Di dalam terlihatlah Daddy Ded dan juga mommy Lingga yang berdiri disebelah brankar tempat tidur Kanaya, Mommy Lingga menangis terisak, di pelukan Daddy Ded. Mereka begitu terpukul melihat kondisi Kanaya.

__ADS_1


__ADS_2