Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 83. I Love You So Much Kanaya Bimantara


__ADS_3

Kemudian Edward menghela nafas panjang dan menatap Kanaya terulas senyum bahagia di wajahnya.


"Berhari-hari aku mencari peri kecil itu, dan aku tidak menemukannya dan akhirnya Papi dan Mami mengajak ku pulang,"ucap Edward.


"Hingga suatu hari kejadian malam naas itu terjadi, aku mencari informasi tentang perempuan yang telah aku tiduri karena jebakan wanita sialan itu.


"Dan saat aku menemukan fakta bahwa wanita yang aku tiduri itu ternyata peri kecil ku, aku sangat terkejut saat itu aku benar-benar hancur seperti puluhan martil memukul ku, dan saat peri kecil ku tiba-tiba muncul dan menghadang mobil ku, aku sangat terkejut,"ucap Edward.


Kemudian matanya menatap lurus kedepan teringat bagaimana dia terpaksa menghina dan memperlakukan Kanaya seperti wanita murahan.


"Aku terpaksa melakukan itu jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi padanya, Amelia adalah wanita yang sangat kejam apapun akan dilakukannya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, hubungan kami saat itu sudah selesai, tetapi dia melakukan sesuatu yang membuat ku harus mengikuti semua keinginannya.


Dia mengancam ku akan melukai Kanaya jika aku tidak kembali padanya, alasan yang klise tetapi aku sangat ketakutan mendengar ancaman itu, aku tidak tahu mengapa dia bisa mengetahui tentang Kanaya tetapi dia memperlihatkan foto Kanaya pada ku, saat dia keluar dari kamar hotel itu, aku sangat terkejut. aku meminta orang-orang ku untuk mencari tahu bagaimana Amelia bisa mengetahui segalanya dan dua hari kemudian barulah aku mengetahuinya jika malam itu Amelia ada di hotel yang sama bersama kekasihnya."ucap Edward lalu berkata lagi.


"Itulah sebabnya aku melakukan hal yang tidak pantas aku katakan padanya, bahkan di bandara itu, aku berpikir dengan melakukan itu Kanaya akan pergi sejauh mungkin dari ku dan setelah permasalahan ku selesai aku akan mencarinya dan meminta maaf pada Kanaya.


Tetapi ternyata sangat sulit untuk mencari Kanaya bertahun-tahun aku mencarinya hingga aku menemukannya di Perancis di restaurant itu Peri kecil ku telah berubah, sangat dingin,"ucap Edward tersenyum miris, kemudian menatap Kanaya.


"Dalam hitungan detik saat aku mengedipkan mata untuk memastikan apakah dia Kanaya ku, tiba-tiba dia menghilang, aku mengejarnya mencarinya tetapi aku tidak menemukannya, hingga aku kembali ke Indonesia dan bertemu Richard dan datang ke mansion ini jika kau memiliki penyakit jantung mungkin saat itu aku sudah mati,"ucap Edward. kemudian menghela nafas panjang dan menghembuskannya kembali. Lalu berkata lagi


"Melihat Kanaya menatap ku tajam dan melihat seorang anak laki-laki yang mirip dengan ku, dan belum sempat aku mengatakan apapun, aku sudah mendapatkan pukulan,"ucap Edward seraya tersenyum mengejek dirinya sendiri.


"Dan selanjutnya kalian semua tahu apa yang kalian lakukan pada ku dan juga keluarga ku,"ucap Edward menyudahi kisah masa lalunya.


"Tetapi ada satu hal yang tidak pernah aku sesali lepas dari semua apa yang terjadi, karena kejadian malam itu aku menemukan kembali lagi peri kecil ku yang telah memberikan ku seorang anak,"ucap Edwar seraya tersenyum lembut pada Kanaya tatapan penuh cinta jelas terlihat di kedua matanya.

__ADS_1


"Mengapa kamu tidak menceritakan semua itu pada kami?"tanya Papi Edward.


"Apakah kalian akan mempercayai ku? aku sudah berusaha menjelaskan pada kalian tetapi kalian tidak pernah memberi ku kesempatan untuk berbicara yang bisa kalian lakukan hanya memukuli ku,"ucap Edward seraya tertawa.


"Aku tidak membela diri ku saat itu karena aku merasa aku pantas mendapatkan hukuman dari kalian,"ucap Edward seraya menghela nafas panjang.


"Tetapi saat ini aku bersyukur pada Tuhan dan takdir karena aku telah menemukan cinta sejati ku dan sebentar lagi aku akan menikahinya,"ucap Edward tersenyum dengan penuh kebahagian.


Semua mata memandang Edward ada rasa kagum dan juga rasa iba mengingat bagaimana mereka menghajar Edward dan juga memberikannya pelajaran demi pelajaran jika dipikirkan kembali bisa saja saat itu. Tetapi sedikitpun Edward tidak menyerah dan dia datang kembali dengan versi terbaiknya dan berjuang mendapatkan cintanya kembali.


"Dan aku berterima kasih pada mereka semua yang telah menjebak kami karena mereka aku menemukannya,"ucap Edward. Kemudian bangkit berdiri menghampiri Kanaya. Lalu menarik tangan Kanaya dengan lembut, hingga Kanaya pun bangkit berdiri.


Kemudian Edward membuka kaitan kalung liontinnya dan memakaikan kalung liontin itu pada Kanaya.


"I love you so much Kanaya Bimantara, you are my life, my heart and my world," ( aku sangat mencintai mu Kanaya Bimantara, kamu adalah hidup ku, hati ku dan juga dunia ku ) ucap Edward.


Kemudian tersenyum menatap Kanaya lalu mengecup keningnya dengan lembut lalu berkata lagi.


"Don't leave me alone again."( jangan tinggalkan aku sendiri lagi )


"Never will i leave you," ( tidak akan pernah aku meninggalkan mu )Ucap Kanaya kemudian menatap wajah Edward dengan tatapan penuh cinta dan senyum bahagia. Lalu mereka pun saling memeluk erat dan berkata.


"I love you Edward Kusuma, I love you Kanaya Bimantara,"secara bersamaan mereka mengucapkan cinta dan perasaan mereka.


Semua yang melihat mereka tersenyum penuh kebahagian melihat pasangan yang telah menemukan cinta sejati mereka.

__ADS_1


"Akhirnya takdir mempertemukan dan juga mempersatukan kembali dua keluarga,"ucap Kakek Pratama.


Kemudian bangkit berdiri dari kursi yang di dudukinya lalu merengkuh Kanaya dan Edward, membawa mereka kedalam pelukannya kedua matanya meneteskan air mata. Lalu Kakek Pratama merenggangkan pelukannya dan menatap Kanaya serta Edward.


"Kau sangat mirip dengan adik ku Seila Kasendra,"ucap Kakek Pratama. Kedua matanya menatap wajah Kanaya dengan tatapan sendu. Kemudian menatap Edward dan berkata lagi.


"Aku melihat sosok adik ku pada Kanaya dan aku meminta dan berharap jagalah dia jangan sampai sayapnya patah."


"Aku berjanji kek, aku akan membahagiakan Kanaya sepanjang sisa usia ku,"ucap Edward dengan nada tegas lalu menoleh menatap Kanaya dan berkata.


"Aku tidak mungkin membiarkan dunia dan juga hidup ku terluka, lukanya adalah luka ku dan dukanya adalah duka ku, dan jika ada luka ataupun duka sedikit saja dalam hidupnya sama halnya nyawa ku terenggut,"ucap Edward. Seraya tersenyum menatap Kanaya.


Kemudian kembali menatap kakek Pratama dan berkata lagi.


"Dan jika aku melakukan kesalahan aku akan datang sendiri pada Kakek dan meminta hukuman ku."


"Aku pegang janji mu Edward Kusuma..! di depan semua orang yang ada disini, di depan orang tua mu dan juga orang tua Kanaya, jika setetes saja air mata keluar dari mata indah Kanaya kami, maka aku sendiri yang akan memberikan hukuman pada mu. Aku Pratama Kasendra dengan tangan ku sendiri akan memberikan mu hukuman jika itu terjadi,"ucap Pratama Kasendra. Dengan nada tegas dan dingin tatapannya tajam menatap Edward Kusuma. Lalu membalikkan tubuhnya pada semua orang, kedua matanya menatap mereka satu persatu lalu berkata lagi.


"Kanaya Bimantara adalah simbol dari Klan keluarga Kasendra dan dia adalah putri dari Keila Kasendra lambang keadilan, kehormatan dan juga martabat Kasendra itulah sebabnya mengapa terjadi masalah ini kedepannya kalian harus berhati-hati karena akan banyak yang menginginkan Kanaya Bimantara Kasendra."ucap Kakek Pratama.


Lalu kedua matanya menatap lurus kedepan kilatan di kedua matanya terlihat jelas di mata orang-orang yang melihatnya, seketika semua orang bergidik ngeri melihatnya, udara terasa dingin menusuk pori-pori kulit mereka. Lalu Opa Hendra bangkit berdiri dan merengkuh Kakek Pratama membawanya dalam pelukannya kemudian mereka pun berpelukan. Lalu terdengarlah isakan dari kakek Pratama isakan yang terdengar sangat rapuh dan menyayat hati sehingga membuat semua orang bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi. Kisah pilu yang menyayat hati yang tak mereka ketahui yang membuat kakek Pratama menangis pilu menyesakkan dada bagi yang melihatnya. Mommy Lingga menghampiri Kakek Pratama lalu mendekat dan berkata.


"Paman bisa berbagi dengan kami,"ucap Mommy Lingga.


"Kau akan mengetahui segalanya karena kau adalah Kasendra."ucap Kakek Pratama kemudian melepaskan Pelukannya dan menatap Mommy Lingga.

__ADS_1


__ADS_2