
Pukul 8 pagi, Edward dan Kanaya yang masih tertidur pulas tersentak kaget mendengar pintu di ketuk dengan sangat keras.
"Mamiiii, Papiiiiii bangunnnn,"teriak Gerald.
"Astaga anak itu, kenapa lagi teriak-teriak?"sungut Edward. seraya menggeliatkan tubuhnya lalu menatap wajah Kanaya.
"Mamiiiiii, Papiiiii,"teriak Gerald lagi.
"Nggak sabaran banget,"ucap Edward.
Kemudian Edward dan Kanaya bangkit dari tempat tidur.
"Untung aja tadi subuh udah pake baju,"sungut Edward. seraya turun dari tempat tidur melangkahkan kakinya berjalan menuju pintu membukakan pintu untuk Putranya.
Kanaya hanya menggelengkan kepala mendengar sungutan Edward. Lalu mengikuti Edward turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.
"Papi lama banget sih buka pintunya, aku cape berdiri di luar,"sungut Gerald.
"Kemu kenapa sih teriak-teriak Ge?"tanya Edward.
"kayak di hutan aja,"ucapnya lagi.
"Habis lama udah di tungguin di bawah sarapan pagi, lagian bangun jam 8 sih,"sungut Gerald.
"Mami kemana?"tanya Gerald, seraya menatap sekeliling kamar mencari sosok Maminya.
"Mami lagi mandi,"jawab Edward.
"Kamu sudah makan?"tanya Edward.
"Belum, nunggu Mami,"jawab Gerald.
"Jadi nggak nungguin Papi nih?"tanya Edward.
"Hehehehe,"Gerald tertawa kecil, seraya menatap Papinya.
"Nungguin dong,"ucap Gerald lagi.
kemudian berjalan menghampiri sofa lalu duduk di sofa tersebut.
"Kenapa sih? bangunnya siang banget?"tanya Gerald.
"Semalem kan para orang tua tidurnya tengah malam jadi ya bangunnya kesiangan deh,"jawab Edward.
"Uncle Richard, aunty Cintya, Opa dan Oma tidurnya juga malem tapi bangunnya cepet,"ucap Gerald.
"Mereka kan beda,"jawab Edward.
"Beda?"tanya Gerald mengerutkan keningnya.
Tak lama kemudian Kanaya muncul dari dalam kamar mandi tubuhnya di balut jubah mandi serta handuk yang membungkus rambutnya. wajahnya terlihat segar membuat Edward terpesona memandangnya dalam benaknya berkata.
"Indahnya istri ku sehabis mandi."
"Papi mandi dulu gih,"ucap Kanaya.
__ADS_1
Kemudian melangkahkan kakinya berjalan menuju lemari hotel dan mengambil handuk bersih, lalu menyerahkannya pada Edward.
"Oke.. mam,"ucap Edward, kemudian bangkit berdiri dari sofa menghampiri Kanaya dan mengecup kedua pipinya.
"Morning honey,"ucap Edward seraya tersenyum.
"Aishh.., main cium aja,"seru Gerald.
"Biarin wekkkk...!"seru Edward, seraya menjulurkan lidahnya pada Gerald.
"Kayak anak kecil aja,"ucap Gerald, seraya mendelikkan matanya pada Edward.
"Udah-udah, Papi mandi sana,"ucap Kanaya, seraya bertolak pinggang menatap Edward.
"Hehehe,"tawa Edward.
Kemudian berjalan menuju kamar mandi.
"Mami ganti baju dulu, kamu ke Oma ya,"ucap Kanaya.
"Oke Mami,"ucap Gerald.
Kemudian mengecup kedua pipi maminya dan berjalan keluar dari kamar. Kanaya menatap kepergian putranya hingga menghilang di balik pintu, kemudian dia pun membalikkan tubuhnya berjalan menuju koper yang teronggok di depan lemari hotel, lalu Kanaya mengambil sebuah gaun berwarna hitam yang pas di badannya lalu membuka koper Edward mengambil sebuah kemeja berwarna putih dan celana jeans biru.
setelah meletakkannya diatas tempat tidur. Lalu Kanaya memakai baju nya dan merias tipis wajahnya dengan make up Natural. Kemudian mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, Edward berjalan mendekati Kanaya dan memeluknya dari belakang.
"Cantiknya istri ku,"ucap Edward Seraya mengecup pipi Kanaya.
Kanaya tersenyum menatap Edward dari cermin yang ada di depannya. lalu berkata.
"Oke Mami sayang,"ucap Edward patuh.
Kemudian melepaskan pelukannya berjalan menuju tempat tidur di mana Kanaya telah meletakkan pakaiannya, lalu membuka handuknya dan memakai celana boxer nya, lalu memakai kemeja dan juga celana jeans-nya, Kanaya hanya memperhatikan suaminya dari depan cermin dengan tatapan kagum, melihat tubuh atletis yang memamerkan kekekaran otot-otot tubuh suaminya. setelah berpakaian Edward membalikkan tubuh dan menatap Istrinya.
"Bagaimana? aku udah ganteng kan?"tanya Edward seraya tersenyum lembut.
"Ganteng banget,"jawab Kanaya lalu membalas senyuman Edward. Kemudian membalikkan tubuhnya sehingga berhadapan dengan Edward, lalu berkata.
"Turunkan sedikit tubuh mu."
"Oke,"ucap Edward.
Kemudian menurunkan tubuhnya sedikit sehingga sejajar dengan tinggi Kanaya. Lalu Kanaya menyisir rambut Edward hingga rapih kemudian berkata.
"Sudah bertambah ganteng."
"Makasih istri ku sayang,"ucap Edward. Kemudian mengecup lembut bibir istrinya.
"Aishh rasanya malas aku keluar dari kamar ini,"ucap Edward. Seraya berdecak.
"Kita keluar sekarang,"ucap Kanaya yang mengerti arti dari ucapan suaminya itu. Kemudian menarik tangan Edward berjalan keluar dari kamar hotel menuju restaurant dimana keluarganya sudah menunggu.
"Yang, kita sarapannya di kamar aja ya?"tanya Edward seraya merajuk.
"Nggak, kita sarapan pagi bareng mereka,"jawab Kanaya
__ADS_1
"Paling mereka udah sarapan,"ucap Edward.
"Nggak apa-apa,"ucap Kanaya dengan nada tegas.
"Aishhh sayang ini,"ucap Edward merajuk.
"Jalannya cepetan,"ucap Kanaya.
"Iya,"ucap Edward kesal
Kemudian menggenggam telapak tangan Kanaya, mereka pun berjalan menuju restaurant hotel, menghampiri keluarganya yang telah lama menunggu mereka.
"Dasar semprul, kita sampai jamuran nunggu kalian,"ucap Richard.
"Iya bener, aku sampai kelaparan,"ucap Gerald dengan mimik memelas.
"Maaf ya nak,"ucap Kanaya seraya tersenyum menatap Gerald.
Sementara itu Edward menarik sebuah kursi dan mempersilahkan Kanaya duduk, setelah Kanaya duduk dia pun menarik kursi di sebelahnya dan mendudukkan tubuhnya.
"Yang pengantin baru,"ucap Cintya dengan nada menggoda.
"Aishhh, udah ketularan Kak Richard kamu Cin,"ucap Kanaya.
"Harus dong,"ucap Richard seraya mengedipkan sebelah matanya pada Cintya.
"Tuh mata nggak usah di kedipin deh entar kelilipan baru nyaho loe,"ucap Edward dengan nada mengejek.
"Terserah gue dong, mata gue ini, elo yang sewot,"ucap Richard mengejek Edward.
"Ngapain gue sewot sama elo, nggak mutu,"ucap Edward tak mau kalah.
"Stoppp, aku laparrrrr,"seru Gerald seraya memukul-mukul meja restaurant.
"Nak, mejanya jangan dipukul-pukul gitu dong,"tegur Kanaya.
"Habis mereka berantem mulu, aku sudah sangat kelaperan mam,"seru Gerald.
"Ya udah ayo makan, lagian kamu kenapa nggak makan aja sih?"tanya Kanaya.
"Nungguin kamu tuh Nay, dari tadi mommy suruh sarapan nggak mau, katanya nunggu mami,"ucap Mommy Lingga.
"Ya ampun maafin Mami ya,"ucap Kanaya lalu berkata lagi.
"Ya udah mami suapin deh."
"Nggak mau aku udah gede,"ucap Gerald, kemudian membalikkan piringnya dan mengambil hidangan sarapan pagi. dengan lahap Gerald menyantap nasi goreng seafood kesukaannya.
"Makannya pelan-pelan nak,"ucap Kanaya.
"Oke mam,"ucap Gerald dengan mulut yang masih penuh dengan nasi goreng. Kanaya menatap Gerlad dengan penuh penyesalan lalu membalikkan piring Edward kemudian berkata.
"Papi mau makan apa?"tanya Kanaya.
"Nasi goreng seafood aja yang,"jawab Edward. kemudian Kanaya mengambil nasi goreng seafood dan menaruhnya diatas piring Edward lalu memberikannya pada Edward.
__ADS_1
Kemudian Kanaya pun mengambil sandwich untuk dirinya sendiri lalu menyantapnya. sementara itu Daddy Ded dan juga Mommy Lingga tersenyum menatap pasangan pengantin baru itu begitu pun dengan kedua orang tua Edward dan Richard serta Cintya, seulas senyum terlihat di wajah mereka, lalu mereka pun menikmati hidangan sarapan pagi dalam diam hanya suara sendok dan garpu yang sesekali terdengar.