
Setelah melakukan Fitting baju, Kanaya,Edward dan juga Gerald, meninggalkan butik, sepanjang perjalanan di dalam mobil, wajah mereka menampakkan kebahagian, sebuah kebahagiaan yang tak pernah mereka bayangkan dulu, sekarang kebahagian itu ada di depan mata mereka hanya selangkah lagi maka kebahagian itu akan mereka dapatkan.
"Kita mau kemana nih sekarang?"tanya Edward.
"Langsung pulang aja, anterin Gerald, aku mau ke perusahaan, banyak yang harus aku kerjakan,"ucap Kanaya.
"Inget loh Nay, jaga kesehatan mu,"ucap Edward tegas seraya melirik Kanaya.
"Iya pasti,"ucap Kanaya seraya tersenyum.
"Mam,aku boleh main ke mansion Oma dan Opa Kusuma?"tanya Gerald.
"Boleh Nak,"jawab Kanaya.
"Yess,"seru Gerald.
"Tapi jangan nakal ya,"ucap Kanaya.
"Oke mam,"jawab Gerald.
"Sekalian kamu nginep aja di mansion Oma dan Opa mu,"ucap Edward.
"Boleh Pi,"jawab Gerald.
"Boleh ya mam?"tanya Gerald.
"Boleh asal jangan ngerepotin Opa sama Oma Kusuma aja,"jawab Kanaya.
"Gak mungkin lah Nay, di repotin sama cucunya juga gak apa-apa,"ucap Edward.
"Tuh kan mam,"ucap Gerald.
"Gak boleh,"ucap Kanaya dengan nada tegas.
"I know mam,"ucap Gerald seraya nyengir pada maminya memamerkan giginya yang putih.
Tak lama kemudian mobil sampai di mansion Kusuma, setelah memarkirkan mobil, Edward, Kanaya dn juga Gerald keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju mansion Kusuma.
"Opaaaa, Omaaaa,"teriak Gerald.
"Gerald ini bukan hutan,"ucap Kanaya menegur putranya.
"Maaf mam, heheheee,"ucap Gerald seraya tertawa kecil.
"Biarin aja sih Nay,"ucap Edward.
"Wahhh, ada cucu Oma,"ucap Mami Edward seraya tersenyum lebar menatap Gerald. kemudian menghampirinya dan memeluk Gerald.
"Senengnya di kunjungi cucu,"ucap Mommy Edward.
"Bener Oma?"tanya Gerald.
__ADS_1
"Bener dong, harusnya itu kamu sering-sering kesini, jadi cucu kok pilih kasih sama Oma nya,"ucap Mami Edward sendu.
"Maaf Oma, aku baru sempet sekarang soalnya aku kan sibuk belajar Oma,"ucap Gerald.
"Janji ya, harus sering-sering kesini, Oma kesepian tahu gak?"ucap Mami Edward
"Kamu hari ini nginep di sini ya?"tanya mami Edward lagi.
"Siap Oma,"jawab Gerald.
"Tapi sekarang aku mau minta makan, aku lapar Oma,"ucap Gerald seraya menatap wajah Oma dengan mimik memelas.
"Ele ele, kasian cucu Oma,"ucap Mami Edward.
"Ayo,"ucapnya lagi seraya menarik tangan cucunya itu.
"Miii,"seru Edward.
"Cucu nya Dateng anak sama mantunya di cuekin, suruh duduk kek,"seru Edward.
"Astaga,"seru Mami Edward seraya menepuk keningnya.
"Nay, maaf mami lupa saking senengnya Gerald kesini,"ucap Mami Edward lalu membalikkan tubuhnya menghampiri Kanaya. lalu Kanaya mengulurkan tangannya dan mencium tangan Mami Edward. lalu berkata.
"Nggak apap-apa mami,"ucap Kanaya seraya tersenyum lembut. mendengar perkataan Kanaya mami Edward tertegun dan menatap wajah Kanaya, lalu seulas senyum bahagia, terlihat di wajahnya.
"Omaaa,"seru Gerald.
"Eh.., jangan pulang, sekarang makan ya,"ucap Mami Edward. Edward melihat ketiga orang yang dikasihinya itu, tampak bahagia lalu menatap Kanaya dan berkata.
"Makasih sayang,"ucap Edward seraya memeluk Kanaya dan mencium Pipinya.
"Papiiii,"seru Edward.
"jangan cium-cium mami aku terus,"ucapnya seraya memelototkan kedua matanya.
"Iya iya, nggak,"ucap Edward.
"Ishh..., punya anak kok cerewet amat, galak lagi,"ucap Edward.
"Abis Papi nyosor terus, mata ku jadi ternoda tau..!" Seru Gerald seraya mendelikkan matanya.
"Astaga, darimana kamu tahu bahasa seperti itu?"tanya Edward.
"Aku tahu sendiri,"ucap Gerald.
"Udah-udah kenapa kalian jadi berantem gini?"tanya Kanaya, seraya bertolak pinggang, menatap Edward dan juga Gerald. sementara itu Mami Edward terkikik geli melihat putra dan Cucunya.
"Kenapa ketawa sih mam?"tanya Edward.
"Kalian lucu, seru, terima kasih Tuhan, akhirnya mansion ini rame juga, udah lama Mami merindukan suasana mansion seperti ini,"ucap Mami Edward tersenyum lebar, seraya menatap Gerald, Kanaya dan juga Edward, Kedua matanya berkaca-kaca.
__ADS_1
"Oma, aku nggak jadi nginep,"ucap Gerald seraya menatap Omanya.
"Eh, gak bisa, Gerald harus nginep,"ucap Mami Edward.
"Malas,"ucap Gerald dengan nada santai.
"Kok malas?"tanya Mami Edward.
"Malas liat Oma nangis,"ucap Gerald seraya tersenyum menatap Omanya.
"Oma gak nangis,"ucap Omanya.
"Tuh matanya mendung, sebentar lagi tes tes tes, menetes deh,"ucap Gerald.
"Gak tuh, mana?"tanya Mami Edward seraya mengerjakan kedua matanya.
"Gerald udah jangan goda Oma kamu terus, katanya kamu lapar,"ucap Kanaya.
"Udah ayo, jalan,"ucap Kanaya. lalu berkata lagi saat melihat mulut putranya terbuka.
"Tutup mulut mu, dan jalan, kalau disini terus berdiri dan mulut kamu bergerak ngomong terus, kapan makannya,"ucap Kanaya dengan nada tegas.
"Ok mam,"ucap Gerald kemudian menoleh pada Omanya dan berkata.
"Ayo Oma, kita makan."
"Ayo,"ucap Mami Edward lalu mereka pun berjalan menuju ruang makan, sesampainya di ruang makan, mereka menggeser kursi dan mendudukkan tubuh mereka.
"Gerald mau makan apa nak?"tanya Omanya.
"Apa aja Oma,"jawab Gerald.
Lalu Mami Edward mengambilkan nasi dan juga ayam goreng serta sayur SOP untuk Gerald. Sementara itu Kanaya mengambilkan untuk Edward. Tatapan mata Edward tak lepas dari Kanaya yang melayani nya, mengambilkan piring dan lauk pauknya.
"Pi, makan tuh, liatin Mami aku aja gak akan kenyang,"ucap Gerald.
Mami Edward cekikikan mendengar perkataan cucunya sedangkan Kanaya hanya tersenyum. Lalu Kanaya pun mengambil piringnya lalu mengisinya dengan nasi dn juga lauknya. Mereka pun menikmati makan siang mereka dengan nikmat, sesekali mereka terlibat obrolan santai, lalu terdengar tawa bahagia Mami Edward.
Telah lama Mami Edward menginginkan Susana seperti ini, lalu Mami Edward bangkit berdiri menuju ruang tamu dan mengambil handphonenya, kemudian berjalan kembali ke ruang makan dan duduk di kursinya. Kemudian tangan mengambil beberapa foto mereka saat makan siang
"Oma ngapain sih foto-foto segala?"tanya Gerald.
"Sengaja, sebentar lagi ada yang lari terbirit-birit dan terseok-seok pulang ke mansion,"ucap Omanya. Lalu mami Edward mengirimkan pesan gambar pada Papi Edward dengan emoji tertawa.
Papi Edward yang saat itu sedang sibuk memeriksa berkas-berkasnya di atas meja kerjanya, mendengar bunyi pesan WhatsApp, mengambil handphonenya dan membuka pesan tersebut, melihat foto-foto yang di kirim oleh istrinya itu, kedua matanya terbelalak, lalu merapikan semua berkas laporan di mejanya dan berlari keluar dari ruangannya menuju pintu lift.
Sekertarisnya yang melihat bosnya itu lari terburu-buru menatapnya dengan penuh tanda tanya.
"Bos mau kemana?"tanya sebuah suara.
"Eh.., tuan ngagetin aja, nggak tahu tuan, nggak ngomong apa-apa,"ucap sekertaris Papi Edward.
__ADS_1