Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 52. Kanaya Vs Mantan Kekasih Edward


__ADS_3

"Prok


"Prok


Kanaya menatap tajam Edward dan juga Amelia.


"Sayang aku bisa jelaskan,"Ucap Edward seraya melangkahkan kakinya menghampiri Kanaya, sementara itu Amelia menatap Kanaya tajam.


"Apa yang ingin dijelaskan?" tanya Kanaya dingin.


"Aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri, aku tidak buta," ucap Kanaya Dangan tajam, kedua matanya menatap Edward dengan senyum mencemooh.


"Kamu salah paham Nay," ucap Edward.


"Salah paham?"ucap Kanaya, kemudian wajahnya menoleh pada Amelia, dan menatapnya dengan pandangan mencemooh. Amelia berjalan menghampiri Edward dan bergelayut manja pada Edward seraya berkata.


"Sayang dia siapa?" tanya Amelia.


"Minggir kau," ucap Edward seraya menepis tangan Amelia.


"Aku sudah katakan pada mu, menjauhlah dari ku," ucap Edward dingin.


"Sayang kamu kok gitu sih?" tanya Amelia seraya menatap Edward dan menangis.


"Apakah karena wanita itu, kau memperlakukan ku seperti ini?" tanya Amelia di sela Isaknya.


"Dan kau wanita murahan, kau berani mengambil kekasih ku, apakah kau tidak punya hati hah..!" seru Amelia seraya menatap wajah Kanaya.


"Oh kau kekasihnya toh," ucap Kanaya seraya memperhatikan kuku-kuku jarinya.


"Iya betul, asal kau tahu Edward mencintai ku, dan dia tidak kan pernah mencintai mu sedikit pun," ucap Amelia.


"Oh begitu kah?" tanya Kanaya seraya menatap Edward.

__ADS_1


"Sayang jangan percaya wanita itu, kau tahu aku mencintai mu," ucap Edward seraya menatap Kanaya dan memegang wajahnya lalu berkata lagi.


"Tatap aku peri kecil, lihat mata ku,apakah aku berbohong pada mu?"


Kanaya menatap mata Edward tak terlihat sedikit pun kebohongan pada matanya.


"Katakan pada ku, kau percaya pada ku kan?" tanya Edward dengan nada penuh harap pada Kanaya.


"Lepaskan tangan mu," ucap Kanaya kemudian menepis kedua tangan Edward. Melihat Kanaya menepiskan tangan Edward seulas senyum licik dan senyum penuh kemenangan terlihat di wajah Amelia, lalu dengan percaya diri Amelia memeluk Edward dari belakang.


"Sayang ayo kita pergi dari sini, Wanita itu tidak mencintai mu," ucapnya seraya mengusap dada Edward. Dengan penuh amarah Edward menepis tangan Amelia dan membalikkan tubuhnya, dengan suara mengelegar memenuhi salon Edward membentak Amelia.


"Asal kau tahu, wanita ini adalah wanita yang sangat aku cintai, wanita yang sejak lama aku cari, wanita yang paling berharga dalam hidup ku, dia adalah ibu dari anak ku, jangan pernah kau mengatakan itu pada ku, karena aku tahu dia mencintai ku, dan apa kau katakan tadi? kau mengatakan wanita murahan, wanita murahan itu adalah kauuuuu..!"


"Jangan pernah kau berada di sekitar ku, jika kau menampakkan lagi wajah mu,maka kau akan mendapatkan akibatnya..!"


Amarah telah merasukinya dengan nafas tersengal, Edward pun berkata lagi.


"Seandainya kau laki-laki, aku sudah menghajar mu, saat ini,"


"Maaf tuan, nyonya jangan membuat keributan disini,"


"Mendengar perkataan Manajer hotel, Edward menatapnya dengan tajam, sehingga membuat manajer itu bergidik ngeri, dan berjalan mundur. Semua orang berbisik-bisik, lalu Amelia mengambil kesempatan ini untuk mengambil simpati, semua orang.


"Sayang mengapa kau lakukan ini pada ku, setelah kau meniduri ku, lalu mencampakkan ku, begitu saja, apa kurangnya aku?" ucap Amelia seraya terisak.


"Apakah kau tidak ingat karena mu. Aku di usir oleh keluarga ku dan seandainya aku tidak keguguran saat itu, saat ini kita sudah memiliki seorang anak, tapi karena wanita itu menggoda mu, sehingga kau mencampakkan ku begitu saja," ucap Amelia seraya tersedu, matanya melirik Kanaya. Sementara itu Kanaya tak acuh mendengar semua perkataan wanita itu.


"Jangan dengarkan dia Nay, dia itu pembohong," ucap Edward.


"Sekali lagi kau bicara akan ku robek mulut mu," ucap Edward.


"Nay kamu percaya pada ku kan Nay?" tanya Edward seraya menatap Kanaya dengan tatapan penuh harap.

__ADS_1


"Aku tidak percaya sedikit pun pada perkataan," ucap Kanaya menjeda perkataannya, lalu menatap Wajah Amelia dengan tatapan dingin dan tajam, lalu berkata lagi.


"Tapi aku percaya pada bukti yang aku lihat, dan anda tahu," ucap Kanaya seraya menatap wanita itu dan menjeda perkataannya.


"Aku telah menemui banyak wanita di dunia ini, dan aku baru menemukan wanita seperti mu, akting mu itu sungguh payah, jika kau ingin bermain peran dengan ku, anda sangat salah," ucap Kanaya dengan dingin dan tatapan tajam pada Amelia.


Lalu mendekatkan wajahnya pada Amelia seraya berbisik.


"Jangan macam-macam dengan ku, apa yang kau pikirkan terlihat jelas di mata ku, kau tidak bisa membodohi ku, aku bukan wanita bodoh yang bisa kau perdaya. Dan aku tahu wanita seperti mu, wanita yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang kau inginkan, tetapi kali ini kau salah mencari lawan nona,"


kemudian Kanaya menjauhkan Wajahnya serta bersedekap menatap Wajah Amelia yang di penuhi dengan amarah.Mendengar perkataan Kanaya dan tatap mencemooh, dengan geram dan penuh amarah mengangkat tangannya, ingin menampar Kanaya, dandengan gesit Kanaya menangkap tangan Amelia lalu meremas tangan itu.


"Jangan pernah berani mengangkat tangan mu pada ku, sudah ku katakan kau salah mencari lawan," ucap Kanaya seraya menghempaskan tangan Amelia lalu berkata lagi


"Bersyukurlah aku tidak mematahkan tangan mu."


"Kau," seru Amelia, seraya menunjuk Kanaya.


Kanaya hanya menaikkan sebelah alisnya menatap Wanita yang ada di hadapannya itu dengan santai.


"Kau tidak tahu berhadapan dengan siapa," ucap Amelia dengan nada angkuh dan penuh ancaman.


"Aku tahu berhadapan dengan wanita seperti apa?" tanya Kanaya dengan nada malas dan tak acuh. Sehingga membuat Amelia semakin murka. Lalu melangkahkan kakinya satu langkah maju kedepan sehingga jarak mereka sangat dekat matanya menatap tajam mata Kanaya. Lalu mendekatkan wajahnya pada Kanaya dan berbisik di telinganya.


"Sampai kapan pun kau tidak akan memiliki Edward, Dia adalah milik ku, selamanya akan menjadi milikku, kau belum pernah melihat dia mendesah bukan? dia sangat suka menghabiskan malam bersama ku, dan aku yakin tidak lama lagi dia akan mencari ku, untuk menikmati malam panjang bersama ku." Lalu Kanaya pun balas berbisik pada Amelia.


"Kau juga belum tahu bukan? jika pria yang bernama Edward itu hanya melampiaskan nafsunya saja pada mu, dan sedikitpun tidak pernah mencintai mu, dan kau terlalu melambung tinggi nona, hati-hati jika terjatuh akan terasa sangat sakit, dan kau akan terkejut jika aku katakan, bahwa Edward hanya memperalat mu untuk mengusir rasa sepi dan hampanya karena tak menemukan ku saat itu, dan saat dia menemukan ku dia mencampakkan mu, upss.., salah dia mencampakkan mu karena kau tak lebih dari seorang wanita yang rela ditiduri demi u a n g," ucap Kanaya seraya mengeja kata uang. Lalu Kanaya menjauhkan kepalanya menatap tajam wajah Amelia.


Amelia yang mendengar semua perkataan Kanaya, wajahnya memerah menahan amarah tangannya terkepal, lalu menatap Kanaya dan berkata.


"Kau akan mendapatkan balasannya ingat itu," ucap Amelia dengan penuh ancaman.


Kanaya yang mendengar ancaman itu hanya menatap Amelia dengan tak Acuh kemudian menaikkan sebelah alisnya dan berkata

__ADS_1


"Aku tunggu.


__ADS_2