
Semenjak kejadian itu penjagaan terhadap Kanaya di perketat. Bahkan tak segan-segan Deddy Bimantara mengerahkan pengawal bayangan tebaik untuknya.
"Aku bingung dengan keluarga kalian, sepertinya ada yang mereka sembunyikan,"ucap Cintya ketika mereka berada di perusahaan.
"Ya kau benar, aku melihat kejanggalan pada Mommy bahkan pagi ini juga aku melihat kejanggalan itu,"ucap Kanaya.
"Kejanggalan seperti apa itu?"tanya Cintya.
"Entahlah sepertinya mereka menyimpan suatu rahasia yang tidak aku ketahui,"jawab Kanaya.
"Dan sepertinya masa lalu mu belum usai,"ucap Cintya.
"Aku juga merasa seperti itu suatu kesalahan yang kami lakukan di masa lalu, yang ternyata bukan kesalahan kami semua telah di rekayasa,"ucap Kanaya. Seraya menatap Kanaya.
"Karena mereka tahu kakak mu Richard telah bertindak, dan memberikan hukuman pada pion mereka. Lalu mereka bersembunyi dan bodohnya pion itu tidak berbicara jujur pada kakak mu sehingga seluruh keluarga mereka hancur dan terasing di sebuah pulau kecil,"ucap Cintya.
"Dan saat ini dalang dari pion tersebut muncul ke kepermukaan karena mengetahui aku telah kembali dan menggunakan kolega bisnis dan anaknya itu untuk membuat huru hara merusak nama Bimantara dan Kusuma,"ucap Kanaya.
Kemudian menghela nafas panjang lalu menyandarkan tubuhnya di belakang sofa ruangannya.
"Kadang aku menyesal kembali ke tanah air,"ucap Kanaya lagi.
"Kau tidak boleh menyesalinya Nay, Dimana pun kamu berada aku yakin mereka akan menggunakan seribu satu cara untuk menghancurkan kalian,"ucap Cintya.
"Kamu benar Cin, mereka hanya menunggu waktu dan aku curiga mereka telah mengikuti kami sejak kami berada di Perancis,"ucap Kanaya lalu berkata lagi.
"Dan sekarang tugas ku untuk menyelidiki semuanya. aku ingin masalah ini segera tuntas Aku tak ingin mengalami kerumitan hidup seperti ini."
"Aku mengerti Nay, bersyukurlah karena Edward menyadari kesalahannya walaupun tidak sepenuhnya kesalahannya.Tetapi dia dengan berani mempertanggungjawabkan perbuatannya dan semoga saja dengan pernikahan kalian ini dapat membungkam mulut mereka,"ucap Cintya.
"Semoga saja,"ucap Kanaya.
"Waktunya sebentar lagi semua undangan telah di sebar bukan?"tanya Cintya.
"Benar satu Minggu lebih 4 hari Pernikahan akan dilaksanakan,"ucap Kanaya.
"Aku ikut bahagia kamu menemukan cinta sejati mu Nay, dan semoga kamu, Gerald dan juga Edward selalu bahagia dan rumah tangga kalian selalu di berkati oleh Tuhan,"ucap Cintya.
__ADS_1
"Amin. Makasih cin,"ucap Kanaya seraya tersenyum manis menatap Cintya.
"Sama-sama Nay,"ucap Cintya. Kemudian tersenyum membalas tatapan sahabatnya.
"Baiklah sepertinya kita harus bekerja lagi, sebentar lagi pagelaran busana, kita harus ke Bali melihat persiapannya apakah semuanya berjalan dengan baik atau tidak, banyak yang harus kita kerjakan di sana,"ucap Kanaya.
"Lebih baik pagelaran busana di undur, kondisi mu saat ini tidak memungkinkan untuk melakukannya,"ucap Cintya.
"Tapi Cin, kita sudah jauh-jauh hari menyiapkan semuanya, bukan hanya tenaga tetapi juga uang dengan jumlah yang cukup besar bahkan para model kita telah siap,"ucap Kanaya.
"Aku yakin mereka tidak akan keberatan, peragaan Busana ini sangat mereka nantikan karena ini jalan mereka menuju dunia internasional, dan jika masalah uang yang kamu katakan, kau tidak akan jatuh miskin dengan uang itu dan tenaga kita anggap saja kita berolah raga,"ucap Kanaya.
"Olah raga apaan seperti itu hahahaha,"ucap Kanaya seraya tertawa.
"Kamu atur aja Cin, aku percaya pada mu,"ucap Kanaya lagi.
"Sip,"ucap Cintya seraya mengacungkan jempolnya pada Kanaya.
"Bagaimana dengan wanita itu?"tanya Cintya.
"Menurut Kak Richard mereka masih tidak mau mebbuka mulut,"ucap Kanaya.
"Kami belum menemukannya,"jawab Kanaya.
"Sepertinya mereka benar-benar lihay,"ucap Cintya.
"Kau benar,"ucap Kanaya.
"Kali ini Bimantara mendapatkan lawan yang sebanding,"ucap Cintya seraya menatap Kanaya.
Kanaya hanya menggendikkan bahunya lalu berkata.
"Dan aku yakin mereka mengetahui seluk beluk keluarga kami dan juga keluarga Kusuma, yang membuat ku bingung adalah mengapa mereka juga mengincar keluarga Kusuma?"
"Keluarga Kusuma tidak seperti yang kita ketahui selama ini Nay, mereka memiliki bisnis yang lain yang membuat mereka mampu bertahan jika sesuatu terjadi pada Kusuma Group. kamu lihat bukan? kamu dan keluarga telah menghancurkan Kusuma Group dan membuat mereka bangkrut,"ucap Cintya. Seraya menatap Kanaya.
"Tetapi dalam hitungan bulan mereka mampu bangkit dari kebangkrutan dan membuat kembali Kusuma Group berdiri kokoh bahkan semakin kokoh, pamor mereka pun tak pernah hilang di mata kolega bisnis mereka bahkan tidak ada yang mengetahui bahwa Kusuma Group pernah mengalami kebangkrutan, sampai beredar berita tersebut di koran dan juga majalah dan juga siaran TV. itu pun mereka tidak mempercayai berita tersebut bahkan mereka mengira bahwa berita tersebut adalah rumor dan akhirnya jumpa pers itu terjadi dan kamu tahu apa yang terjadi dalam jumpa pers tersebut,"ucap Cintya.
__ADS_1
"Ya benar,"ucap Kanaya.
"Dan sepertinya mereka semakin penasaran karena perbuatan mereka malah mempersatukan Bimantara dan Kusuma sehingga kalian akan semakin kokoh kedepannya dan juga semakin berjaya,"ucap Cintya seraya terkekeh geli.
"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana mereka saat ini, dan aku yakin sekarang ini mereka seperti cacing kepanasan memikirkan bagaimana cara menghancurkan kalian,"ucap Cintya.
"Kau benar dan saat ini mereka seperti kebakaran jenggot memikirkan segala cara untuk membuat kami hancur,"ucap Kanaya seraya tersenyum miris.
"Mereka sudah menanti ini selama bertahun-tahun,"ucap Cintya.
"Dan sepertinya keluarga Kusuma pun telah mengetahui ini, hanya saja mereka bungkam,"ucap Kanaya.
"Dan aku yakin saat ini kedua keluarga telah sepakat melakukan sesuatu,"ucap Cintya.
"Ya kau benar,"ucap Kanaya.
"Sebenarnya siapa Kusuma? dan apa yang di sembunyikan oleh keluarga ku,"ucap Kanaya lagi.
"Sebuah teka teki yang sulit di pecahkan Karena latar belakang kalian,"ucap Cintya.
"Entah menapa aku merasa semua ini berhubungan dengan masa lalu,"ucap Kanaya.
"Dan aku harus mencari tahu tentang semua teka teki ini,"ucap Kanaya.
"Kau benar Nay, aku pun merasakannya. Sepertinya ini berhubungan dengan masa lalu keluarga mu,"ucap Cintya seraya menatap Kanaya lalu berkata lagi.
"Sorry Cin jika aku membuat mu merasa tersinggung, aku merasa perlakuan Daddy dan Mommy mu sangat berbeda dengan perlakuan mereka terhadap kakak mu Richard,dan Richard sedikit pun tidak keberatan bahkan dia rela melakukan apapun demi kamu Nay,"ucap Cintya.
"Tidak ada yang aneh dari kakak ku, dari sejak aku kecil kakak ku sudah seperti itu, mungkin karena kami hanya dua bersaudara,"ucap Kanaya.
"Tidak ada yang salah dengan perlakuan kakak mu, tapi tanpa kamu sadari Richard menjaga mu sedikit berbeda,"ucap Cintya.
"Apa yang berbeda?"tanya Kanaya seraya mengerutkan keningnya. lalu berkata lagi.
"Sifat protektif nya itu berbeda,"ucap Cintya. lalu teringat saat Cintya menghubunginya dan mengatakan bahwa sebuah mobil mengikuti Kanaya, sangat jelas terlihat bagaimana sikapnya walaupun Richard hanya diam selama perjalanan tetapi kedua matanya itu tidak bisa membohongi Cintya.
"Entahlah Cin,"ucap Kanaya.
__ADS_1
"Sepertinya kali ini hidup ku dipenuhi dengan teka teki,"ucap Kanaya lagi.