Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
S2 : Aku Tidak Akan Memaksamu


__ADS_3

Suasana dalam mobil sangatlah canggung. Setelah pembicaraan mereka berdua di alun-alun kota tadi. Jujur saja ada rasa sedikit tenang dalam hati Raja maupun Laila karena mereka sudah mengeluarkan isi hati mereka. Apalagi keduanya sudah menangis tadi.


Meski dengan menangis tidak mampu menyelesaikan masalah, namun dengan menangis hati manusia lebih lega. Seolah saat cairan bening keluar dari pelupuk mata, masalah pun hilang.


"Apa ada yang jahat sama kamu dan anak-anak selama tinggal di desa ini?" Suara Raja membunuh keheningan, membuat Laila menghela nafas panjang. Dia tahu saat ini pria itu ingin mendekatinya, namun dia sedikit tenang dan lega, setelah pembicaraan mereka tadi di alun-alun kota.


"Alhamdulillah, nggak ada. Allah menjaga kami dengan baik selama di sini," balas Laila pelan menatap keluar jendela.


Raja tersenyum tipis. Dia melirik Laila yang tampak anggun dan cantik memakai gamis dan kerudung panjang. Ada rasa senang dalam hatinya, jujur saja dari dia kecil bercita-cita punya istri yang memakai pakaian sopan sesuai akidah Islam.


"Pasti yang suka sama kamu banyak! Eh … maksudku yang suka sama si kembar banyak, karena mereka, 'kan, lucu, cantik dan tampan," ujar Raja gugup.


"Mereka anak baik dan anak-anak di sini semuanya baik. Mereka lugu dan polos, warga di sini juga baik-baik. Jadi, aku suka dan nyaman tinggal di sini. Meski tidak terlalu maju seperti di kota, tapi vibes desa ini seperti jalan 90an."


Laila berbicara dengan jelas dan panjang, dia tak lagi sungkan berbicara banyak pada Raja.


Raja merasa sangat senang. Dia bersyukur kalau Laila sudah mau terbuka sedikit demi sedikit padanya.


Tak lama kemudian mobil Raja terparkir rapi di depan rumah Laila.


"Maaf, aku tidak bisa turun lagi untuk bertemu si kembar. Karena aku buru-buru harus pulang ke kota sekarang juga. Tapi, ini ada sedikit jajan untuk si kembar!" Raja mengeluarkan amplop coklat dari saku celananya.


"Tidak usah. Aku sanggup untuk menafkahi mereka dengan uangku!" tolak Laila dengan nada tegas membuat Raja tersenyum tipis.


"Aku tahu, La. Tapi, mau bagaimanapun darahku mengalir dalam tubuh si kembar. Kita berdua tahu kalau aku ayah kandung mereka, Allah pun tahu! Kalau aku tetap ingkar dan tidak memberi nafkah pada mereka, bisa di lempar aku ke neraka! Kamu sendiri tahu kalau seorang ayah yang tidak menafkahi anak-anak nya maka akan Allah beri hukuman berat di akhirat nanti! Dan aku tidak mau itu terjadi!"


Raja berbicara lemah lembut membuat Laila mau tak mau menerima amplop dari Raja.


"Baiklah, akan aku gunakan uang ini buat biaya mereka masuk TK nanti," ujar Laila membuat Raja menggelengkan kepalanya cepat.


"Jangan! Biaya masuk TK nanti aku yang tanggung. Uang ini belikan pakaian baru, mainan atau apa yang mereka suka. Mulai saat ini kamu kerja buat kebutuhanmu saja, kalau buat anak-anak biar aku yang urus! Terima kasih sudah menjadi ibu yang hebat untuk anak-anakku!" balas Raja serius membuat Laila menundukkan kepalanya. Dia menatap segepok uang yang Raja beri.

__ADS_1


"Aku pamit, terima kasih," ucap Laila tanpa menoleh ke arah Raja langsung turun dari mobil.


Raja tersenyum cerah. Setidaknya dia dan Laila sudah berdamai, meski wanita itu tidak mencintainya lagi. Tetapi, Raja terus akan berjuang.


"Bismillah, semoga ini awal yang bagus untuk kamu ya, Allah," doa Raja dalam hati.


*


*


Prolog.


Laila tertawa dalam hati saat melihat mulut Raja begitu cerewet seperti emak-emak tukang ghibah.


"La, aku tahu aku banyak salah sama kamu. Bahkan, kalau aku tulis kesalahan aku tidak cukup satu jilid, karena terlalu banyak kesalahan yang aku lakukan di masa lalu. Tapi, La! Kali ini kamu dengar saranku, daripada kamu menikah dengan orang yang salah, lebih baik kamu jadi single mom saja. Aku yakin kamu pasti bisa, karena aku tahu yang ada dalam pikiranmu adalah Kebahagiaan si kembar."


"Tidak usah takut juga kalau aku akan merebut mereka dari kamu, karena aku tidak akan melakukan kesalahan lagi. Mereka bahagia bersama kamu, itu saja sudah cukup bagi aku! Nanti kalau ada yang jahat sama kalian terutama anak-anak, ada aku yang akan menghajar mereka. Jadi, jangan menikah lagi, ya! Kalau dia tulus sayang kamu dan si kembar, kalau malah bulus akalnya gimana?"


"Bulus, kayak kamu dulu, 'kan? Deketin aku cuma mau tubuhku doang!" tukas Laila tajam tepat sasaran menusuk hati Raja tanpa harus menikam dengan belati.


Pria itu menelan ludahnya kasar, dia pun hanya bisa terdiam tanpa busa berkata-kata lagi. Karena memang apa yang dikatakan oleh Laila benar.


Tapi, tunggu-tunggu?, Kenapa wanita ini sangat pandai bersilat lidah sekarang. Apa yang Raja katakan, selalu bisa ia balikkan kata-kata Raja lagi.


"Kamu makin pintar ngomong yah. Dulu aja kamu kalem dan lugu," celetuk Raja cemberut membuat Laila tertawa sinis.


"Dulu karena aku bodoh, bisanya dikadalin sama buaya darat seperti mu!" balas Laila kembali sarkas membuat Raja menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Dia merasa sangat kesal pada dirinya sendiri, terlalu banyak celah bagi Laila untuk membalas perkataannya.


"Ekhm … aku udah taubat, La," cicit Raja pelan.


Laila memutar bola matanya malas.

__ADS_1


"Jadi, maksudmu aku tidak boleh menikah lagi. Terus kamu bisa hidup tenang dengan istri dan anakmu?" tanya Laila dengan nada dingin teringat sosok Medina.


Raja menaikkan sebelah alisnya. Dia bingung dengan pertanyaan Laila.


"Siapa yang menikah dan punya anak?" tanya Raja heran.


"Nggak usah pura-pura bodoh, istri kamu si Medina dan anakmu si pangeran!" tukas Laila membuat raut wajah Raja masam.


"Aku udah cerai sama Medina lima tahun yang lalu! Dan pangeran bukan anak aku, dia anak Medina dan selingkuhannya."


Raja menceritakan pada Laila tentang pengkhianatan dan kebohongan yang dilakukan oleh Medina. Jujur saja Laila yang mendengarnya merasa sangat iba pada Raja.


"Nggak usah merasa paling sedih, soalnya kamu juga selingkuh sama aku dan punya si kembar! Kalian berdua sama-sama selingkuh!" tandas Laila membuat Raja menghela nafas berat.


Susah berbicara pada Laila, karena wanita itu memang sudah marah dan benci padanya.


"Terserah lah. Capek ngomong sama kamu. Pokoknya jangan menikah lagi! Aku juga nggak bakal paksa kamu buat mau balikan sama aku. Tapi, aku tetap berusaha buat kamu suka sama aku lagi. Karena aku sangat ingin memberikan keluarga utuh untuk si kembar!" ungkap Raja membuat Laila terhenyak.


Keluarga utuh?


*


*


Udah 4 bab nih. 🤭


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️

__ADS_1


__ADS_2