Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
Bismillah [Doa Siska]


__ADS_3

Siska sengaja melayani Haikal dengan pelayanan terbaik. Dia ingin membuat kenangan terindah, agar saat dirinya jauh dengan sang suami. Siska mengingat kenangan malam ini.


"Ahh."


Suara lenguhan panjang keluar dari mulut kedua insan yang baru saja sampai pada puncak kenikmatan. Haikal mencengkram erat bokong sintal istrinya yang berada di atasnya.


"I love you." Siska membelai pipi suaminya. Haikal menggenggam tangan istrinya.


Sorot matanya memandangi bola mata hitam Siska. Banyak sekali perasaan yang tak mampu di ungkapkan dengan kata-kata. Cinta itu ada dalam hati Haikal, bahkan tak pernah pudar sedikitpun. Hanya saja pria itu dibutakan oleh rasa gengsi.


"Jangan tinggalkan aku ya!" Haikal tak membalas pernyataan cinta istrinya. Dia tidak ingin di tinggalkan oleh Siska, tetapi pria itu tak mau melakukan apa yang diinginkan oleh istrinya.


Siska tersenyum manis. Menutupi rasa getir dalam dada. Dia mengecup bibir Haikal, di balas ciuman lembut oleh sang suami.


"Kamu mau kopi?" Siska tak membalas perkataan Haikal. Dia malah menawarkan suaminya kopi.


"Kamu sudah pinter buat kopi, sampai-sampai berani nawarin aku kopi, hemmm!" Haikal berkata dengan suara serak seraya menghentakkan pinggulnya ke atas membuat mulut Siska langsung terbuka lebar.


Dahi wanita itu berkerut, dia menggigit bibirnya menahan suaranya agar tak lepas kendali lagi.


"Mas," lirih Siska pelan menahan hasrat nya.


Haikal tersenyum penuh arti. Dia tahu betul kalau istrinya sedang berhasrat. L*bido wanita hamil biasanya meningkat pesat. Walaupun ada kalanya rasa pusing dan mual-mual menyerang.


"Buatkan aku kopi terbaikmu. Agar aku bisa terjaga malam ini untuk memuaskan mu dan menjenguk anak kita."


Haikal berbisik dengan suara sensual membuat Siska menahan nafasnya sejenak. Dia segera melepaskan penyatuan mereka.


Lalu turun dari ranjang. Dia memungut daster nya, kemudian memakai nya kembali.


"Kopi hitam atau kopi susu?" tanya Siska lembut membuat hati Haikal menghangat. Banyak sekali perubahan istrinya dalam tahun ini.


"Kopi hitam saja, karena susunya sudah ada sama kamu!"


Haikal mengedipkan matanya genit membuat Siska tersipu malu.


Wanita itu tak menjawab lagi, dia segera keluar dari kamar meninggalkan Haikal seorang diri. Pria itu menatap langit-langit kamar.


Banyak sekali perasaan yang dulunya layu, kini mekar kembali. Bagaikan bunga yang hampir menguning, lalu di siram sampai segar kembali.


"Sepertinya aku jatuh cinta lagi, pada orang yang sama!" Haikal tersenyum-senyum sendiri membayangkan wajah manis Siska. Apalagi saat wanita itu menggigit bibir, ketika berada di bawahnya.

__ADS_1


Haruskah dia menyatakan perasaan nya sekarang juga? Benarkah, rasa ini kembali ada? Mengapa rasanya sangat menyenangkan?


Tiba-tiba sebuah ide terlintas dalam benaknya. Pria itu teringat kalau tiga hari lagi, genap pernikahan mereka delapan tahun.


Hatinya berkata agar Haikal merayakan hari itu dengan meriah.


"Ya. Tidak salah lagi, aku jatuh cinta kembali pada orang yang sama! Yaitu kamu, Siska … Siska Larasati."


Haikal mengelus bibirnya pelan. Pria tampan itu teringat masa kuliah nya dulu yang dihabiskan untuk menjadi budak cinta Siska.


"Tiga hari lagi … tiga hari lagi aku akan menyatakan cintaku padamu. Bersabarlah, Sis! Selama tiga hari kedepannya aku akan menyusun rencana untuk memberikan kejutan terbaik!"


Haikal bergumam dalam hati. Pria itu telah memastikan kalau dirinya benar-benar jatuh cinta lagi pada Siska.


*


*


Siska melarutkan serbuk obat tidur ke dalam kopi Haikal. Dulunya, Siska selalu mengkonsumsi obat tidur, agar bisa istirahat dengan benar, karena dulunya Siska sangat mudah stres dan sering kali melakukan percobaan bunuh diri.


"Maafkan aku, Mas. Aku butuh waktu untuk berpikir jernih. Tanpa ada bayang-bayang mu!"


Siska menghapus air matanya. Segera dia membawa kopi ke dalam kamarnya. Ia lihat sang suami sedang memainkan ponsel dengan duduk bersandar di tepi ranjang.


*


*


Siska telah membersihkan tubuhnya. Wanita itu kembali memasukkan pakaian ke dalam koper nya. Setelah selesai, dia pandangi wajah tenang suaminya yang terlelap, karena pengaruh obat tidur.


Cup.


"Aku pamit pergi ya, Mas. Tolong jaga diri dan jaga Reihan. Begitupun, aku akan menjaga diri aku dan anak kedua kita!"


Siska mengecup kening, pelupuk mata, pipi, hidung dan bibir suaminya. Setetes cairan bening keluar dari pelupuk mata Haikal mengenai wajah Haikal.


Tak lupa Siska menuliskan surat untuk Haikal. Dia meninggalkan surat tersebut di bawah gelas kopi yang di minum oleh Haikal.


Siska pun keluar dari kamarnya. Dia masuk ke dalam kamar Reihan. Tatapan matanya begitu nanar memandangi wajah tanpa dosa putranya yang sangat tenang.


Dia mengelus pipi putranya.

__ADS_1


"Mama pergi dulu ya, Bang! Hiks … maafkan, Mama. Karena belum bisa menjadi Mama yang baik dan Sholeha. Jaga diri Abang dan semoga lombanya lancar! Meski Mama jauh nanti, doa mama akan selalu menyertai, Abang!"


Siska berkata pelan, seakan-akan Reihan mendengarnya.


Hati ibu mana yang tidak sakit, bila terpaksa pergi meninggalkan putranya untuk sementara.


Pekerjaan yang paling sulit dan tidak punya waktu libur adalah menjadi orang tua. Lebih-lebih lagi berperan sebagai seorang ibu.


Namun, ada kalanya seorang ibu butuh waktu sendirian. Agar kewarasan nya tetap terjaga.


Siska berjanji akan kembali suatu hari nanti. Kelak, dia akan menjadi ibu yang sangat baik untuk Reihan dan calon anaknya.


"Mama, pamit dulu. Assalamualaikum."


Siska mengecup kening putranya pelan. Setelah itu dia pergi dari sana. Wanita itu menangis tanpa suara di keheningan malam.


Percayalah, menangis tanpa suara dikala sendiri itu sangat menyesakkan dada. Meremukkan jiwa dan melelahkan raga.


Siska adalah anak yatim piatu. Tanpa suami, mertua dan anak. Dia hanyalah wanita yang hidup sebatang kara.


Menyakitkan, bukan? Kesepian, iya kan?


Siska melangkahkan kakinya keluar dari rumah mewah yang telah menjadi tempat pulang nya hampir delapan tahun ini.


Dia menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskan nya perlahan. Dia menatap ke segala penjuru rumahnya.


Setelah itu, Siska memantapkan hatinya untuk melangkah keluar dari rumahnya.


Kaki kanan melangkah lebih dulu keluar dari pintu rumah.


"Bismillahirrahmanirrahim, ya Allah! Mohon temani anak yatim dan piatu ini untuk berubah menjadi lebih baik, agar bisa berdiri dengan kaki sendiri, tanpa bergantung pada suami dan mertua. Biarkan hamba menjadikan -Mu satu-satunya sandaran ternyaman. Selama ini hamba terlalu lelah bergantung dan berharap pada manusia. Dikecewakan realita, di hancurkan kenyataan. Mohon ya, Rabb. Kali ini cukupkanlah hamba bersandar pada Kuasa-Mu!" Siska berdoa dengan bibir bergetar menatap ke langit hitam pekat.


Begitulah hidup, manusia mengajarkan mu sakit. Allah mengajarkan mu bangkit.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2