
Sayang sekali, wanita sebaik Siska harus memiliki suami dingin seperti Haikal. Ustadzah Aisyah yang paham agama saja, hanya bisa elus dada saat mendengar kisah rumah tangga Siska.
Baginya, Siska sangat hebat bisa bertahan sampai bertahun-tahun. Mungkin kalau ustadzah Aisyah, sudah gulung tikar dan kabur.
"Alhamdulillah kalau begitu! Saya senang mendengarnya. Untuk saat ini Anda istirahat dulu. Nanti selepas sholat ashar. Saya baru kemari lagi untuk berbagi ilmu dengan Anda!"
Ustadzah Aisyah mengatakan dirinya yang akan menjadi pengajar pribadi Siska. Sebab, wanita itu sedang hamil dan berstatus istri orang. Tidak sembarang guru bisa mengajar Siska di sana. Takutnya menimbulkan fitnah dan membuat Siska pusing sebab terlalu banyak guru.
"Tapi, ustadzah saya cuma punya lima baju gamis! Apa tidak masalah? Soalnya saya kabur dari rumah secara tiba-tiba. Tidak ada persiapan!"
"Tidak apa-apa, Anda ke sini untuk belajar agama. Bukan mau fashion show!" jawab Ustazah santai dengan nada bercanda membuat Siska terkikik geli. Ternyata ustadzah Aisyah tidak se-kaku yang dia kira.
"Baik, terima kasih."
Siska masuk ke dalam kamar kecil yang akan menjadi tempat peristirahatan nya selama berada di pondok pesantren. Dia menghempaskan bokongnya di atas ranjang. Kakinya sangat pegal, maklum saja dirinya sedang hamil.
Siska mengeluarkan ponsel baru yang ia gunakan untuk menyadap ponsel suaminya. Dia buka galeri dan terdapat banyak foto Haikal yang di ambil Siska tanpa sepengetahuan Haikal.
"Kamu nyebelin banget sih, Mas. Baru juga sebentar kita berpisah. Aku udah rindu sama kamu!" Siska bergumam dengan suara parau.
Setetes air mata kerinduan turun mengenai layar ponsel Siska. Cintanya pada sang suami sangatlah besar, meski telah di sakiti berkali-kali. Tetap, saja rasa itu masih kokoh tak gampang di robohkan.
Siska mengelus perut nya.
"Sayang, maafin mama karena udah pisahin kamu dan papa yah! Untuk sementara saja, kok. Nanti kalau mama udah tenang, mama bakal pulang. Kalau kamu mau cepat pulang, maka berdoa sama Allah agar mama cepat-cepat tenang! Tapi, jangan tenang di alam lain yah! Kasihan papa mu jadi duda dua anak nanti!" kelakar Siska berbicara dengan sang anak seolah-olah anaknya dapat mendengar.
Degg.
Perut Siska terasa sakit, karena mendapatkan tendangan pertama dari calon anaknya. Sontak saja wanita itu tersenyum lebar.
__ADS_1
Bagaimana bisa perutnya sakit, tetapi dia tersenyum?
Begitulah seorang ibu. Rela menahan sakit demi anaknya.
"Sayang! Kamu udah bisa nendang perut mama? Ya Allah, Nak. Alhamdulillah … ayo tendang lagi, Nak. Mama mau rekam dan bakal mama kasih lihatin ke papamu nanti! Pasti dia akan bahagia sekali!"
Siska segera merekam perutnya. Ternyata sang anak sangat patuh. Dia menendang perut Siska berkali-kali membuat wanita hamil itu tersenyum bahagia dengan mata berair sebab perutnya sakit sekali.
"Aduh duh … udah, Nak. Jangan tendang lagi! Mama udah nggak kuat!" larang Siska meringis kesakitan seraya mengelus perut nya.
Setelah perutnya tidak di tendang lagi. Siska segera mengirim video tersebut ke teman baiknya yang merupakan ahli IT.
Send to Jay.
[Jay, tolong kirim ini ke nomor suamiku. Tapi, jangan sampai dia bisa lacak kamu atau aku. Karena, untuk saat ini. Aku belum mau bertemu dengannya]
Siska tersenyum cerah saat Jay membalas [ok]. Siska kembali mengelus perutnya.
"Tenang saja, Mas. Meski kamu jauh dari kami! Aku tidak akan membiarkan kamu jadi ayah jahat, yang tidak tahu bagaimana perkembangan anakmu sendiri!" gumam Siska pelan.
*
*
Selepas kepergian Siska, Haikal merasa sangat kehilangan. Rasa rindu itu mengekang hatinya, menciptakan rasa sesak yang kian dalam dan pekat.
Entah di mana Haikal yang dingin, cuek dan datar. Sekarang telah berganti menjadi Haikal cengeng dan galau.
Tiba-tiba dari julukan cool boy menjadi sad boy. Benar-benar menyedihkan. Pihak keluarga sebenarnya iba pada Haikal, tetapi, mengingat perilaku Haikal sebelumnya membuat rasa iba itu hilang tak tahu ke mana.
Yang ada mereka kesal sekali pada Haikal.
__ADS_1
Pria itu sedang duduk di taman belakang rumah nya, yang merupakan tempat terfavorit Siska selama di rumah. Entah bagaimana bisa, tiba-tiba tempat itu menjadi tempat favorit Haikal.
"Kamu pergi ke mana sih hemm? Kenapa tega tinggalin aku dan Reihan? Kalau marah seharusnya marah saja sepuasnya. Ngapain harus pergi?"
"Aku akui kalau aku banyak salah. Tapi, aku nggak pernah jauh dari kamu. Bahkan, dinas keluar kota saja aku selalu bawa kamu! Tapi, kenapa kamu nggak bawa aku ikut pergi?"
Haikal berbicara dengan dirinya sendiri. Pria itu teramat sangat merindukan kehadiran istrinya. Manja Siska, tawa Siska, bahkan dia rindu mendengar Siska cerewet.
Dulu saja dia selalu kesal melihat Siska cerewet dan manja. Sekarang malah rindu.
Ego dan sifat gengsinya membuat Haikal terjun ke jurang penyesalan.
Ponselnya berdering, menandakan adanya pesan masuk. Segera saja dia membuka ponselnya, berharap ada kabar tentang Siska dari orang suruhannya.
Ya, pria itu memutuskan untuk mencari keberadaan istrinya. Sebab, takut kalau Siska lama pulang.
Sebuah video di kirimkan oleh nomor tak di kenal, karena penasaran. Segera pria itu membukanya.
[Aduh, Sayang. Jangan kencang-kencang tendangannya. Nanti mama bisa pingsan]
Degg.
"Si-siska!" pekik Haikal terkejut bukan main.
*
*
Go like 1000 and komentar 100 🔥🔥 biar author semangat up nya.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah.
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏