Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
S2 : Perdebatan Raja dan Laila


__ADS_3

Seorang pria dewasa sedang berdoa penuh kekhusyukan di masjid. Tangannya menengadah, dia berharap pada Yang Maha Kuasa untuk mengabulkan doanya. Pria itu bahkan tanpa sadar meneteskan air matanya, teringat akan dosanya di masa lalu sangatlah banyak.


Zina, mabuk-mabukan, meninggalkan sholat.


Tetapi, pasca bercerai dengan mantan istrinya, dia berubah menjadi lebih taat pada Allah.


"Ya Allah ya, Rabb. Hamba sadar punya banyak dosa pada-Mu dan dosa pada Laila. Hamba yakin pengampunan-Mu lebih besar daripada murka-Mu. Tetapi, ya Rabb. Hamba tak yakin kalau Laila akan memaafkan hamba. Sudah banyak sekali luka yang hamba berikan padanya! Tak terhitung berapa banyak derita yang dia alami karena hamba, Ya Rabb. Hamba merayunya agar mau berzina dengan hamba."


"Hamba menggodanya agar mau menjadi pemuas hasrat hamba. Hamba beri dia janji palsu, hamba manfaatkan hatinya yang kala itu rapuh, karena pengkhianatan suaminya. Hamba menjanjikan kesetiaan dan pernikahan, nyatanya hamba juga memberikan luka dan pengkhianatan baginya."


"Hamba sadar ya, Rabb. Kalau dosa Hamba padanya sangatlah besar. Tetapi, Ya Rabb! Sungguh hamba yakin kalau dirimu lah Yang Maha Membolak-balikkan hati manusia. Engkau bisa merubah benci jadi cinta, begitupun sebaliknya. Hamba mohon, Ya Rabb. Kali ini tolong bantu hamba untuk mendapatkan maafnya. Tolong lembutkan hatinya agar mau menerima hamba kembali. Meski tidak mudah! Kali ini hamba berjanji akan menyayanginya ya Rabb. Sungguh hamba tidak ridho kalau dia bersama pria lain."


"Hamba tidak ikhlas kalau pria lain yang menjaga anak-anak hamba. Hamba takut ya, Rabb. Bagaimana kalau pria itu hanya mencintai Laila, tapi, tidak dengan anak-anak hamba. Atau tidak, dia menyayangi si kembar, tapi saat Laila melahirkan anak untuknya, rasa sayangnya kepada si kembar berpudar."


"Apalagi ada Riska ya Rabb. Hamba tidak ingin dia tumbuh kembang dalam pengawasan pria lain. Hamba takut ya, Rabb. Sungguh, hati manusia itu misteri, tidak ada yang tahu selain Engkau Yang Maha Mengetahui."


Raja berdoa dalam hati. Dia menangis tersedu-sedu. Seolah-olah Allah berada di hadapannya. Pendosa itu kini merengek memohon ampunan dan petunjuk.


Dulu bibirnya sangat malas untuk sekedar berdzikir. Selalu tak ada waktu untuk sholat.


Namun, lihatlah Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa. Dia sengaja memberikan kesusahan dan kesedihan untuk Raja agar pria itu mau kembali pafa jalan-Nya.


Percayalah! Saat manusia merasa tidak butuh Allah lagi. Maka, Allah akan memberikan manusia itu kesulitan dan kesedihan, agar dia mau memanggil Allah. Namun, tak sedikit juga yang hanya datang saat butuh lalu pergi saat keinginan nya terkabulkan.


Seperti firman Allah dalam Al-Qur'an surah Yunus ayat 12.


"Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami kehilangan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitu banyak orang yang melampaui batas itu melihat baik apa yang selalu mereka kerjakan."


Kembali lagi pada Raja. Dia sangat tidak ingin si kembar punya ayah tiri. Sering kali ada berita viral ayah tiri memperkosa anak tirinya. Ayah tiri menyiksa anak tiri, terus ayah tiri yang tak adil pada anak tiri.


Banyak sekali kisah nyata lainnya tentang ayah tiri. Itulah yang membuat Raja tak yakin. Dia tidak mau anak-anaknya merasakan hal itu.


Meski tidak semuanya begitu, tetapi semuanya kebanyakan begitu.

__ADS_1


"Hamba mohon ya, Rabb. Kabulkan doa hamba! Bila bukan kepada-Mu hamba memohon, lantas kepada siapa lagi hamba memohon. Sedangkan, Engkau yang maha mengabulkan! Aamiin Allahumma aamin!"


Raja mengusap wajahnya. Dia menghapus air matanya. Segera pria itu beranjak dari masjid. Dia mengendarai mobil Pajero nya.


"Bismillah, tuntun hamba-Mu ini ya, Rabb. Lembutkan hati Laila!" Raja mencium kertas putih yang ia pegang itu. Tak lain adalah hasil tes DNA.


Tadi di rumah, dia sempat mengira kalau Dino adalah pria yang Ta'aruf dengan Alila. Ternyata bukan, pria itu hanya bercanda dan memancing Raja saja agar marah dan mengakui perasaannya.


*


*


Disinilah Raja dan Laila berada. Keduanya beradu pandangan, tampak wanita itu tertawa hambar menatap raja dengan sorot mata penuh kebencian.


"Apa kamu bilang? Coba kamu ulangi lagi? Anak kita? Ha ha … apa aku tidak salah dengar?" tanya Laila seraya tertawa remeh.


Menatap Tajam dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dia tidak habis pikir bagaimana bisa ada manusia seperti ini. Sangat tidak tahu malu pikir Laila.


Masih terekam jelas bagaimana jahatnya Raja mengusirnya dulu saat sedang hamil.


"Jangan memandangku begitu. Seolah-olah aku adalah antagonis dan kau protagonis nya!" desis Laila dengan berani menunjuk mata Raja.


Meski Laila sudah taat pada Allah, bukan berarti menjadikannya malaikat yang tak punya dendam dan amarah. Mungkin memaafkan iya, tetapi melupakan apakah bisa?


"Maaf," lirih Raja pelan membuat dada Laila terasa sangat sesak. Ingin rasanya dia berteriak kencang sekarang, mengusir Raja dengan sekuat tenaga dan teriakan nya. Tetapi, dia sadar kalau saat ini dia tinggal di kampung, di mana sangat tak lazim berteriak atau mengumpat orang lain.


"Aku sudah maafkan! Jadi, sekarang silahkan pergi dari rumahku, Tuan Raja Baskoro yang terhormat. Anda tidak di terima di sini! Orang kaya seperti Anda cocoknya berada di rumah megah, bukan gubuk reyot seperti rumah saya!" ujar Laila dengan nada dingin. Dia menatap Raja dengan nada dingin. Tidak terima kalau sampai pria itu berlama-lama di rumahnya.


Takut sekali kalau anak-anaknya pulang dan menyaksikan pertengkarannya dengan Raja. Laila masih tak bisa sepenuhnya mengendalikan emosinya. Dia takut membentak anak-anaknya lagi. Cukup semalam dia membentak Risky dan Riska. Itu pun membuat Laila jera dan merasa bersalah.


"La, please! Kita bicara dengan kepala dingin yah. Dengarkan penjelasan ku dulu!" pinta Raja penuh harap membuat Laila berdecak kesal. Dia tidak tahu kalau seorang Raja bisa berbicara selembut ini pada wanita yang dulu ia bentak dan caci maki.


"Dulu! Apa kamu mau mendengarkan penjelasan ku?" tanya Laila balik dengan suara yang bergetar menahan amarah.

__ADS_1


Degg.


Jantung Raja bak ditusuk sembilu tajam. Teringat dulu bagaimana teganya Raja mengusir Laila karena tak mau mendengar penjelasan wanita itu. Dia langsung menuduh Laila yang tidak-tidak dan mengusir wanita itu dengan kejam.


Jahat memang, tetapi saat itu Raja termakan bujuk rayu setan dari golongan jin dan manusia (Medina).


Media yang tahu perselingkuhan Raja, langsung saja membuat skenario seolah-olah Laila selingkuh.


Penyesalan terbesar Raja adalah mencintai orang yang salah dan percaya pada Medina.


"Maaf, La. Dulu aku khilaf," cicit Raja pelan membuat Laila menarik bibirnya ke atas tersenyum sinis.


"Maaf juga, sekarang giliran aku yang khilaf!" balas Laila lalu mendorong dada bidang Raja hingga mundur selangkah.


Brakk.


"Eh ayam ayam!" Raja latah mengelus dadanya cepat menatap horor pintu rumah Laila.


"Jandanya galak amat," gumam Raja pelan.


*


*


Please, tembus setiap bab 100 komentar, maka author bakal up 10 bab hari ini 😎🙏🥰 mohon kerja samanya yah 🙏🙏


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


Mampir juga ke novel temen author yang nggak kalah bagusnya. Di jamin bakal terhibur dan candu. 🌹🌹

__ADS_1



__ADS_2