
Flashback on.
Waktu itu ..
Haikal singgah di rumah Laila. Pria itu menikmati kopi yang di seduh oleh Laila untuknya. Rasa hangat memasuki kerongkongan nya. Pria tampan itu merasa senang, karena berjumpa dengan cinta masa kecilnya. Boleh dikatakan pria itu sedang jenuh, lalu tiba-tiba bertemu dengan sosok yang mampu menghilangkan rasa jenuh nya.
"Kamu tinggal sendirian di sini?" Haikal bertanya pada Laila. Melihat tidak ada orang lain dalam rumah Laila. Jujur pria itu merasa tidak enak bertamu malam-malam ke rumah wanita lain.
"Iya bener, Mas. Aku tinggal sendirian! Semenjak nenek aku meninggal 5 tahun lalu."
Laila menjawab dengan nada sedih. Haikal merasa tidak enak hati, karena telah membuat Laila teringat masa lalu nya.
Pria itu berdehem pelan guna meminimalisir rasa gugup nya. Laila tak sengaja melihat cincin pernikahan Haikal, membuat hati wanita itu sakit dan cemburu.
"Mas, udah menikah?" tanya Laila lembut.
Haikal tersenyum tipis mengetahui Laila sedari tadi melirik cincin kawin nya.
"Iya." Haikal menjawab singkat. Pria itu melirik jam tangannya, ternyata sudah jam 11 malam. Pria itu pun bergegas pamit untuk segera pulang.
"La, ini sudah malam aku mau pa-mit …" Haikal menggelengkan kepalanya pelan saat rasa pusing menyerang kepalanya. Pria tampan itu memegang kepalanya, entah dari mana rasa itu datang. Padahal tadi dia baik-baik saja.
"Mas, are you okay?" Laila bangkit berdiri menahan tubuh Haikal yang hampir ambruk.
Pria itu tak menjawab lagi. Rasa kantuk bercampur pusing menyerang kepalanya. Haikal pun ambruk dalam pelukan Laila. Senyuman penuh misteri terpasang di raut wajah Laila.
*
*
Byurr.
Siraman air mengenai wajah Haikal dan Laila yang tertidur atas ranjang. Sontak saja membangunkan kedua insan berbeda jenis itu. Haikal membuka matanya lebar, nafasnya tersengal-sengal. Dia terkejut melihat sudah ada banyak pemuda di sekelilingnya.
"Ada apa ini?" Haikal bertanya dengan suara serak bercampur parau. Pria itu masih belum paham dengan kondisi nya saat ini. Bertelanjang dada dan tidur berduaan bersama wanita lain.
"Pak RT."
Haikal segera menoleh ke samping saat mendengar suara wanita. Tentu saja pria itu terkejut bukan main, ketika melihat Laila duduk bersandar pada tepi ranjang seraya menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Laila?" pekik Haikal kaget.
__ADS_1
"Kurang ajar kalian! Dasar manusia menjijikkan. Mengotori wilayah kami dengan perbuatan tak senonoh kalian! Kalau memang sudah kebelet ya menikah. Jangan berzina seperti ini!" teriak salah satu pemuda membuat Haikal kaget, pikiran pria itu buntu dan kosong.
"Hey, jaga omongan mu yah! Saya sudah menikah, jadi tidak mungkin saya berbuat tak senonoh pada wanita lain. Jelas-jelas saya punya istri di rumah! Untuk apa capek-capek main api dengan wanita lain."
Haikal membela diri, saat kesadaran nya kembali. Pria itu masih tidak mengerti mengapa tiba-tiba ada banyak pemuda di sekelilingnya.
"Laila … jelaskan pada mereka kalau kita tidak berbuat apa-apa!" tegas Haikal pada mantan kekasihnya itu. Berharap orang-orang tidak salah paham.
"Ka-kami berdua tidak buat apa-apa, Pak."
Laila menjelaskan dengan nada terbata-bata. Wanita itu jelas-jelas memakai lingerie seksi dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Orang-orang pun tidak akan percaya kalau keduanya tak berbuat apa-apa.
"Halah, mana ada maling mau ngaku! Nikahkan saja mereka berdua Pak RT. Kalau tidak Bisa-bisa desa kita sial, karena ulah mereka!" sorak pemuda lainnya.
Terdengar suara riuh. Haikal benar-benar terkejut. Dia tidak menyangka kalau pada malam itu dia harus menikah dengan mantan kekasihnya. Dia telah mengkhianati istrinya.
Meski dia sendiri tidak tahu pasti apa yang terjadi pada malam itu. Setelah kepergian para pemuda itu, Haikal pun bertanya pada Laila.
"La, aku tidak melakukan sesuatu sama kamu, 'kan? Tadi aku cuma tidak pakai baju. Tapi, celana ku masih ada! Kamu juga masih pakai baju, meski cuma lingerie!" Haikal berusaha memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
"Tenang saja, Mas. Tidak ada yang terjadi antara kita. Aku juga tidak merasa aneh sama tubuh aku!" balas Laila dengan raut wajah lugu.
"Tapi, bagaimana bisa kita tidur bareng tadi?"
Haikal bernafas lega. Pria tampan itu tenang, sebab tak menyentuh wanita lain.
"Iya tidak apa-apa, berarti kita bisa mengakhiri pernikahan ini tanpa ada pihak yang dirugikan!" balas Haikal tenang membuat Laila terkejut.
"Mas, please jangan talak aku sekarang! Aku malu kalau baru kamu nikahin langsung kamu talak … hiks … apa kata orang nantinya?" Laila menangis sesenggukan membuat Haikal bingung.
"Tapi, aku sudah menikah, La! Aku sudah punya istri dan anak. Jujur satu istri saja aku pusing, apalagi punya dua istri! Aku tidak bisa, La. Tanggung jawab ku udah banyak!"
Haikal mengeluarkan uneg-unegnya. Pria tampan itu tidak mau menambah istri lagi. Takut tambah penyakit saja.
"Iya aku tahu, Mas. Tapi, please! Pahami aku … aku ini wanita dan kalau aku langsung jadi janda. Maka pandangan orang-orang ke aku bakal buruk. Beri aku waktu … kalau memang aku sudah siap nantinya, kita bisa cerai saat itu juga!" pinta Laila penuh harap membuat Haikal terpaksa menurut.
Bagaimanapun gelar janda sangat tidak baik, sebab banyak orang yang menghujat janda. Apalagi kalau tinggal di desa?
"Baiklah."
Flashback off
__ADS_1
*
*
Haikal tiba di rumah kontrakan Laila. Pria itu turun dan masuk ke dalam rumah istri dadakan nya. Dia sendiri sangat tak ingin menginjakkan kaki di sana, malu bertemu dengan para tetangga.
"Laila?!" panggil Haikal membuat wanita cantik yang berada di kamarnya langsung keluar.
"Mas." Laila langsung keluar dari kamarnya memeluk Haikal erat. Dia menghirup rakus aroma tubuh sang suami. Haikal mengepalkan tangannya erat, dia merasa risih. Segera saja ia lepaskan pelukan tersebut.
"Ada apa? Kenapa kamu suruh aku datang ke sini?" tanya Haikal dengan suara datar.
"Karena kamu suami aku!" balas Laila manja membuat Haikal berdecak kesal.
"Kita sama-sama tahu alasan mengapa pernikahan ini ada, Laila!" tandas Haikal dengan nada dingin menatap tajam istri keduanya.
"Tapi, tetap saja kita berdua udah menikah dan kamu suami aku sekarang!" sanggah Laila cepat menatap sedih Haikal.
Pria itu mengusap wajahnya frustasi. Punya istri satu saja sudah pusing, apalagi punya istri dua.
"Okay, fine. Jadi, apa yang ingin kamu katakan padaku?" Haikal langsung bertanya tanpa basa-basi.
"Aku hamil!" jawab Laila senang membuat Haikal terkejut bukan main.
"WHAT?! HAMIL?! Are you kidding me?" pekik Haikal keras.
*
*
Maaf telat up yah guys 😘
Author puasa hari ini. Selamat merayakan puasa Rajab bagi yang merayakan ❤️🌹🙏🥰
Boleh dong author minta tolong follow IG author. Biar nanti kita bisa ngobrol bareng di live author 🙏🥰🥰😁
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏