Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
Kemarahan Siska


__ADS_3

"Siska tunggu!"


Wanita itu tak menggubris panggilan suaminya. Dia bertekad untuk membuat sang suami merasa bersalah dan kehilangan setelah kepergian nya nanti. Siska ingin lihat berapa besarkah arti nama Siska di hati seorang Haikal.


Haikal mengejar istrinya, di tariknya tangan Siska membuat wanita itu menoleh ke belakang. Segera Siska menghempaskan tangan sang suami.


"Apa lagi, Mas?" sentak Siska dengan suara nyaring.


Untung saja tidak ada orang di sekitar mereka. Tetangga Laila sibuk membajak sawah demi sesuap nasi. Kembali lagi pada Haikal yang kini bingung bagaimana caranya menjelaskan pada sang istri.


Dia ingin menyembunyikan masalahnya dengan Laila, sebab tahu betul bagaimana perangai istri ya yang tidak bisa di ajak bicara bila sedang marah.


"Kita harus bicara. Aku akan jelasin semuanya sama kamu!" Haikal berusaha membujuk istrinya, namun sayangnya Siska tidak mau. Wanita itu sudah tahu semuanya, dia pun tahu kalau di sini sang suami korban.


Laila yang bersalah. Bukan suaminya, akan tetapi Siska harus berakting sebagai istri tersakiti agar cinta terpendam dalam hati Haikal bangkit kembali.


"Aku nggak butuh, Mas. Sudah cukup kamu bodohi aku selama ini!" Siska menggelengkan kepalanya cepat. Air mata membasahi pipi chubby wanita hamil itu.


Hati Haikal terasa sakit, seperti di tusuk ribuan sembilu tajam. Tak pernah ia bayangkan kalau masalah yang ia sepelekan malah menjadi Boomerang pada dirinya. Pernikahan yang sudah terjalin hampir 8 tahun, terancam kandas.


"Aku nggak bodohi kamu, Sis! Kamu cuma salah paham, ini semua tidak seperti yang otak kecil mu pikirkan!"


Haikal berusaha membujuk istrinya agar mau mendengar penjelasan nya. Di tambah Siska sedang hamil, dia takut kalau istri sekaligus calon anaknya kenapa-kenapa.


"Nggak usah playing victim, Mas. Yang salah bukan otak kecilku, tapi otak besar mu itu. Isinya tai semua! Brengsek … bajingan kamu, Mas!"


Siska mengumpat sang suami dengan kata-kata kasar untuk pertama kalinya dalam hidup. Sontak saja tubuh Haikal termangu, otaknya seperti membeku saat mencoba mencerna semua perkataan istrinya.

__ADS_1


"Astaghfirullah … istighfar, Sis. Kamu lagi hamil! Nggak boleh ngomong kasar!" larang Haikal dengan mata melotot melihat istrinya.


Siska menelan ludahnya kasar. Sebenarnya wanita itu juga terkejut dengan mulut tajam nya sendiri. Dia tidak menyangka akan bisa berkata kasar.


Mulutnya tak bisa ia kontrol. Maunya mengeluarkan seluruh nama-nama binatang.


"Istighfar … istighfar! Kamu tuh yang harusnya istighfar. Malu dikit bisa nggak sih? Aku lagi hamil, tapi kamu malah ***** wanita lain sampai hamil anak kamu!"


Siska lagi dan lagi mengumpat suaminya. Sepertinya Siska memiliki bakat mengumpat terpendam, bahkan Haikal sendiri tidak tahu kalau istrinya bisa berubah kasar seperti ini.


Di sisi lain, Laila menatap pertengkaran sepasang suami istri itu dengan sorot mata merasa bersalah bercampur iri.


Kembali lagi pada Siska dan Haikal. Keduanya tampak semakin memanas. Sama-sama bersitegang dengan keyakinan mereka.


Haikal teringat bukti yang ia punya berada di dalam rumah Laila.


"Aku punya buktinya kalau aku tidak bersalah! Tunggu sebentar … jangan ke mana-mana!"


"Ini dia!"


Haikal segera memungut foto-foto dan biografi Laila di lantai. Setelah selesai dia keluar, namun sayang. Siska sudah lebih dulu masuk ke dalam mobilnya.


"Siska! Hey … buka pintunya!" Haikal berteriak seraya mengetuk jendela mobil istrinya.


Siska tidak memandang nya sama sekali. Segera saja dia melajukan mobilnya tanpa memperdulikan Haikal yang berteriak memanggil namanya.


"Siska! Tunggu dulu, Siska! Siska … aku tidak selingkuh!" teriak Haikal keras bercampur rasa panik.

__ADS_1


Tangan Haikal bergetar, matanya memerah seperti ingin menangis. Sakit hatinya tak tertahankan.


Bagaimana sekarang? Apa yang harus dia lakukan? Sang istri tak lagi mau mendengar penjelasan nya! Bukankah, semua bukti yang ia punya akan sia-sia kalau istrinya tak mau mendengar penjelasan nya.


Lantas, bagaimana dengan pernikahan mereka? Istrinya sedang hamil dan mengajaknya berpisah sementara. Tidak bisa … Haikal tak bisa berpisah, hidup hampir 8 tahun dengan istrinya telah membuat Haikal terbiasa akan kehadiran Siska.


Terlebih lagi ada anak di antara mereka.


"Akkk!" Haikal berteriak kesal meluapkan amarahnya. Kemudian dia segera masuk ke dalam mobilnya.


"Mas," panggil Laila tak digubris oleh Haikal. Pria itu melakukan mobilnya meninggalkan pelataran kontrakan mantan istri keduanya itu.


Laila hanya bisa memandang nanar mobil Pajero Haikal yang sudah berlalu dari hadapannya.


"Kenapa hidupku sangat menyedihkan? Saat aku menjadi wanita baik-baik, aku malah dilukai, saat aku menjadi wanita jahat, malah aku disakiti. Padahal, aku cuma mau hidup bahagia!"


Laila meneteskan air matanya. Dia memukul dadanya yang terasa sesak. Teringat masa kelam yang ia miliki.


"Jadi, istri tidak bahagia. Jadi, pelakor lebih-lebih tidak bahagia. Apa aku nggak berhak bahagia ya Allah?"


Laila menangisi hidupnya sendiri. Menyalahkan takdir, karena ditinya tak bisa bahagia.


*


*


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2