Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
Ekstra Part: Tangisan Laila Sungguh Pilu


__ADS_3

Raja tidak bisa menahan diri untuk murka. Mendengar kisah kelam istrinya membuat amarah dalam hati Raja berkobar. Seumur hidup dia tidak pernah bermain tangan dengan wanita. Mau sejahat apapun Raja di masa lalu, dia tidak pernah sedikitpun kasar.


Dia sadar dulu pernah menyakiti batin Laila. Tetapi, hanya luka batin. Tidak dengan fisik.


Raja mendorong Laila lembut, membuat sang istri bangkit dari pangkuannya. Raja segera beranjak menuju laci meja panjang di dalam ruangannya.


"Mas, cari apa?" tanya Laila penasaran pada sang suami yang terlihat seperti sedang mencari sesuatu. Wajah Raja merah padam dan rahangnya mengeras.


"Sesuatu yang bisa kugunakan untuk membunuh mantan suamimu!" jawab Raja dingin, matanya tertuju pada obeng yang panjangnya seukuran pisau dapur.


Laila membesarkan bola matanya. Dia takut kalau sang suami berbuat hal yang membahayakan Diko.


Dia tidak ingin sang suami menjadi orang jahat.


"Mas, jangan … istighfar, Mas. Istighfar… jangan biarkan setan merasuki kewarasan mu!" Laila berusaha untuk membujuk suaminya. Namun, Raja tidak peduli. Saat ini amarahnya sedang menguasai kewarasannya.


Dia benar-benar murka. Wanita yang menjadi istrinya, wanita yang merawat anak-anaknya. Wanita spesial yang dikirimkan Tuhan untuk menyempurnakan agamanya. Diperlakukan tak manusiawi oleh Diko si pria bajingan yang ringan tangan itu.

__ADS_1


"Kewarasan tidak dibutuhkan untuk menghadapi pria bajingan yang tega mengkasari istrinya!" desis Raja menarik tangannya kembali dari cekalan Laila.


Dia membuka pintu ruangan dengan kasar. Untung saja di lantai itu, tidak ada karyawan banyak. Hanya ada ruangan CEO dan sekretaris Dimas yang merupakan seorang laki-laki.


"Mas, jangan, Mas … aku sudah tidak apa-apa, karena ada kamu yang melindungi ku sekarang. Kalau kamu menyakitinya, malah akan membuat masalah semakin runyam. Kamu bisa masuk kantor polisi!" larang Laila dengan panik. Dia menghalangi jalan Raja membuat pria itu murka.


"Kamu membela nya? Apa jangan-jangan kamu masih punya perasaan padanya, huh?! Atau cintamu padaku cuma sandiwara belaka?!" tanya Raja dengan suara tinggi cemburu sekali melihat Laila tampak peduli para Diko.


Laila menggelengkan kepalanya cepat. Dia meneteskan air matanya, melihat sang suami marah padanya karena cemburu. Jujur Laila hanya takut kalau sampai Diko dilukai oleh Raja dan suaminya dipenjarakan oleh polisi, karena kasus penganiyaan.


*Enggak, Mas … hiks … bukan begitu! Aku nggak mau kalau kamu masuk penjara. Di sini banyak orang, nanti reputasi mu hancur, kamu bisa dipenjara dan anak-anak akan sedih, begitu pun aku, Mas."


Raja yang mendengarnya semakin marah. Dia bukan marah pada Laila, tetapi, pada dirinya sendiri, karena terlambat masuk ke dalam kehidupan Laila dan menyelamatkan wanita itu dari kejamnya Diko.


Dia marah pada Laila yang tidak bisa tegas menjaga tubuhnya agar tidak bebas dipukul oleh Diko.


"Kalau ada yang masuk penjara itu dia, bajingan itu, bukan aku?! Seharusnya kamu tidak lemah, tidak cengeng waktu itu. Kalau dia pukul kamu pakai kunci Inggris, pukul dia pake palu atau potong saja lehernya dengan kapak. Bukan hanya bisa menangis dan memaafkan apa yang telah bajingan itu lakukan padamu?!" teriak Raja murka melepaskan semua amarahnya membuat Laila menangis sesenggukan.

__ADS_1


Dia membenarkan apa yang telah dikatakan oleh Raja. Seharusnya dia bisa melawan kala itu.


Namun, keadaan yang tidak memungkinkan. Dia tidak punya banyak uang untuk menuntut Diko, jyga tidak ada saksi mata. Terlebih lagi Diko pria manipulatif. Satu desa tahu kalau Diko suami yang baik dan perhatian, sedangkan Laila adalah wanita tidak tahu diri, karena bekerja larut malam sampai lupa melayani Diko dengan baik.


Begitulah para tetangga, hanya bisa melihat dari luarnya saja, tidak dari dalam. Laila bekerja sampai larut malam, agar bisa mencukupi kebutuhan rumah tangganya dan suami, juga membantu suaminya melunasi hutang Diko sebelum menikah.


"Aku sendirian, Mas … hiks … tidak ada yang percaya padaku, membelaku atau melindungi ku. Aku yatim piatu, Mas … aku tidak punya tempat untuk mengadu. Saat itu aku hanya bisa menangis dan hilang arah, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, karena tidak ada yang memberiku saran atau pelukan."


"Kamu pikir aku tidak mau melaporkannya ke polisi? Sudah, Mas … hiks … tapi laporan ku tidak ditindaklanjuti, karena polisi yang menangani kasus ku adalah tetangga ku sendiri. Kamu tahu apa yang dikatakan olehnya? 'Istri yang tidak tahu diri, karena mentang-mentang punya uang banyak, sesekali memang harus diberi pelajaran'. Dari perkataannya aku bisa menyimpulkan, kalau KDRT dalam rumah tangga adalah hal yang wajar! Hiks … dan sekarang kamu malah menyalahkan ku!"


Laila luruh ke lantai, dia menangis sesenggukan melepaskan rasa sesak dalam hatinya. Raja yang mendengarnya ikut menangis. Dia ikut duduk di lantai dan memeluk erat tubuh istrinya.


"Maafkan aku," lirih Raja di sela-sela tangisnya.


*


*

__ADS_1


Maaf telat up ya Guys ❤️🙏🥰


Komentar yang banyak biar author semangat 😘


__ADS_2