
Devi ditangkap oleh pihak berwajib saat sedang mengkonsumsi narkoba di dalam mobilnya. Tak butuh waktu lama wanita itu mendekam dalam penjara dengan masa kurungan 15 tahun penjara dan denda lima miliar rupiah, berdasarkan undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang perlindungan anak.
"Sial, niat hati cuma ingin kubuat tuh bocah trauma seumur hidup, malah aku yang dipenjara. Kalau tahu begitu sekalian aja aku suruh orang buat perkosa dia biar hukuman ku seimbang dengan perbuatan ku. Gara-gara tuh bocah punya bapak kaya raya makanya aku bisa dipenjara 15 tahun, coba kalau bapak nya miskin, masih bisa berkeliaran aku di luar," batin Devi terasa sangat dongkol.
Wanita itu berjalan dituntun oleh sipir penjara. Untuk pertama kalinya Devi menginjakkan kaki di lapas Nibong. Sangat banyak tahanan yang sedang berolahraga, bergosip ada pula yang sedang baca Al-Qur'an.
Sepasang mata menatap Devi dengan sorot mata penuh arti.
"Kasus apa dia?" tanya orang itu santai pada temannya.
"Aku dengar dia melecehkan anak perempuan yang berusia 8 tahun. Beruntung ayah anak itu orang kaya, makanya polisi bertindak cepat menangkap dia," jelas temannya menatap sinis Devi.
Wanita bertato yang mendengar kasus Devi mengepalkan tangannya erat. Matanya memerah, tak lama kemudian dia tersenyum sinis. Entah apa yang dia pikirkan.
*
*
Devi duduk di kursi kayu, wanita itu menguap sesekali, karena merasa sangat bosan berada di lapas.
"Haiss, 15 tahun lagi aku baru bebas … gimana caranya aku bisa keluar cepat ya?" Devi bermonolog pada dirinya sendiri. Wanita itu menyesal, karena telah melecehkan Riska. Lebih tepatnya dia menyesal tidak melakukan hal lebih jauh lagi pada bocah perempuan itu.
Saat sedang asik merenung. Seorang wanita dewasa bertato di lehernya duduk di sebelah Devi.
"Kamu bosan di sini?" tanya wanita itu dengan nada datar. Devi menoleh ke samping dia melihat wajah wanita yang duduk di dekatnya.
"Orang gila pun akan bosan tinggal di lapas. Apalagi aku yang waras!" celetuk Devi dengan nada kesal membuat wanita itu tersenyum samar.
"Sudah tahu tinggal di lapas itu membosankan, kenapa malah berbuat hal yang membuat kamu terjerumus ke tempat ini?" tanya wanita itu penasaran.
"Justru aku tidak tahu kalau melecehkan anak di bawah umur bakal di penjara 15 tahun. Andai saja tahu, aku bakal suruh orang buat perkosa dia aja. Padahal, aku berbaik hati, loh. Cuma jari tengah ku yang masuk, setelahnya aku langsung pergi."
Devi menceritakan kejahatannya pada wanita itu tanpa ada mimik rasa bersalah. Hanya tersirat raut wajah kesal dan dongkol saja membuat wanita itu tersenyum tipis.
__ADS_1
"Kamu tidak menyesal telah melakukan hal keji itu pada anak di bawah umur?" tanya wanita itu dingin membuat Devi tergelak.
"Aku lebih menyesal tidak membunuhnya waktu itu," jawab Devi enteng tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Wanita bertato itu berdiri, lalu menyodorkan tangannya ke arah Devi. Dia tersenyum manis pada wanita itu.
"Kita berdua sama, aku juga tidak pernah menyesali perbuatan ku!" ujar wanita itu membuat Devi tersenyum senang.
Dia bangkit berdiri lalu menyambut uluran tangan wanita itu.
"Waw, ternyata aku tidak sendirian. Emang kasusmu apa?" tanya Devi tanpa melepaskan jabatan tangannya.
"Aku membunuh lima pria yang telah melecehkan putriku yang berumur 11 tahun!" jawab wanita itu tersenyum dingin membuat wajah Devi langsung pucat pasi.
Wanita itu langsung menarik tubuh Devi masuk ke dalam pelukannya. Mata Devi membesar saat benda tajam menusuk perutnya.
"Akk," jerit Devi lemah dengan suara tertahan.
Para tahanan yang berada di sana menjerit saat melihat darah mengucur dari perut Devi. Suasana menjadi riuh tak membuat wanita bertato itu takut.
"Lalu a … apa salahku padamu?" tanya Devi dengan suara lemah membuat wanita itu geram semakin memperdalam tusukan pada perut Devi.
"Salahmu karena bertemu dengan aku si ibu dari korban pelecehan $eksual! Anggap saja ini balasan dari ibu anak yang telah kamu lecehkan!" desis wanita itu dingin.
Suara peluit terdengar dibarengi oleh suara derap langkah.
"Tahanan 2043, angkat tanganmu!" teriak sipir penjara seraya menodongkan senjata ke arah wanita bertato itu.
Sang wanita mendorong Devi hingga terjatuh ke tanah lalu mengangkat tangannya yang berdarah. Dia tersenyum sinis menatap Devi yang sedang berjuang melawan maut.
"Pergilah kau ke penjara abadi yaitu neraka!" sentak wanita itu menyempatkan untuk menendang kaki Devi.
*
__ADS_1
*
"Pemirsa, pelaku pelecehan pada anak di bawah umur berinisial Devi Ananda yang sempat viral, karena korbannya adalah anak konglomerat Raja Baskoro, dinyatakan meninggal dunia, karena kehilangan banyak darah akibat dibunuh oleh pelaku yang satu lapas dengannya. Pihak Polresta Bandung menyatakan, pelaku sengaja membunuh Devi, karena marah pada Devi yang tidak ada raut penyesalan saat menceritakan kejahatannya. Bahkan, Devi pernah berkata padanya, menyesal, karena tidak sempat membunuh anak yang dilecehkan nya dulu!"
Suara pembawa berita lintas petang terdengar oleh Raja dan Laila yang sedang berada di ruang televisi. Sontak saja wanita berkerudung itu menangis sesenggukan.
"Alhamdulillah ya Allah … Alhamdulillah," lirih Laila di sela-sela tangisnya. Dia sangat bahagia mendengar kematian Devi.
Setelah putusan hakim tempo lalu, Laila sempat depresi, karena takut reaksi Riska lima belas tahun mendatang bila tahu orang yang melecehkan nya bebas.
Siang malam dia berdoa meminta keadilan Allah dan doanya menembus langit.
Ternyata benar apa yang ulama katakan, saat kita diam dan berserah diri bila disakiti oleh manusia, maka, Allah akan mengirimkan manusia yang berperangai buruk untung membalas menyakiti manusia yang telah jahat pada kita.
Raja memeluk erat tubuh istrinya. Dia mencium puncak kepala Laila, pria itu merasa sangat bahagia.
"Doa kita menembus langit, La. Allah benar-benar mendengar doa kita!" balas Raja bahagia menangis haru.
*
*
TAMAT
Mohon maaf apabila ada salah kata selama menulis karya ini. Segala yang buruk datang dari author pribadi dan yang baik datang dari Allah, ambil yang baik dan buang yang buruknya.
Selanjutnya, author sudah siapkan novel Riska yang berjudul MAS DUDA RASA PERJAKA.
Genre nya bakal komedi romantis. Pernah baca novel ANAK KEMBAR TUAN MUDA? Nah, kira-kira akan seperti itu nanti komedinya.
Terima kasih juga author ucapkan untuk Allah yang udah beri author ide, dan terima kasih untuk pembaca yang udah dukung author dari awal sampai akhir. Udah mau mengoreksi dan mengkritik juga memberi saran yang baik untuk author.
__ADS_1
Semoga kedepannya Author semakin bijak dan lapang dada 🥰🥰🥰
Love you All