Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
Tak Butuh Cinta dan Pria


__ADS_3

Siska melihat suaminya masuk ke dalam rumah Laila. Dalam hati Siska tertawa cekikikan melihat raut wajah panik Haikal, sesekali dia harus memberi Haikal pelajaran, agar kelak pria itu mau terbuka padanya. Bukan malah menyembunyikan masalah sebesar ini.


"Tanpa kamu kasih bukti pun aku sudah percaya sama kamu, Mas. Karena aku lihat semuanya tadi! Tapi, untuk saat ini maaf. Aku harus membuat mu sadar, seberapa pentingnya aku dalam hidupmu."


Siska berkata dalam hati. Wanita itu segera masuk ke dalam mobil. Meninggalkan suami tercinta. Terkadang dalam hidup, kita harus berani mengambil resiko demi perubahan di masa depan.


Sama halnya seperti Siska, mengambil resiko untuk berpisah sementara dengan Haikal. Agar pria itu bisa merasakan namanya kehilangan, walau dalam hati dia takut.


Takut kalau sampai Haikal malah tidak memperjuangkan nya seperti yang Siska harapkan. Hingga Pernikahan mereka hancur.


*


*


Siska melihat mobil Pajero sport mengikutinya dari belakang. Dia tersenyum sinis, tahu kalau sang suami tidak akan mau kalau dirinya kabur.


"Sepertinya apa yang aku lakukan sekarang sudah benar!" guman Siska pelan dalam hati.


Di sisi lain, Haikal ingin menangis rasanya. Dia sangat takut kehilangan sang istri, terlebih lagi Siska sedang hamil. Tak ingin sesuatu yang buruk menimpa istri, anak dan pernikahan nya.


Apakah Haikal cinta pada Siska? Maka jawabannya iya. Hanya saja pria itu belum menyadari sepenuhnya. Dia juga masih terlalu jual mahal. Mengingat bagaimana selama ini pernikahan mereka bertahan, dikarenakan cinta Siska yang besar.

__ADS_1


"Aku mohon jangan lakukan hal konyol, Siska. Aku tidak mau kalau kamu tinggalin aku!"


Haikal berbicara pada dirinya sendiri. Teringat pembicara nya dengan Daniel beberapa waktu lalu di kantor, saat Daniel baru pulang bertemu dengan calon istrinya. Pria itu mampir di perusahaan Haikal.


Flashback on


"Gimana hubungan Abang dengan kak Siska? Apa ada kemajuan?" Daniel bertanya seraya mengupas kuaci.


"Entahlah, Dan. Kalau di bilang baik sih baik, karena Siska sudah berubah sekarang."


"Berubah jadi apa? Ultraman?" Daniel menanggapi perkataan Haikal dengan candaan membuat pria bibir tebal itu langsung melempar bantal ke wajah Daniel.


"Dia lebih mandiri sekarang! Dulu semuanya aku yang handle. Dari belanja bulanan, masak dan datang ke sekolah Reihan setiap ada acara penting. Tapi, akhir-akhir ini Siska berubah jadi mandiri. Semua hal yang dulunya tidak bisa dia lakukan, sekarang jadi bisa."


Haikal mengungkapkan rasa dongkol dalam hatinya. Pria itu merasa kehilangan tanpa sadar. Istrinya yang dulu manja kini sudah mandiri dan lebih sedikit membutuhkan peran Haikal sebagai kepala rumah tangga.


Daniel mendengarnya dengan baik. Pria itu tersenyum kecil melihat raut wajah kesal Haikal.


"Kenapa mengeluh? Bukannya ini kemauan, Abang? Kak Siska harus mandiri agar tidak menyusahkan, Abang lagi! Jadi, kenapa saat kak Siska mandiri, Abang malah mengeluh seperti ini!"


Daniel berkata dengan santai membuat Haikal kesal. Pria itu niat hati ingin bercerita pada sepupunya karena berharap Daniel membela nya.

__ADS_1


"Udah lah, menyesal aku cerita sama kamu!" Haikal memilih bangkit dan berjalan menuju kursi kebesaran nya.


Tetapi, perkataan Daniel mampu membuat langkahnya terhenti dan jantungnya berdetak kencang.


"Hati-hati dengan wanita yang awalnya manja lalu berubah mandiri. Wanita kalau sudah mandiri, maka mereka bisa saja tidak membutuhkan laki-laki."


"Wanita itu makhluk yang mengandalkan perasaan, Bang. Tapi, saat perasaan mereka telah di bunuh, maka mereka akan mengandalkan logika dan saat wanita mengandalkan logika. Percayalah, cinta dan pria tidak lagi mereka pedulikan!"


Perkataan Daniel mampu membuat tubuh Haikal membeku. Pria itu menahan nafasnya sesaat, jantungnya berdetak kencang. Entah apa yang terjadi, tetapi Haikal merasa ketakutan bila sampai Siska tak lagi peduli padanya.


Flashback off.


Pria itu memukul stir mobilnya keras. Dia meluapkan emosi yang tertahan sedari tadi. Rasa takut, panik dan khawatir bercampur menjadi satu.


"Aku tidak mau kehilangan kamu, Siska! Tidak mau!" teriak Haikal frustasi lalu menaikkan kecepatan mobilnya.


*


*


Komentar nya yang banyak dong. Sama like nya kalau tembus 700, author bakal up lagi. 🌹🌹❤️

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak


__ADS_2