
Tubuh Laila membeku, tangannya bergetar, hinaan itu kembali datang. Dulu saat dia hamil sendirian, tak ada yang menemaninya, kecuali hinaan dari orang-orang terdekat. Dia menoleh ke kanan, melihat siapa yang berani menghinanya dan anak-anak.
Laila menatap tajam istri baru mantan suaminya. Tak hanya sendiri, dia juga bersama dengan mantan suami Laila.
Menatap Laila dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kemudian, kembali wanita itu tersenyum sinis.
"Cih, penampilan mu sekarang macam ahli surga aja … jangan bikin malaikat tertawa, deh. Ingat masa lalu kamu, pernah jadi pelakor, pernah jadi simpanan. Bahkan, berzina di luar nikah sampai punya dua anak kembar!" maki Devi istri baru suaminya.
Si kembar yang mendengarnya pun langsung marah. Risky langsung melepas sepatunya, berniat melempar ke arah Devi.
"Eh nenek lampir, pergi nggak dari sini? Kalau nggak bakal aku lempar pake sepatu mahal ku ini?!" bentak Risky murka, sedangkan Riska sedikit ketakutan, dia menggenggam tangan ibunya. Bersembunyi di belakang tubuh Laila.
Laila yang melihat anaknya pun segera menghentikan Risky. Sebab, Risky kalau sudah mengancam, pasti akan dia lakukan.
"Abang, jangan, Nak. Jangan hiraukan mereka … mereka tuh cuma orang ujung yang punya penyakit hati, merasa paling baik, nyatanya mereka taik …"
Laila berkata lembut menyuruh anaknya menghentikan niatnya. Sedangkan, Devi dan Diko mantan suami Laila pun murka, mendengar ucapan mantan istrinya itu.
__ADS_1
"Jaga mulut kamu, Laila. Jangan sampai aku buat kamu masuk rumah sakit lagi seperti dulu?!" ancam Diko membuat Laila gemetar ketakutan. Namun, dia berusaha untuk tetap kuat demi membela harga diri dan juga anak-anaknya.
Masih terekam jelas bagaimana penganiayaan yang dilakukan oleh Diko dulu. Laila nyaris mati di tangan suaminya.
Trauma itu ada … dan mantan suami Laila kembali membuat trauma itu hadir lagi.
"Benar-benar kelewatan kamu, Mas. Apa kamu nggak ingat, jasa aku, huh?! Aku yang menemani kamu saat susah, aku yang dulu bekerja bantu kamu agar bisa sidang dan wisuda. Aku yang cari pekerjaan buat kamu! Terus, saat kamu naik jabatan dan punya gaji besar. Kamu selingkuh dengan ular berbisa ini?!" desis Laila penuh penekanan mengungkit masa lalunya.
Sebenarnya, Laila tidak bermaksud mengungkit. Tetapi, dia ingin menyadarkan Diko agar tak bersikap kelewatan padanya. Apa yang dikatakan oleh Laila benar, dulu saat Diko nyaris putus kuliah karena tidak punya uang untuk sidang dan wisuda, Laila rela bekerja dan gajinya ia berikan untuk mencukupi kebutuhan kuliah Diko.
Wanita memang seperti itu bukan? Meski tidak semuanya, tapi kebanyakan begitu. Kalau sudah cinta, apapun dia berikan untuk pasangan nya. Meski dia harus berkorban banyak demi kebahagiaan laki-laki yang dicintai nya.
Diko yang mendengarnya pun tak terima. Dia merasa kalau kesuksesan nya yang sekarang adalah hasil kerja kerasnya. Tak ingat dia kalau Laila yang berdoa siang malam saat menjadi istrinya agar Diko naik jabatan.
"Kurang ajar kamu ya?!" sentak pria itu lalu mengangkat tangan ingin menampar Laila.
Namun, seseorang lebih dulu datang mencekal tangan Diko. Dia mencengkram erat lengan pria itu, sehingga membuat Diko meringis kesakitan.
__ADS_1
"Auch … siapa kamu?" tanya Diko berusaha untuk menarik tangannya kembali, tetapi susah.
"Aku suami Laila dan ayah kandung si kembar. Berani kamu menyakiti istri atau anak-anak saya?! Saya pastikan kamu mendekam di penjara?!" tegas Raja penuh penekanan. Dia melihat dari kejauhan ada sepasang suami istri sedang mengintimidasi istri dan anak kembarnya.
Segera Raja ke sana untuk melindungi anak-anaknya.
Tiba-tiba suara tangis anak kecil terdengar.
"Huwaaa … Ayah! Tadi, Tante jahat itu bilang Abang dan Adek anak haram. Terus, paman jahat itu ancam Bunda, bilang mau buat bunda masuk rumah sakit?! Huhu … Ayah, adek takut!" Riska menangis sesenggukan membuat dada Raja terasa berdebar kencang. Darahnya berdesir hebat, amarah dalam dirinya ingin meledak-ledak.
"Sepertinya masuk penjara tidak akan membuatmu jera. Tapi, kalau saya buat kamu menderita tanpa harta dan kuasa! Akan lebih menyenangkan!" ujar Raja dengan nada dingin.
*
*
Mau lagi?? Yuk komentar banyak 🥰❤️🤭
__ADS_1
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏