Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
Haikal Si Buaya Buntung


__ADS_3

Kedua anak manusia yang telah lama berpisah itu kini duduk berhadapan di atas ranjang besar. Saling bertatapan satu sama lain, menyiratkan kerinduan mendalam. Perlahan Siska membuka cadarnya, setiap pergerakan wanita itu di pantau oleh sang suami.


Degup jantung Haikal berpacu cepat, seperti kusir yang sedang memacu kudanya. Pipi pria itu merona, seolah terhipnotis oleh aura kecantikan istrinya.


Bagaikan gerakan slow motion, kain hitam yang menutupi sebagian wajah istrinya terlepas. Jatuh ke bawah.


Serr


Dunia seakan berhenti berputar sekitar Haikal. Pria itu seperti tersungkur paksa oleh kecantikan sang istri. Hidung kecil nan mungil, bibir seksi dan tebal. Pipi chubby, dagu runcing dan alis yang tajam. Bulu matanya lentik bagaikan di rias oleh maskara.


Selama ini pria itu telah buta, abai akan kecantikan bidadari yang selalu menunggu nya di rumah.


Sang bidadari yang dikirimkan oleh sang pencipta untuk menjadi pendamping hidupnya. Telah ia sia-siakan kehadiran nya.


Bodoh, bodoh dan bodoh kau Haikal. Itulah yang di teriakan oleh hati kecil pria itu.


Tak sadar selama ini bidadari yang bernama Siska Larasati binti Ja'far telah bertahta di relung hatinya.


Kehilangan sang bidadari selama beberapa purnama, membuat nama si bidadari dunia semakin agung dalam hatinya.


Tersadar akan kebodohan yang selama ini pria itu lakukan.


"Mas."


Suara lembut dan halus sang istri, bagaikan suara merdu penyair yang sedang melantunkan ayat-ayat cinta di atas panggung.


Membuat pria itu tersadar dari lamunannya. Senyuman manis terpasang di wajah sang istri. Semakin menambah kecantikan nya.


"Ternyata Allah masih sayang padaku." Haikal menjawab dengan suara pelan seraya membelai pipi chubby istrinya.


Siska memejamkan matanya, dia merebahkan pipi di telapak tangan sang suami. Ia genggam tangan besar itu penuh cinta.


"Kenapa bicara seperti itu?" Siska bertanya, membuka matanya menatap satu pria yang ia Cinta.


"Karena Allah masih memberiku kesempatan untuk memiliki bidadari secantik kamu."


Haikal menjawab lugas membuat semburat merah merona terpancar dari pipi sang istri.


"Gombal," balas Siska malu-malu.


"Tidak! Aku bukan pria yang suka menggombal atau menggoda." Haikal membantah ungkapan Siska.


"Lantas, kenapa kalimat mu seperti sedang menggoda ku?" Siska bertanya dengan suara merdunya membuat hati Haikal bergetar hebat.


Ahh … rasanya dunia sangat indah.

__ADS_1


Oh Haikal, dunia selalu indah bila sang pencinta mendapatkan apa yang dicinta.


Tetapi, dunia akan kejam, bila sang pencinta tak mendapatkan apa yang dicinta.


Seseorang akan memandang dunia indah atau kejam, tergantung luka yang diberikan oleh dunia.


"Aku rela menjadi penggoda bila kamu yang harus ku goda," ujar Haikal begitu puitis.


Haha … Siska tersenyum malu-malu, dia telah masuk perangkap buaya buntung yang sudah pernah bertapa di gua tak berpenghuni.


Si buaya telah mencari ilmu merayu wanita. Buaya itu begitu pandai melantunkan ayat-ayat cinta, sehingga membuat mangsa nya terjerat dalam kerangkeng cintanya.


"Pembohong," lirih Siska membuang wajahnya ke lain arah. Menghindari tatapan menusuk Haikal.


Hatinya seperti ingin meledak mendengar kalimat-kalimat agung akan cinta yang keluar dari lisan suami dingin nya.


Seolah tak percaya dan terlalu terkejut dengan gombalan maut yang keluar dari lisan kaku suaminya.


Suami yang dulu sangat pelit pujian, kini malah menjadi profesional dalam memuji.


Ya Allah … Duhai Allahku. Mengapa suamiku berubah menjadi pria berlisan manis seperti ini?


Allah ku … sungguh aku sangat bahagia. Allah ku, terima kasih karena sudah berkenan menjawab doa pendosa ini.


Siska menjerit dalam hati.


"Tatap aku!" titah Haikal dengan nada tegas memaksa wanita itu menatapnya.


"Adakah kebohongan di mata ku? Tidak bisakah kamu melihat ada gambar love di mataku? Dan di dalam gambar love itu tertera nama mu di dalamnya," tambah Haikal dengan nada puitis.


Sontak hati Siska bukan lagi meledak, tetapi sudah hancur berkeping-keping, karena di bom oleh kata-kata cinta buaya buntung itu.


Wanita itu mendorong pelan Haikal. Lalu memilih tidur telungkup agar sang suami tak melihat wajah merah nya.


Tak mau kalah, Haikal segera ikut tidur, memaksa istrinya berhadapan dengannya.


"Aku tidak boleh kalah, pokoknya malam ini aku harus berhasil membuat Siska tunduk oleh gombalan ku agar aku dapat jatah!" batin Haikal begitu semangat.


"Siska, tatap mataku! Maka kamu akan lihat cinta di dalamnya!" bujuk Haikal membuat Siska langsung menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.


"Apaan sih, Mas! Tidur ah … udah malam. Jangan goda aku lagi! Nanti aku pingsan karena serangan jantung!" teriak Siska terdengar manja oleh Haikal.


"Tidak apa-apa kalau kamu pingsan, nanti aku beri nafas buatan," balas Haikal genit membuat Siska senang, geli bercampur ilfil mendengar nya.


Bayangkan saja, suami dingin, cuek, kata-kata nya pedas seperti cabe mercon. Tiba-tiba berubah menjadi, perhatian, lembut dan manis seperti ini.

__ADS_1


Aneh bukan?


"Apaan sih, Mas. Aku mau tidur!"


"Siska ayolah tatap mataku!"


"Siska!"


"Enggak!"


"Sayang!"


"Diam aku mau tidur!"


"Siska sayangku, cintaku!"


"Diam, Mas. Diam, kalau nggak aku pergi lagi nih!" Siska berteriak kesal bercampur malu membuat Haikal langsung diam dan tarik selimut.


"Ayo tidur! Sudah malam, jangan ribut lagi!" ujar Haikal lembut tanpa dosa membuat Siska ingin tertawa rasanya.


"Kan kamu yang ribut, bukan aku!"


"Suttt … diam! Kalau nggak nanti aku cium bibir bawah mu!" ancam Haikal membuat pikiran Siska langsung kosong.


Bibir bawah?


Bibir bawah?


Apa itu?


*


*


Yukk bantu komentar 100 dan like nya lebih 1000. 😘


Yang ada kopi jangan lupa buatin yah, biar author nggak tidur wkwkwkwk 🤣


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


Mampir Juga Ke Novek temen author yang nggak kalah seru nya 🥰

__ADS_1



__ADS_2