
Assalamualaikum
Maaf banget, author belum bisa update. Mental lagi down banget, lagi sedih-sedih nya. Lihat berita tentang pembullyan, membuat author ingat masa sekolah dulu, dari SD sampai SMA di bully.
SD di bully fisik, pernah di tampar, di duduki sama beberapa orang sampai sudah bernafas.
SMP dan SMA di bully secara mental. Pembunuhan karakter, di kucilkan dan di hina.
Tiba-tiba tadi langsung drop, semangat buat nulis, hilang seketika.
Aku marah banget pas baca berita tentang pembullyan, soalnya aku pernah di posisi korban. Rasanya takut untuk sekolah, takut bertemu orang baru, depresi, bahkan sampai mau b*nuh diri, hampir juga putus sekolah.
Sebenarnya kejadian nya sudah lama dan aku pun sudah memaafkan para pelaku. Namun, ada kalanya aku benci sama mereka, kenapa harus aku yang di bully? Apa salahku? Apa aku nggak bisa bahagia?
Terlebih lagi kalau lihat berita viral tentang pembullyan, langsung dada ku sesak, air mata langsung keluar tanpa bisa di tahan. Kayak merasa Dejavu, seolah-olah aku masih berada di lingkungan Toxic.
Maaf curhat ya, Kakak semuanya.
Karena aku bener-bener lagi sedih banget. Mata sampai bengkak karena nangis.
Bismillah, semoga besok aku kembali ceria dan baik-baik saja.
Dan mungkin aku juga bakal buat novel kisahku sendiri, agar hatiku lebih lega karena orang-orang mendengar kisah ku.
__ADS_1
Agar orang tua juga tahu, kalau anak yang tidak mau sekolah, bisa jadi bukan karena malas. Tapi, karena takut bertemu dengan mereka yang membully nya.
Sedih banget rasanya ingat masa-masa itu. Untung saja iman ku kuat, dan Allah masih sayang sama aku. Kalau nggak, mungkin aku nggak bisa berada di titik ini.
Meski sekarang kehidupan ku lebih baik dari sebelum nya, tapi yang namanya luka pasti ada bekas nya. Bekas jerawat saja sudah di hilangin, apalagi bekas luka batin?
It's hurt … very hurt.
Apalagi keluarga tidak ada yang tahu, gimana akunya mencoba mati-matian bertahan untuk hidup, meski keadaan membuat ku hampir mati.
Maaf kalau masalah pribadi aku curhat di sini 🙏.
Karena masalah di bully ini, cuma aku yang tahu. Keluarga tidak, bertahun-tahun aku simpan, dan aku nggak kuat buat nyimpan lebih lama lagi.
Buat para orang tua, tolong ajarkan anak-anak kalian untuk membalas perbuatan jahat orang-orang padanya, agar anak kalian tumbuh menjadi anak yang berani menjaga diri, menjaga harga dirinya agar tidak di injak-injak.
Jangan langsung ajarkan menjadi pemaaf, nantinya dia malah menjadi pengecut, bisanya cuma mengalah, sampai nggak tahu rasanya menang.
Nanti, ketika mereka dewasa, baru ajarkan kalau ada opsi lain untuk membalas kejahatan orang lain yaitu dengan menjadi pemaaf.
Dengan begitu, anak bisa menjadi pribadi pemaaf, namun berani.
Dan untuk para pembaca ku, khususnya para guru dan orang tua, tolong lebih peduli pada anak. Jangan sibuk kerja, tanyakan bagaimana dia di sekolah, bagaimana hubungan nya dengan teman sekelas. Sering-seringlah jenguk ke sekolah secara tiba-tiba, agar orang tua tahu bagaimana keadaan anak di sekolah.
__ADS_1
Lalu untuk para guru, seringlah memantau murid saat jam istirahat. Karena saat jam itu, biasanya rawan bully. Begitupun jam pulang sekolah.
Tolong bedakan mana candaan sesama teman dan kekerasan yang di lakukan oleh teman.
Bukan maksud ingin menggurui, tetapi hanya berbagi keresahan ku dulu saat menjadi korban bully. Orang tua tidak tahu karena sibuk bekerja agar aku bisa makan, sampai-sampai mereka tidak punya waktu untuk istirahat yang cukup.
Aku tidak menyalahkan orang tua ku, karena setelah dewasa aku tahu gimana capek nya mencari uang. Aku menyayangi mereka, sangat sangat menyayangi.
Hanya saja, hati kecilku haus akan perhatian, apalagi di masa-masa sekolah ku.
Aku harap, anak-anak kakak semua tidak merasakan apa yang aku rasakan.
Di bully itu nggak enak. Sangat tidak enak.
Terima kasih untuk semua yang mau mendengar curhatan ku.
Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah 🌹.
Buat para orang tua sekali lagi tolong, lebih perhatian pada anak-anak. Terutama untuk para ayah, jangan biarkan putri kecil kalian di sakiti oleh tangan-tangan jahat 😊.
Aku nulisnya sambil nahan tangis hehe.
Sampai jumpa di bab selanjutnya 🌹 mohon doanya agar aku baik-baik saja.
__ADS_1