Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
Ekstra Part [Laila Adalah Barang Bekas]


__ADS_3

*


Raja benar-benar sedang menahan amarahnya agar tak meledak-ledak. Dia tidak bermain tangan, karena ada si kembar bersamanya. Pria itu beristighfar dalam hati, agar tak hilang kendali.


Ayah mana yang tidak marah bila anaknya di sebut anak haram. Raja dan Laila sadar kalau mereka yang bersalah, bukan si kembar. Karena mereka juga tidak minta dilahirkan di luar nikah.


Laila segera menggendong putrinya. Dia berusaha menenangkan Riska yang menangis sesenggukan. Dia tidak banyak ikut campur, biarlah sang suami yang berurusan dengan mantan suaminya.


Kasih terekam jelas rasa sakit yang diberikan oleh mantan suaminya. Bagik, fisik atau batin.


"Sutt … tenang, Sayang! Ada Bunda dan Ayah di sini!" Laila berusaha menenangkan Riska yang menangis sesenggukan.


"Huwaa … Bunda, Adek bukan anak haram … hiks … Adek anak baik … huwaa! Ayah pukul Tante dan paman jahat itu!" Riska menangis sesenggukan. Dia tidak terima di panggil anak haram.


Riska dan Risky sudah paham, apa maksud dari anak haram. Itulah yang membuat mereka marah, berbeda dengan Riska yang menangis. Risky malah menatap tajam wanita jahat di depannya. Dia masih menggenggam sepatu nya, ingin sekali dia layangkan ke wajah nenek lampir yang mengatai ibunya.


Raja memejamkan matanya. Dia berusaha menahan emosinya.


"Lepaskan tanganku, Sialan. Apa kau tidak takut padaku, huh?! Aku ini manajer di perusahaan Bumi Gas grup!" bentak Diko membuat Raja langsung melepaskan cengkraman nya.


Diko yang melihatnya pun tertawa mengejek. Dia yakin kalau Raja takut padanya. Secara perusahaan Bumi Gas grup sangatlah terkenal.


"Cih, kau pasti takut, 'kan? Ha ha … makanya, jangan sok-sokan jadi pahlawan! Nikah dengan wanita bekas ku saja belagu! Cuih … ambil tuh bekas ku!" Diko kembali menghina Laila membuat wanita itu merasa sangat sesak dan terhina.


"La, bawa anak-anak masuk ke dalam kebun binatang! Ini ambil tiketnya! Pergilah sekarang, nanti aku akan menyusul kalian!" titah Raja dengan suara dingin. Dia memberikan tiket masuk kepada Laras dengan tangan yang bergetar.


Raja benar-benar sampai pada puncak kesabarannya. Dia ingin meledakkan amarahnya, tetapi, dia tetap harus menjaga sikap.


Laila yang paham pun segera mengambil tiketnya. Lalu mengajak anak-anaknya pergi, namun, Risky tidak mau.


"Nggak, Abang mau sama ayah!" tolak Risky dengan nada tegas membuat Raja mengerti.


"La, pergilah … bawa Riska saja! Risky biar di sini bersamaku!" ujar Raja membuat Laila keberatan.


"Tapi, Mas–,"

__ADS_1


"La, percaya padaku!" Raja menatap istrinya dengan sorot mata tajam.


Laila pun menganggukkan kepalanya. Di segera membawa Riska masuk ke dalam kebun binatang.


Meninggalkan Raja, Risky dan dua pasangan jahat itu.


"Cih, sok-sok jadi pahlawan. Pake nyuruh tuh barang bekas pergi, ecek-ecek nya kamu mau hajar aku!" ledek Diko dengan nada sinis membuat Raja mengeraskan rahangnya.


Sudah berkali-kali Diko menghina harga diri istri tercintanya.


"Abang, lihat bagaimana Ayah menghajar orang yang menghina, Bunda. Nanti kalau Abang dewasa, jangan segan hajar orang yang jahat sama Bunda, adek, atau istri Abang, oke!" ujar Raja pada sang anak membuat Risky menganggukkan kepalanya.


Diko ingin kembali berbicara, namun, Raja langsung meninju wajah Diko.


Bugh.


"Ini untuk istriku!"


Bugh.


Bugh.


"Ini untuk anak laki-laki ku?!"


Bugh


"Ini untuk anak gadisku?!"


Bugh


"Dan ini dariku?!"


Raja menghajar Diko dengan seluruh tenaganya. Wajah Diko lebam dan mengeluarkan banyak darah. Devi sudah berteriak histeris sedari tadi, karena melihat suaminya dihajar oleh Raja.


"Akk tolong?!" jerit Devi meminta bantuan.

__ADS_1


Risky yang masih dendam pada Devi, karena menghina ibunya tadi, langsung melempar sepatunya mengenai hidung pesek Devi.


Bugh.


"Makan tuh sepatu, dasar nenek lampir!, Punya mulut enggak di pagar. Makanya kalau ngomong nggak pernah di saring?!" teriak Risky marah.


Bocah laki-laki itu tidak akan segan kasar pada orang yang menyakiti keluarganya, terutama ibu.


Raja sengaja membiarkan Risky melihat aksinya yang menghajar Diko, agar kelak Risky bisa mencontoh nya. Tidak boleh pengecut bila menyangkut tentang keluarga.


Jadilah, kejam bila memang harus. Itulah prinsip Raja yang ditanamkan pada anak-anaknya.


Raja dan Risky mencintai Laila. Wanita itu ibu Risky, dan wanita itu istri tercinta Raja.


Mereka akan menghormati dan menghargai orang yang menghargai Laila. Tetapi, mereka tidak segan membantai orang-orang yang mencela Laila, apalagi di depan mereka.


*


*


Bagi author apa yang dilakukan oleh Raja telah benar. Dia membiarkan Risky melihat aksinya yang membela istrinya. Secara langsung dia mengajarkan anak laki-lakinya agar menjadi pemberani.


Terkadang kita harus kejam, pada orang yang lebih dulu kejam pada kita. Ada kalanya memaafkan menjadi pilihan utama, namun, ada juga membalas perbuatan jahat menjadi pilihan kedua.


Dan tidak ada anak yang haram. Semua anak suci, yang salah perbuatan orang tuanya. Bukan mereka.


Mau lagi?? 😁🌟 Komentar yang banyak 😘


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


Mampir ke novel author yang baru 🥰



__ADS_1



__ADS_2