Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
S2: Ayah Kami Sudah Meninggal


__ADS_3

"Ta'aruf? Dengan saya?" Laila bertanya tak percaya, janda dua anak itu terkejut bukan main mendengarnya.


"Benar, dengan kamu, Neng." Sang ustadzah membenarkan ucapannya. Dia menatap Laila dengan sorot mata berbinar bahagia.


Laila tak tahu harus merespon seperti apa, sebab dia tahu betul bagaimana masa lalunya yang penuh lumuran dosa. Tak layak bersanding dengan siapapun.


Janda dua anak itu menundukkan kepalanya. Dia merasa rendah diri.


"Saya rasa kalau pria itu tahu bagaimana masa lalu saya, pasti dia tidak mau, Ustadzah," ujar Laila dengan perasaan campur aduk.


Masih terekam jelas bagaimana perjalanan hidupnya dulu. Penuh lika-liku dan tangisan.


Sang ustadzah pun menggenggam tangan Laila. Dia memberikan semangat pada wanita itu agar tak merasa paling hina.


"Saya sudah ceritakan padanya semua tentang mu, Neng. Dia tetap kekeh ingin ta'aruf denganmu. Dan asal kamu tahu! Dia juga sama sepertimu. Masa lalunya penuh lika-liku dan dosa! Tapi, sekarang dia sudah menyesal dan bertaubat. Pikirkan baik-baik! Tidak ada salahnya membuka lembaran baru. Insya Allah, bukan hanya kamu yang mendapatkan pendamping hidup, tetapi Tidak dan Risky juga pasti senang. Sebab, mereka mendapatkan sosok ayah!"


Sang Ustadzah memberi nasehat pada Laila. Dia tahu pasti apa yang di rasakan oleh janda dua anak ini. Sebagai guru agama Laila, dia sudah mengetahui bagaimana rekam jejak masa lalu Laila.


Dia salut, karena Laila mampu berubah banyak. Dia menjadi pribadi yang lebih baik semenjak hijrah. Meski dari segi pakaian masih belum sempurna seperti ajaran sayyidah Fatimah Zahra.


Tetapi, Laila sudah berhijab.


Kembali lagi pada Laila, dia tidak merasakan apapun, karena memang hatinya sudah beku.


Disakiti oleh suaminya di masa lalu, kemudian di goda dan dijanjikan mahligai pernikahan oleh suami orang, sampai Laila terjerumus ke jurang maksiat yaitu menjadi simpanan suami orang selama setahun.


Selanjutnya dia hamil dan meminta pertanggung jawaban dari pria itu, tetapi apa yang didapatkan tidak sesuai harapan. Laila di hina, di maki dan di usir oleh pria yang dulunya berjanji akan menikahinya.

__ADS_1


"Neng, di coba dulu aja. Kalau memang cocok baru lanjut ke jenjang yang lebih serius. Kalau tidak! Ya tidak apa-apa."


Ustadzah Robiah kembali berbicara. Dia mengelus pundak Laila, janda dua anak itu pun terdiam, larut ke dalam pikirannya sendiri.


*


*


Di sisi lain, Raja sedang asik bermain bersama Riska dan Risky. Mereka bercanda ria bersama, ikatan batin antara ayah dan anak tidak bisa diganggu gugat, mereka sangat gampang akrab satu sama lain.


Setelah selesai bermain, Raja memerintahkan anak buahnya untuk membelikan minuman.


"Kalian mau minum apa anak-anak?" tanya Raja pada kedua kakak adik itu.


"Susu vanila," ujar Risky senang.


"Susu coklat," tambah Riska bahagia.


"Beli susu vanila dan coklat, masing-masing tiga botol. Jangan lupa satu botol air mineral dan beberapa cemilan anak-anak!" titah Raja pada bawahannya.


"Baik, Pak."


Raja terus menatap Riska yang terlihat sedang merapikan rambut kepangnya. Tampak juga Risky ikut membantu merapikan anak rambut yang menutupi wajah adiknya.


Saat ini mereka sedang berlindung dari teriknya matahari di bawah pohon rindang.


"Rumah kalian di mana, Nak?" tanya Raja lembut.

__ADS_1


"Di sana!" tunjuk Riska polos ke arah kanan.


Raja melihat sebuah rumah minimalis berwarna hijau botol. Tampak sangat rapi dan menyejukkan.


"Kalian tinggal dengan siapa?" Raja kembali bertanya, sebab terlalu penasaran dengan dua anak ini.


"Sama Bunda." Risky menjawab polos.


"Ayah kalian di mana?" Raja bertanya demi memuaskan rasa penasarannya.


Raut wajah Riska dan Risky pun langsung murung. Mata mereka berkaca-kaca, membuat Raja tak enak hati.


"Ayah sudah meninggal," jawab Risky pelan membuat dada Raja terasa sesak. Tanpa sadar dia memeluk kedua anak kembar itu.


"Suttt … jangan sedih lagi. Pasti ayah kalian bangga di alam sana, karena punya anak kembar yang sangat menggemaskan seperti kalian!"


Raja berusaha memberikan ketenangan bagi kedua anak kembar itu. Entah mengapa Riska dan Risky merasa sangat tenang berada di pelukan Raja.


"Apa begini rasanya di peluk oleh, Ayah?" batin Risky dan Riska merasa sangat sedih.


*


*


Komentar dan like juga gift sangat berarti bagi karya para author. Jadi, jangan bidan yah untuk terus dukung kami 😘🥰🌹❤️


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2