Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
Ekstra Part : Ada Apa Dengan Riska?


__ADS_3

Raja memutuskan untuk memindahkan sekolah si kembar ke kota. Awalnya anak-anaknya tidak mau pindah, namun Laila membujuk keduanya untuk mau pindah, dikarenakan Raja harus memegang kendali perusahaan. Dia tidak bisa terlalu lama vakum, tak ingin juga hidup sederhana, sebab, selama dia dan istri juga anak-anaknya hidup sederhana, sangat banyak hinaan dari orang-orang kota.


Dia tidak mau ada orang yang merendahkan istri juga anak-anaknya. Bagi Raja si kembar dan Laila adalah segala-galanya.


Diko sudah dipecat dari perusahaan, karena kelakuan Diko yang membawa-bawa nama perusahaan saat menindas orang kecil, salah satunya Laila dan si kembar berdampak buruk bagi nama baik perusahaan.


Itulah siasat Raja, dia sengaja mengviralkan kejahatan Diko, agar orang-orang tahu kebusukannya.


Raja tidak peduli lagi bagaimana kehidupan Diko dan istrinya. Karena Laila meminta Raja untuk tidak membahas dan mencari tahu segala hal tentang mantan suaminya itu.


Namun, mereka lengah, lupa kalau orang yang punya hati busuk, pasti punya dendam.


"Sayang!" Raja memeluk sang istri dari belakang membuat Laila yang sedang memasukkan pakaian Raja ke dalam lemari tersentak. Tak lama kemudian senyuman manis terbit dari wajah Laila.


Dia sangat bersyukur bersuamikan Raja, pria itu amat sangat mencintainya. Memperlakukan Laila bagai seorang ratu.


"Tumben kamu pulang awal, Mas. Kenapa?" tanya Laila lembut seraya mengelus lengan Raja di perutnya.


"Aku mau ambil berkas ku yang ketinggalan. Tapi, sepertinya aku tidak mau kembali lagi ke kantor."


"Kenapa?" tanya Laila heran.

__ADS_1


"Nggak tahu, tiba-tiba perasaan ku nggak enak, gelisah dan kalut. Perasaan ini sama seperti sebelum aku kecelakaan gara-gara babi liar di desa dulu!" jelas Raja mengungkapkan isi hatinya.


Laila yang mendengarnya juga terhenyak. Dia segera berbalik menatap lekat wajah sang suami. Ternyata ikatan batin keduanya sangatlah rekat.


Laila juga merasakannya sedari tadi. Makanya wanita itu memilih menyetrika pakaian yang sebenarnya bukan tugasnya.


Namun, Laila yang gelisah mencoba membuang perasaan itu, dengan cara menyibukkan dirinya sendiri.


"Astaghfirullah, Mas. Kita sama … aku juga kalut, Mas. Hati aku nggak enak, makanya aku nyetrika pakaian kamu, biar hatiku yang gelisah sedikit tenang, karena aku sibuk!" balas Laila serius membuat Raja semakin resah.


"Aku jemput anak-anak sekarang, yah. Aku takut kalau sesuatu yang buruk menimpa salah satu dari kita!" pinta Raja membuat Laila menganggukkan kepalanya.


Keduanya segera berangkat ke sekolah swasta di kembar tanpa berganti pakaian. Mereka berdua hanya ingin bersama-sama, sampai perasaan gelisah itu menghilang.


*


*


Risky mengernyitkan dahinya melihat sang adik berwajah murung. Padahal tadi pagi adiknya begitu semangat dan ceria, namun, setelah jam istirahat wajah Riska berubah murung.


"Adek, kenapa murung? Lagi mikirin apa?" tanya Risky lembut pada kembarannya. Saat ini mereka berdua sedang menunggu jemputan.

__ADS_1


"Gak ada," cicit Riska dengan suara bergetar. Wajah gadis itu sangatlah pucat, bibirnya yang Semerah Cherry, kini berubah pucat dan mengering.


"Terus kenapa diam aja dari tadi? Oh iya … tadi waktu jam istirahat kamu kok nggak ada di kantin dan di taman? Abang, capek cariin kamu."


Risky bertanya pada sang adik dengan serius membuat wajah Riska tegang dan pucat pasi. Tangannya bergetar menampakkan dirinya sangat ketakutan.


Dia teringat kejadian tadi saat jam istirahat. Sungguh kejadian itu menyisakan trauma mendalam baginya.


"Adek?" panggil Risky lagi.


*


*


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


*


*

__ADS_1


__ADS_2