Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
Ekstra Part [Permintaan Maaf Diko]


__ADS_3

Semua orang mengalihkan atensi mereka ke arah Diko. Terkejut melihat respon Riska yang tiba-tiba histeris melihat Diko dan memanggil pria itu "Paman Jahat". Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Riska tiba-tiba histeris?


Raja tersenyum tipis. Dia memang tidak memecat Diko dari perusahaannya, karena tidak ingin mematikan rezeki orang dan mencampuri urusan pribadi dan kantor.


Tetapi, dia punya cara lain agar membuat Diko jera.


"Dasar cecunguk sampah," ledek Raja dalam hati.


Dimas yang melihat keponakan kesayangannya tiba-tiba menangis kaget.


"Sayang, Adek … kenapa menangis, Nak? Cerita sama, Paman. Siapa yang jahat?" tanya Dimas seraya menepuk punggung Riska. Risky segera turun dari gendongan sang paman. Dia menggenggam tangan ibunya, seolah ingin menjaga sang ibu dari Diko.


"Hiks … Paman jahat kemarin ngatain Bunda yang tidak-tidak. Ada Tante jahat lagi! Huwaa …"


Riska mengadu pada sang paman. Suaranya yang melengking membuat seluruh karyawan mengerti apa yang sebenarnya sudah terjadi antara Diko dan si kembar.


Bisik-bisik terdengar membuat Diko ketakutan, gugup dan malu.


"Dih, dia lagi! Memang etikanya minus. Nggak di kantor, nggak di luar, sama saja nyebelin."


"Benar, songongnya minta ampun. Macam dia saja yang punya perusahaan."


Terlalu banyak kata-kata ejekan karyawan untuk Diko. Raja juga ikut mendengarnya. Dia hanya bisa tersenyum dalam hati.

__ADS_1


"Aku memang tidak bisa memecatnya. Tapi, sanksi sosial akan membuatnya jera dan malu." Raja berkata dalam hati.


Diko mengepalkan tangannya erat. Dia sedang gelisah dan resah. Bingung apa yang harus dia lakukan sekarang. Semua retina mata tertuju ke arahnya.


"Sial sial sial … awas saja kalian semua, kalau sampai aku kaya dan punya perusahaan sendiri. Aku akan memecat kalian semua. Biar tahu rasa kalian!"


Diko mengumpat dalam hati. Dia masih saja sombong dan keras kepalanya.


Dimas menatap tajam ke arah Diko.


"Diko, sebenarnya saat ini saya sangat ingin memecat kamu, karena sudah membuat keponakan saya trauma dan histeris. Ditambah kamu menghina kakak ipar saya. Tapi, saya tahu betul, urusan pribadi dan kantor tidak bisa di campur. Tetapi, bukan berarti saya memaafkan sikap kamu!"


Dimas tersenyum dingin. Membuat semua karyawan ketakutan. Dibanding dengan Raja yang barbar dan halus bila bermain. Dimas lebih mengerikan bila marah, dia jarang marah, tetapi, sekali marah bisa membuat para karyawan trauma melakukan kesalahan. Sebab, takut melihat kemarahan Dimas.


"Ampun, Pak. Ampun … maafkan saya! Saya tidak tahu kalau Laila adalah kakak ipar, Bapak," ujar Diko dengan suara terbata-bata dan gugup.


Semua karyawan yang melihatnya berusaha menahan senyum mereka. Senang sekali melihat Diko yang sombong dan tengil tampak menyedihkan seperti sekarang.


"Rasakan itu," batin semua karyawan yang tidak suka pada Diko.


Raja yang melihatnya tersenyum tipis.


"Lalu, kalau Laila bukan istri saya atau kakak ipar, Dimas. Kamu tetap akan menghina nya dan tidak merasa bersalah sama sekali?" tanya Raja disertai senyuman tipis.

__ADS_1


Mendengar ucapan Raja membuat Diko mengeraskan rahangnya. Dia seperti memakan buah simalakama. Mundur tak mungkin, maju apa lagi.


"Sial, andai kemarin Devi tidak mencari gara-gara dengan Laila. Aku pasti tidak akan berada di posisi ini. Awas saja kau Devi," batin Diko menyalahkan istri mudanya.


Andai saja Devi tidak menghina Laila. Pasti hari ini dia bisa menjadi penjilat. Terlebih lagi Diko merupakan karyawan yang jenius.


"Apa yang kamu tunggu, minta maaflah pada mereka yang telah kamu sakiti!" ujar Dimas dengan nada dingin.


Riska telah berhenti menangis. Dia mengintip dari sela-sela jarinya melihat Diko yang bersimpuh di bawah kaki pamannya.


Diko memejamkan matanya. Dia menelan ludah susah payah. Dengan berat hati dia merangkak bersimpuh di kaki Raja.


"Maafkan saya, Tuan. Saya salah dan saya janji tidak akan mengulanginya lagi!" pinta Diko memelas membuat Raja tersenyum tipis.


*


*


Alhamdulillah sekarang udah mendingan. Tapi, belum bisa crazy up 🙏


Mungkin kalau double up, bisa kali ya.


Kopinya jangan lupa yah 🤭

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh


__ADS_2