
Seorang pria tampan tidur dengan nyenyak. Sudah hampir setahun dia tidak tidur dengan benar, tetapi malam ini, dia tidur dalam keadaan lega dan bahagia. Pujaan hatinya telah kembali, istri tercintanya sudah tak ngambek lagi.
Bahkan, wajahnya terlihat ramah saat sedang tertidur. Tampak senyuman manis terpasang di wajahnya, saat dini hari, dia kembali terjaga, terbiasa bangun untuk sholat malam membuat Haikal tak lagi bisa tidur nyenyak sampai pagi.
Dia membuka matanya perlahan, di lihatnya sang istri tidur pulas di sebelahnya. Tampak sangat menawan dan cantik di pandang.
Ia belai pipi istrinya dengan sangat lembut. Untuk pertama kalinya dia bangun tidur dan menatap istrinya penuh cinta, di masa lalu, Siska lah yang melakukan hal itu. Berharap Haikal mau membalas tatapan nya.
Allah yang maha membolak-balikkan hati manusia, dulu benci sekarang jadi cinta.
"Cantiknya istriku," gumam Haikal pelan.
Setelah menikmati indahnya kecantikan sang istri, Haikal bangkit dari peraduan nya. Lalu segera mengambil wudhu. Tak berselang lama, Siska pun membuka matanya perlahan.
Dirinya juga terbiasa sholat tahajud, kedua insan yang saling mencintai itu telah banyak berubah. Sekarang mereka seperti kecanduan sholat, dulu saja mereka seperti orang gila yang tak kenal apa itu sholat.
"Astaghfirullah, aku telah lima menit," gumam Siska parau saat melihat jam di dinding menunjukkan pukul 03:05 WIB, segera saja dia masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Terkejut Siska saat melihat suaminya sedang berwudhu. Begitupun Haikal tak kalah terkejutnya melihat sang istri bangun.
"Kamu mau pipis, Sayang?" Haikal bertanya pada Siska menggunakan panggilan sayang. Membuat hati wanita itu menghangat, dia sendiri tak menyangka kalau suaminya telah berubah menjadi manis seperti ini.
"Iya, Mas. Kamu wudhu, mau sholat tahajud?" Siska bertanya hati-hati membully Haikal tersenyum malu. Teringat dulu dia sering memberi alasan saat Siska mengajaknya sholat.
"Iya," jawab Haikal pelan membuat Siska tersenyum senang dengan mata berkaca-kaca.
Ya Allah, begitu indah takdir-Mu. Perpisahan kami beberapa bulan yang lalu telah membawa perubahan yang sangat baik. Ternyata bukan hanya Siska yang mencoba berubah menjadi lebih baik, Haikal pun begitu.
__ADS_1
"Tunggu aku yah! Aku juga mau sholat tahajud! Kamu jadi imam nya dan aku jadi makmum!" pinta Siska semangat membuat Haikal tersenyum cerah.
Dia mengangguk kepalanya cepat.
Sehera saja Haikal keluar dari kamar mandi. Begitupun Siska segera pipis, membersihkan wajah dan berwudhu.
Sambil menunggu Siska, Haikal mengeluarkan mukena istrinya yang tersimpan rapi di lemari.
Ia bentangkan sajadah untuknya dan sang istri. Ada rasa hangat menjalar dalam hati. Tak percaya kalau mereka sebentar lagi akan sholat berjamaah.
"Ya Rabb … kenapa jantungku tak berhenti berdebar?" gumam Haikal memegang dadanya yang berdebar-debar kencang.
Tak lama kemudian, Siska keluar dari kamar mandi. Dia tersenyum manis ke arah Haikal, wanita itu terpana melihat ketampanan suaminya memakai baju Koko dan kopiah hitam.
Ternyata benar kata para ulama, orang beriman yang rajin sholat tahajud, akan di berikan aura menyejukkan di wajahnya. Begitupun dengan Siska memandang suaminya dengan hati yang sejuk.
Dia segera memakai mukena nya. Setelah selesai, segera saja Haikal melantunkan kalimat, Allahu Akbar.
Tiba-tiba, baru saja Haikal mengucapkan bismillah. Setan menggodanya membuat Haikal teringat anak keduanya.
"Lah, Siska kabur saat hamil, sekarang dia kembali dengan perut rata. Otomatis anakku telah lahir, di mana dia sekarang?"
Tanda tanya besar dalam benak Haikal tentang keberadaan anaknya. Memang benar kata para ulama, kalau saat sholat semua yang tadinya lupa menjadi ingat.
Haikal sholat seperti emak-emak yang tiba-tiba ingat kalau kompor belum di matikan.
Segera saja pria itu membacakan surah Al Kautsar rakaat pertama dan Al ikhlas di rakaat kedua.
__ADS_1
"Assalamualaikum warahmatullah." Baru saja selesai sholat, Haikal langsung berbalik dan bertanya pada Siska tentang keberadaan anaknya.
"Dia di mana?" tanya Haikal cepat dengan mimik khawatir.
"Dia siapa, Mas?" Siska mengernyitkan dahinya heran. Suaminya habis sholat bukannya memimpin doa, malah bertanya padamu.
"Anak kita? Adiknya Reihan?" tanya Haikal cepat membuat Siska hampir tersedak ludahnya.
*
*
Makasih banyak buat kakak semua yang udah ngerti dan dukung aku. Alhamdulillah sekarang aku sudah lebih baik.
Ternyata banyak yah, yang mengalami pembullyan. author sudah baca semua komentar dan rasanya marah dan sedih.
Insya Allah, dalam waktu dekat author bakal buat novel tentang tema pembullyan. Agar amarah dan beban yang author pikul sedikit terangkat. Juga ingin memberitahukan kepada semua orang bahwa korban bullying itu bisa memaafkan, tetapi tidak melupakan. Paling parah bisa balas dendam.
Kita hebat, kita kuat, buat yang pernah di bully, terima kasih karena sudah bertahan sampai detik ini. 🙏❤️
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰
Rekomendasi novel temen author yang nggak kalah kece.
__ADS_1