Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
S2 : Pertemuan Pertama [Laila dan Raja]


__ADS_3

Raja memijat pelipisnya, sedari siang dia sibuk memikirkan Laila. Rasanya tak mungkin kalau Laila mengandung anaknya, sebab dia tahu betul kalau Laila tak hanya tidur dengannya. Malam itu dengan jelas dia melihat Laila masuk ke kamar hotel bersama pria lain.


"Haiss … kepala ku sakit pikirin si Laila."


Raja memutuskan untuk tidak peduli pada wanita itu. Kemungkinan besar kalau bocah perempuan yang mirip dengannya itu, cuma kebetulan saja. Terlalu banyak pengkhianatan yang ia terima di masa lalu, membuatnya tak mau susah-susah memikirkan wanita di masa lalunya.


Suara adzan Maghrib berkumandang. Segera Raja bersiap-siap untuk melaksanakan sholat di masjid terdekat. Pada akhirnya pria itu kembali ke jalan Allah, perasaannya lebih tenang semenjak sholat.


*


*


"Assalamualaikum warahmatullah."


"Assalamualaikum warahmatullah."


Semua jamaah segera menengadah tangan mereka saat imam membacakan doa. Diam-diam dalam hati Raja berdoa agar Allah mempertemukan nya lagi dengan Riska dan Risky. Dia juga ingin tahu siapa ibu kedua anak kembar itu.


Seseorang mencolek pinggang Raja membuat pria dewasa itu menoleh ke samping. Tampak bocah laki-laki yang ia jumpai tadi siang tersenyum polos ke arahnya. Menampakkan gigi tengahnya yang ompong.


"Paman," panggil nya pelan membuat Raja tersenyum cerah. Tanpa sadar dia menarik Risky untuk duduk di pangkuan nya. Bocah itu patuh saja, dia malah senang bisa di pangku oleh pria dewasa untuk pertama kalinya.


Ada rasa hangat menjalar dalam hati Risky, matanya berkaca-kaca, tapi bibirnya tersenyum cerah.


"Ternyata benar kata Ozan, kalau anak laki-laki lebih nyaman duduk di pangkuan Ayah daripada pangkuan ibu," batin Risky teringat kata temannya.


Bocah itu jujur saja merasa iri melihat teman-temannya punya ayah. Sedangkan, dia tidak punya. Apalagi saat lebaran, mereka akan mudik ke kampung ayah mereka. Sedangkan Riska dan Risky tetap di rumah. Palingan pergi ke kota untuk naik bianglala.


"Tapi, 'kan. Paman Raja bukan ayah aku," batin Risky kembali murung.


Raja memeluk pinggang Risky. Dia berbisik di telinga bocah laki-laki itu.


"Kamu pergi ke masjid dengan siapa, Ky?" tanya Raja dengan suara pelan membuat Risky tak lagi sedih.


"Dengan Bunda dan Riska. Riska di shaf perempuan, bareng Bunda!" jawab Risky tak kalah pelan.

__ADS_1


Raja tersenyum lebar. Dia merasa sangat bahagia, karena Allah segera mengabulkan doanya untuk bertemu dengan Riska dan Risky. Allah beri bonus Raja bertemu dengan ibu si kembar.


"Nanti kenalin Paman sama Bunda kamu, ya!" pinta Raja membuat Risky menganggukkan kepalanya semangat.


"Tapi, Paman jangan kaget, kalau Bunda Abang cantiknya kebangetan," balas Risky tersenyum angkuh bangga memiliki ibu cantik dan baik seperti Laila.


Raja yang mendengarnya pun terkekeh geli. Dia semakin penasaran dengan ibu si kembar.


"Pas sekali kalau begitu, Paman juga mau cari istri," canda Raja membuat Risky langsung cemberut. Dia menatap Raja dengan sorot mata tajam.


"Bunda cuma milik Ayah, Abang!" tegas Risky dengan berani. Raja yang mendengarnya pun hanya bisa menahan senyum. Dia semakin mengeratkan pelukannya.


Pemuda masjid membagikan nasi kotak, membuat raut wajah Risky berbinar terang. Alasan dia suka ke masjid karena mendapatkan nasi kotak. Kebiasaan anak-anak di desa tersebut setelah mendapatkan nasi kotak mereka akan makan bersama, berkumpul di satu rumah.


Biasanya rumah Riska dan Risky menjadi tempat perkumpulan para bocah di malam Jum'at.


"Yes … ada nasi kotak!" pekik semua anak kecil yang hadir di masjid. Mereka semua dengan sabar menunggu bagian nya. Begitupun dengan Risky, sedari tadi Raja tak bisa berhenti tersenyum.


Beginikah, rasanya punya anak laki-laki? Beginikah, rasanya pergi ke masjid bersama anak laki-laki?


Ahh … kenapa rasanya sangat menyenangkan?


"Terima kasih, Bang Ahmad!" ujar Risky tersenyum ceria.


"Sama-sama. Ini untuk, Bapak." Pemuda itu membagikan nasi kotak untuk Raja. Pria dewasa itu hanya tersenyum kecil dan tulus.


"Paman, coba buka nasi, Paman. Abang mau lihat isinya ikan atau ayam?" pinta Risky semangat membuat Raja tersenyum aneh.


"Kamu, 'kan, punya nasi kotak sendiri. Kenapa tidak buka punya sendiri saja?" tanya Raja heran dengan bocah tampan ini.


"Kalau bisa buka punya, Paman. Kenapa harus buka punya, Abang?" tanya Risky balik membuat Raja tertawa cekikikan.


"Ya sudah, kalau begitu kita foto bersama dulu, baru paman buka nasi kotak punya, Paman. Gimana?"


"Boleh!" jawab Risky semangat.

__ADS_1


Raja segera mengeluarkan ponselnya. Mereka berdua melakukan selfie bersama.


*


*


Berbeda dengan Risky yang tampak bahagia di dalam masjid, Riska malah mengantuk dan tidur berbantalkan pangkuan ibunya.


Laila hanya bisa tersenyum geli melihat anak perempuan nya ini. Tadi saja di rumah sangat semangat datang ke mesjid dan berjanji tidak akan tidur seperti yang sudah-sudah. Eh tahu-tahunya seperti yang sudah-sudah, janji Riska itu palsu.


"Dasar, kesayangan, Bunda," gumam Laila pelan lalu melabuhkan ciuman di pipi gembul putrinya.


*


Setelah selesai pengajian, Laila menunggu Risky di depan gerbang mesjid. Sedangkan, Riska sudah sadar saat mendengar nasi kotak dibagikan.


"Ih Abang lama banget, Bun. Kebiasaan deh, pasti asik ngobrol sama si Mamat anaknya pak Asep!" dengus Riska dengan nada kesal.


"Sabar, Sayang. Mungkin sebentar lagi Abang datang." Laila berbicara lembut seraya membelai puncak kepala Riska yang tertutupi mukena.


"Bunda!" teriak Risky keras membuat Laila dan Riska tersenyum.


"Nah, itu dia Abang!" Laila menoleh ke kanan dan melihat Risky sedang berjalan ke arahnya, menggandeng tangan seseorang.


Laila menaikkan pandangan nya, melihat siapa yang di gandeng oleh Risky. Sontak saja lutut Laila bergetar, nyaris terjatuh ke tanah.


"Dia," lirih Laila lemah.


"Paman Raja!" pekik Riska senang berlari memeluk lutut pria itu.


*


*


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2