
Riska dan Risky terus merengek pada kedua orang tuanya, agar dibawa ke rumah berwarna hijau di tengah laut. Sedangkan, Laila dan Raja sedari tadi hanya bisa menelan ludah kasar.
Suasana pantai yang sangat sepi, karena sudah malam membuat suasana semakin mencekam. Mereka berdua hanya bisa beradu pandang.
"Ayo, Bunda. Ayah … kita ke rumah hijau itu! Adek mau lihat isi dalamnya seperti apa!" ajak Riska terus menarik tangan sang ayah.
"Kalian berdua nggak bohong, 'kan?" tanya Raja serius menatap kedua anaknya.
"Enggak, Ayah. Berbohong itu dosa kata, Bunda. Jadi, nggak boleh berbohong!"
Si kembar menggelengkan kepala mereka berdua. Tidak mau dicap sebagai pembohong.
"Huwahh … sepertinya Ayah mengantuk! Ayo kita balik ke resort." Raja memutuskan untuk menggendong putri kecilnya. Memberi kode dengan lirikan mata pada Laila. Wanita itu mengerti, dia segera menggendong putranya.
Riska dan Risky mengerucutkan bibir mereka. Kedua orang tuanya tidak mau menuruti keinginan mereka, namun keduanya juga tidak menangis. Karena Riska dan Risky dididik untuk menjadi anak yang patuh pada perintah orang tua.
Mereka juga yakin kalau orang tuanya, hanya mau yang terbaik untuk mereka.
Raja dan Laila membawa anak-anak masuk ke dalam kamar khusus anak-anak.
"Saatnya tidur, besok pagi harus bangun cepat, karena Ayah mau ajak Abang dan Adek ke suatu tempat yang sangat indah!" titah Raja dengan lemah lembut pada si kembar.
Sontak keduanya tersenyum cerah. Mereka sangat senang mendengar ucapan sang ayah. Sedangkan, Laila tampak kurang suka, karena anak-anak harus segera pulang untuk sekolah dan mengaji.
"Baik, Ayah, Bunda. Kami tidur dulu!"
__ADS_1
Riska dan Risky setelah mencuci kaki, mereka langsung terlelap atas ranjang empuk. Raja mengajak istrinya masuk ke dalam kamar khusus mereka.
"Mas, ke mana lagi kamu akan bawa anak-anak? Mereka nggak boleh terlalu sering libur sekolah."
Laila mengeluarkan isi hatinya pada sang suami. Raja yang mendengarnya menghela nafas berat. Dia menghempaskan bokongnya di atas ranjang empuk. Lalu menarik tangan Laila, hingga membuat wanita itu jatuh ke pangkuannya.
"Mas," cicit Laila malu saat Raja menarik kerudung besarnya lalu membuang ke sembarang arah.
Sang pria mencium tengkuk leher istrinya. Membuat Laila memejamkan matanya menikmati sensasi tersebut.
"Aku ingin bawa kalian ke perusahaan ku. Biar para bawahan ku tahu kalau kamu istriku dan si kembar anak-anak ku."
Raja berbicara dengan suara pelan tepat di telinga Laila. Wanita cantik itu mengerti, tetapi pikirannya kacau saat tangan Raja menjalar ke mana-mana.
"Burung ku mau keluar sangkar sebentar," bisik Raja di telinga sang istri membuat Laila tersenyum kecil.
Terjadilah apa yang seharusnya terjadi antara istri dan suami saat berduaan dalam kamar, terlebih lagi di tengah malam yang sangat dingin.
Suara indah Laila begitu merdu di telinga Raja. Mereka berdua menghabiskan waktu yang lumayan lama untuk menuntaskan hasrat mereka.
*
*
Pagi hari datang, matahari telah muncul. Keluarga kecil yang sedang liburan di resort tersebut tampak sangat bahagia. Mereka sarapan dengan khidmat, terlebih lagi anak kembar yang makan dengan lahap.
__ADS_1
Sejak kehadiran sang ayah, membuat mereka bisa mendapatkan apa yang mereka butuh atau ingin dengan mudah. Beruntung Raja adalah sosok yang bertanggung jawab.
Mereka tidak sabar untuk pergi bersama ayah mereka.
"Ayah mau ajak kamu ke mana?" tanya Risky semangat.
"Ayah mau ajak kalian ke perusahaan ayah! Dulu sempat ayah bilang, 'kan, kalau mau ajak kalian main ke perusahaan, Ayah. Tapi, belum terwujud, karena kita asik di desa!" jelas Raja membuat mereka menganggukkan kepala penuh semangat.
"Yeyy … Ayah memang yang terbaik!" teriak mereka berdua serempak membuat Laila mengerucutkan bibirnya.
"Jadi, Bunda nggak baik gitu?" Laila terlihat kesal. Si kembar dan Raja yang melihatnya terkekeh kecil.
"Bunda, yang paling baik!" puji mereka serempak membuat Laila tersenyum cerah.
Setelah selesai sarapan, Raja mengajak si kembar ke butik. Untuk mendapatkan pakaian resmi yang cantik dan indah.
*
*
Author mau crazy up hari ini 🤭
Jangan lupa kopinya yah. Tapi, kasih ke sini aja, novel : SUAMI LICIK VERSUS ISTRI CERDIK.
__ADS_1