
Flashback on.
Waktu itu, Haikal dan Siska baru pacaran selama setahun. Hubungan mereka berjalan sangat baik, layaknya bunga mawar yang mekar harum. Haikal baru saja memenangkan tender pertamanya setelah menjadi wakil CEO di perusahaan kakeknya.
Pria itu berniat merayakan nya bersama keluarga dan keluarga Siska juga. Hanya saja dia lebih dulu bertemu dan ngopi bareng teman-teman SMA nya.
Ternyata ada musuh dalam selimut, Haikal di jebak oleh temannya. Sabu seberat 10 gram dimasukkan ke dalam tas kantor Haikal oleh teman yang ternyata lawan.
Haikal mendapatkan pukulan dari ayahnya. Semua orang tidak percaya padanya, karena sebelum mengenal Siska. Haikal merupakan anak nakal. Dulu waktu SMA dia terjerumus pergaulan bebas, bahkan pernah mengkonsumsi narkoba.
Namun, saat masuk kuliah dan jatuh cinta pada Siska perlahan dia berubah. Itulah sebabnya keluarga Haikal tidak lagi mempercayai pria itu.
Bugh.
Bugh.
"Dasar anak nakal! Bilangnya sudah taubat, nyatanya bohong!" bentak ayah Haikal menghajar putranya yang berada di kantor polisi.
"Ampun, Pa! Aku betul sudah taubat, narkoba itu bukan punyaku!" ujar Haikal menangis memeluk erat kaki sang ayah yang tadi menendang nya.
"Halah … sudah salah malah nggak mau ngaku kamu!" tukas sang ayah membuat hati Haikal terluka. Sebab ayahnya sendiri tidak percaya padanya.
Haikal pun merangkak memeluk kaki ibunya. Dia menangis, bermohon pada sang ibu agar percaya padanya.
"Ma, … mama percaya sama aku, 'kan, Ma! Aku benar-benar sudah berubah. Sudah empat tahun aku sembuh dari candu narkoba!"
Haikal merengek pada sang ibu. Wanita tua itu segera menarik putranya untuk bangkit. Dia membelai wajah tampan putranya yang sudah berdarah-darah, karena di hajar oleh suaminya.
"Kamu yang sabar, yah! Mama bakal kasih uang buat polisi agar kamu bebas!" ujar sang ibu lembut membuat hati Haikal hancur berkeping-keping.
Pria itu memundurkan langkahnya. Dia menatap ibunya tak percaya, Haikal berkata jujur, dia telah di jebak. Tetapi, tidak ada seorang pun yang percaya padanya.
"Aku di jebak, Ma. Aku di jebak! Berapa kali aku harus katakan kalau aku sudah benar-benar berubah. Mama dan papa tinggal cari bukti kalau aku tidak bersalah, agar aku bebas. Tidak perlu pake uang buat bebasin aku dari sini!"
Haikal berteriak frustasi di depan orang tuanya. Saat ini dia hanya butuh kepercayaan dari orang-orang.
Ayah dan ibunya pun keluar dari sana, meninggalkan Haikal sendirian dalam jeruji besi.
Tidak ada yang percaya padanya.
__ADS_1
*
*
Sehari semalam sudah Haikal berada di kantor polisi. Siska yang baru pulang liburan keluarga pun langsung membesuk kekasihnya.
"Mas," panggil Siska lalu berlari memeluk erat tubuh pacarnya.
Beberapa menit mereka berpelukan. Gadis cantik jelita itu melepaskan pelukannya lalu meraba wajah tampan Haikal. Dia menangis sedih melihat kekasihnya terluka.
"Ini pasti sakit. Kamu juga pasti ketakutan kemarin, 'kan? Maafin aku yah … aku telat datang!"
Siska berkata dengan suara parau menatap iba wajah kekasihnya. Haikal tersenyum tipis. Dia menghapus air mata Siska, sekuat tenaga Haikal berusaha tegar di depan pacarnya.
Dia tidak ingin lemah.
"I'm okay." Haikal tersenyum paksa menutupi lukanya.
Siska menggelengkan kepalanya cepat.
"You're not okay. Nggak bohong sama aku, Mas. Aku tahu kalau sekarang kamu kesepian dan ketakutan. Jangan berpura-pura baik-baik saja di hadapanku. Karena aku bakal merasa tidak berguna jadi pacar kamu!"
Pertahanan Haikal pun luruh begitu saja. Dia menangis sesenggukan membuat Siska langsung memeluk erat kekasihnya itu.
"Aku takut … semua orang tidak percaya padaku. Mereka lebih percaya apa yang di depan mata, tanpa mau mendengar penjelasan ku. Aku di jebak! Tapi, mereka tidak percaya. Bahkan, mama dan papa lebih percaya tuduhan palsu itu daripada aku, anak mereka sendiri!"
Haikal menangis sesenggukan dalam pelukan kekasihnya. Siska mendengar jeritan pilu Haikal.
"Aku percaya sama kamu, Mas! Jangan takut … ada aku!"
Siska berkata tegas dan lembut secara bersamaan membuat Haikal mendongak, karena posisi Haikal sedang duduk.
"Kamu percaya sama aku?" Haikal bertanya dengan suara serak.
"He'um. Aku percaya sama kamu, Mas. Kamu tenang saja! Meski sedunia tidak percaya sama kamu. Ada aku yang percaya sama kamu!"
Siska berkata dengan sungguh-sungguh. Di selingi senyuman manis dan tulus terpatri di wajahnya. Sontak saja hati Haikal menghangat mendengarnya.
"Kenapa begitu?"
__ADS_1
"Karena aku cinta sama kamu!" Siska menjawab santai dengan ekspresi polos nya.
Haikal tersenyum, meski matanya berair. Dia sangat beruntung memiliki Siska dalam hidupnya.
"Kamu jangan takut dan nggak usah sedih lagi yah! Aku bakal minta Papa buat sewa orang untuk mencari bukti kalau kamu tidak bersalah! Nggak apa-apa, 'kan. Kalau kamu bersabar sedikit lebih lama, nanti setelah bukti terkumpul. Kamu pasti akan bebas dan nama kamu bakal bersih!"
Siska menatap dalam bola mata Haikal membuat pandangan mereka terkunci. Perlahan Haikal mendekatkan bibirnya dengan bibir Siska. Namun, saat bibir Haikal hampir mengenai bibir Siska.
Gadis itu menjauhkan wajahnya. Dia tersenyum malu.
"Kita belum menikah, Mas," ujar Siska malu-malu membuat Haikal salah tingkah.
"Maaf."
Selama lima hari Haikal berada di kantor polisi. Siska benar-benar meminta bantuan ayahnya untuk mencari bukti kalau kekasihnya tak bersalah. Akhirnya, Haikal bebas juga. Dia tidak bersalah dan tekan Haikal telah dipenjarakan. Motif pelaku karena iri melihat kesuksesan Haikal.
Orang tua Haikal pun meminta maaf dan merasa sangat bersalah pada putranya. Saat itu hubungan orang tua dan anak itu renggang, namun kembali utuh juga akrab karena Siska yang berusaha memperbaiki hubungan mereka.
Itulah sebabnya orang tua juga keluarga besar Haikal sangat menyayangi Siska. Gadis itu amatlah tulus dalam mencintai, meski dirinya boros atau manja. Terlepas itu Siska sangatlah baik.
Flashback off.
"Sayang, aku rindu kamu!" lirih Haikal pelan. Matanya sudah bengkak menangisi kepergian istrinya.
*
*
Sedangkan di sisi lain, seorang wanita cantik dengan perut besar tiba di sebuah pesantren.
*
*
Kalau tembus 100 komentar, author bakal up lagi biar genap 5 bab hari ini.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️