Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
S2 : Permintaan Maaf Seorang Ibu


__ADS_3

Raja segera turun dari mobilnya. Riska dan Risky segera berlari memeluk kakinya. Pria tampan itu membawa Riska dan Risky ke dalam gendongan nya. Sontak saja si kembar berteriak kegirangan.


"Wah, ayah hebat! Bisa gendong kami berdua!" puji keduanya membuat pipi Raja merona. Pria itu selalu malu-malu kucing bila di puji oleh anak-anaknya. Mungkin bagi orang lain, dirinya lebay. Percayalah kalau Raja sejenis pria yang kalau sudah sayang dan cinta, di puji sedikit oleh orang yang di cinta, langsung membuat hatinya meledak-ledak seperti kembang api.


Tipikal pria bucin tingkat tinggi dan posesif. Itulah sosok Raja yang sebenarnya.


"Paman, juga kuat!"


"Kakek juga!"


Riska dan Risky mengalihkan atensi mereka pada tiga pria yang berada di belakang ayahnya. Raut wajah mereka kebingungan melihat riga pria dewasa itu.


"Aiyyo … apa ini cucuku? Masya Allah tabarakallah, cantik dan tampan nya kebangetan!" puji wanita tua yang tak lain adalah ibu Raja. Dia mencubit hidung mancung Riska dan Risky, membuat keduanya tak marah. Mungkin karena wajah wanita ini sangat mirip dengan ayah mereka.


"Kenalin, Nak. Kalian bukan hanya punya ayah. Tapi, kalian juga punya dua paman, satu kakek dan satu nenek!"


Raja memperkenalkan keluarganya pada sang anak. Raut wajah Riska dan Risky berbinar terang, mereka sangat bahagia memiliki keluarga baru. Selama ini hanya ada Laila sebagai ibu mereka. Lainnya tidak ada.


"Wahh, berarti keluarga kita lengkap dong, Yah. Jadi, kalau lebaran nanti, Abang, Adek dan bunda bisa mudik? Seperti keluarganya si Mamat, tiap lebaran pasti mudik ngumpul bareng keluarga besar! Apa keluarga kita juga besar, Ayah?"


Pertanyaan polos itu membuat Raja dan yang lainnya merasa sesak. Mereka tak tahu seberapa kesepian si kembar dan Laila yang tak punya keluarga besar.


"Benar. Kalian punya keluarga besar. Ada dua Tante yang kalian punya, dan tidak hanya itu. Kalian juga punya lima orang sepupu! Besok mereka akan datang ke sini juga buat main sama kalian!" jawab Dimas yang sedari tadi diam.


Mendengar ucapan sang paman yang baru mereka kenal itu, langsung saja mereka bertepuk tangan penuh semangat.


"Yeay! Akhirnya kita punya sepupu juga. Seperti si Fatimah! Tos dulu kita, Dek!" Risky dan Riska melakukan high five.


Tingkah laku mereka berdua yang menggemaskan itu disaksikan oleh Raja juga keluarganya. Mereka tersenyum manis melihat keakraban adik kakak itu.


"Ayah, turunin Abang. Abang mau kasih tahu Bunda, kalau kita punya keluarga besar!"


Risky memberontak, membuat Raja segera menurunkan Risky. Bocah laki-laki itu berlari masuk ke dalam rumah. Laila tak mendengar keributan di luar, sebab dia sedang mencuci pakaian di kamar mandi.


Raja juga tak mengatakan kalau orang tua juga adik-adik Raja ikut datang.


"Bunda!" panggil Risky dengan suara nyaring membuat wanita yang sedang mencuci itu menoleh ke kanan.


"Hati-hati, Bang.".

__ADS_1


Risky sampai di depan pintu kamar mandi. Dia menarik tangan Laila, menyuruh wanita itu untuk keluar rumah.


"Ada apa, Bang?" tanya Laila heran pada putranya.


"Ayo ke depan, Bun. Abang mau tunjukkin sesuatu sama, Bunda!" ajak Risky semangat semakin membuat Laila penasaran.


"Tapi, Bunda lagi nyuci, Bang," balas Laila membuat Risky tetap kekeh agar Laila ikut dengannya.


"Sebentar saja, Bun!"


Akhirnya mau tak mau Laila segera bangkit dari sana. Dia mengelap tangannya dulu, daster biasa yang dia pakai juga sedikit basah, karena Laila mencuci pakaian dengan tangan.


Maklum saja baju anak-anak tak bersih buka di cuci pakai mesin. Terlalu banyak noda bandel.


*


*


"Taraa … akhirnya kita punya keluarga besar!" ujar Risky seolah memberikan kejutan besar bagi Laila.


Tubuh wanita itu membeku saat melihat wajah orang-orang yang dulunya cuma ia tahu melalui foto saja. Mereka tak lain tak bukan adalah keluarga Raja.


Raja, Dimas, Dani dan orang tua Laila terkejut melihat penampilan Laila yang persis seperti ibu rumahan sesungguhnya.


"Kurang ajar kau, Bang. Ku kira cuma rumahnya yang miskin, tetapi orangnya juga missqueen!" umpat Dani ingin menghajar Raja. Tetapi, tapi jadi karena ada Riska dalam gendongannya.


"Dan, jaga mulutmu! Ada anak-anak di sini!" desis sang ayah membuat Dani mengepalkan tangan nya erat.


"Geram aku, Yah. Dia enak-enak ongkang kaki di rumah mewahnya. Sedangkan istrinya malah tinggal di gubuk reyot!" balas Dani dengan suara pelan penuh penekanan.


Prinsip keluarga besar mereka adalah bertanggung jawab. Sedangkan Raja tak menjalankan itu, dia membuang bening ke dalam perut wanita miskin, lalu ia campakkan begitu saja.


Coba saja kalau wanita kaya, setidaknya Laila tinggal di rumah yang layak bersama anak-anaknya. Dan mereka tidak merasa murid begini melihat kesulitan hidup Laila.


"Ekhm … silahkan masuk!" Laila bersuara untuk pertama kalinya. Dia tak malu dengan penampilannya, karena sekarang setelah dia mendalami ilmu agama, ternyata kemewahan tak lagi berharga baginya.


Benar kata para ustadz, kalau semakin tinggi ilmu agama seorang wanita, maka penampilan nya akan semakin sederhana.


"Baik, Cantik!" balas ibu Raja ramah.

__ADS_1


Mereka semua segera masuk, Laila membentangkan ambal besar, karena kursi kayu di rumahnya cuma cukup untuk dua orang saja.


"Maaf kalau rumah saya kecil dan Anda semua harus duduk di lantai!"


Laila berkata dengan nada sopan membuat mereka tak enak hati.


"Ralat, di atas ambal, Kak!" sela Dimas dengan nada bercanda membuat Laila tersenyum manis.


Sontak saja wajah Raja langsung masam. Dia cemburu melihat Laila tersenyum karena adiknya.


"Awas aja si Dimas. Pulang dari sini ku aduin sama istrinya, kalau dia genit sama calon istriku, biar mampus nggak di kasih jatah sebulan," batin Raja kesal.


"Iya, maksud saya begitu," balas Laila ramah.


"Enak begini, Kak. Kami bisa lurusin kaki, pegel perjalanan dari kota ke sini tiga jam!" timpal Dani lagi dan lagi membuat Laila tersenyum.


"Gila kalian berdua memang, menyesal aku dulu minta adik sama, Ibu. Kalau ujung-ujungnya kalian goda calon istriku," batin Raja dengan nada kesal.


"Saya buatkan minum dulu," pamit Laila langsung di larang oleh ibu Raja.


"Tidak usah, Cantik. Duduk saja di sini bareng kami. Lagian tadi kami sudah kenyang, karena sudah sarapan!" balas ibu Raja membuat Laila mau tak mau duduk di samping ibu Raja karena mereka sama-sama wanita.


Semua orang terkejut saat melihat wanita tua itu mencium punggung tangan Laila sambil menangis.


"Ibu!" seru mereka serempak.


"Maafkan kesalahan putra sulung Ibu ya, Nak! Ibu wanita, jadi tahu betul bagaimana sakitnya dicampakkan saat hamil!" ujar wanita itu tiba-tiba membuat Laila terkejut. Dia ingin menarik tangannya cepat.


*


*


.udah 8 bab ini. Mau lagi?? 🤭🤭


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2