Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
Singa Yang Lapar [Haikal]


__ADS_3

Haikal merangkul pinggang Siska. Keningnya bersatu dengan kening istrinya, nafas pria itu memburu, telinga nya memerah, dia menatap dalam bola mata istrinya.


"Aku ingin," ujar Haikal dengan suara serak seraya menggesekkan hidung nya dengan hidung kecil Siska.


Wanita itu menelan ludahnya kasar, terlebih tangan Haikal yang sudah mencengkram erat pinggang nya. Tidak sakit, namun membangunkan hasrat Siska yang terpendam.


"Ingin apa?" Siska bertanya dengan suara kecil tak kalah serak. Seolah terhipnotis dengan keindahan bola mata hitam suaminya.


"Kamu," bisik Haikal di telinga Siska lalu menggigit daun telinga wanita itu yang terlapisi hijab.


Siska menggigit bibirnya sendiri. Dia pun menangkup pipi Haikal, mata mereka berdua bertemu. Tak hanya pria itu yang menginginkan Siska, tetapi dirinya lun ingin sentuhan suaminya.


Tak ingin munafik, mau semarah atau sekesal apapun, yang namanya hasrat untuk berhubungan badan pasti ada, apalagi kalau sama-sama cinta.


"Sama," balas Siska pelan membuat mata Haikal langsung melebar sempurna. Dia tersenyum penuh arti, berbagai gaya sudah ada dalam rekaman kepalanya.


"Kita ke hotel sekarang!" ajak Haikal cepat membuat Siska mengangguk kepalanya.


*


*


Haikal mendorong Siska ke dinding hotel, dia mencium rakus bibir istrinya, baru saja mereka masuk ke dalam kamar, namun Haikal sangat liar. Dia langsung menerkam istrinya, tanpa aba-aba.


Seperti singa jantan yang sudah lama berpisah dengan singa betina, sudah lama tak bermain ke rawa-rawa milik singa betina.


Sang singa tampak sangat buas dan ahli membuat singa betina meraung kenikmatan.


Tapi, ini bukan tentang singa.


Siska mendorong tubuh Haikal, membuat ciuman mereka terlepas. Nafas keduanya memburu, Haikal menekan inti tubuhnya pada perut Siska.


"Kita mandi dulu, Mas." Siska berkata membuat Haikal menghela nafas berat. Dia menatap istrinya penuh minat.


"Tidak usah, Sayang. Sekarang saja," balas Haikal tak rela membuat Siska tersenyum tipis. Dia membelai pipi sang suami.


"Kita seharian di rumah sakit, Mas. Takutnya ada kuman-kuman atau virus tak kasat mata," ujar Siska lemah lembut.


"Aku punya suntik, Sayang. Segala virus dan kuman yang ada sama kamu nanti, pasti mati kalau sudah aku suntik," jawab Haikal penuh makna membuat Siska kebingungan.


"Suntik apa yang kamu punya, Mas? Kok aku nggak tahu!"


Siska bertanya dengan polos, raut wajahnya tak berbohong kalau dia sangat bingung.

__ADS_1


Haikal pun tersenyum penuh arti. Dia langsung menarik tangan Siska, lalu membawanya ke bawah, menyentuh sesuatu yang panjang dan lonjong. Tapi, ini bukan pisang.


"Ini dia suntik nya," bisik Haikal genit membuat bulu kuduk Siska merinding. Matanya terbuka lebar, tak menyangka kalau sang suami akan se-m*sum ini.


Dia segera mendorong suaminya.


"Ih apaan sih kamu, Mas. Itu mah bukan sembarang suntik, sekali suntik si Reihan punya adik lagi!" celetuk Siska dengan nada galak membuat Haikal tertawa lepas.


"Ide yang bagus, gimana kalau kita buat adik lagi untuk Reihan dan Beby!" goda Haikal emang mengusili istrinya.


Siska langsung memelototi suaminya. Gila si Haikal, belum juga setahun Siska melahirkan, sudah minta tambah anak saja.


"Sedeng kamu, Mas. Baru beberapa bulan yang lalu aku lahiran, udah minta tambah anak saja. Kamu kira kucing apa, huh?! Ihh … panas otak ku gara-gara kamu!" omel Siska seperti emak-emak pada umumnya.


Haikal tak bisa menahan tawanya, sekarang Siska benar-benar sangat mirip dengan emak-emak berdaster. Hobinya salah sedikit langsung mengomel, tetapi tak apa. Lebih baik seperti ini, daripada jarang marah, tapi sekali marah malah kabur.


Siska terus menggerutu seraya membuka gamisnya. Menyisakan tanktop dan celana legging. Haikal yang melihatnya pun menelan ludahnya.


"Waw." Haikal terpana melihat bentukan bokong Siska yang semakin sintal.


Tangan nakalnya gatal menampar bokong istrinya.


Plak.


"Ih jahat kamu, Mas. KDRT kamu yah! Aku telpon papa biar di hajar kamu?!" sentak Siska kesal membuat Haikal tersenyum penuh arti.


"Bilang aja sama papa, aku nggak takut! Palingan kamu juga yang malu, karena yang aku tampar bukan wajahmu, tapi knalpot Lamborghini!" tantang Haikal nakal menyamakan bokong istrinya dengan knalpot Lamborghini.


"Iihhh … ya Allah, astaghfirullah! Baru sebelas bulan aku jauh dari kamu, tapi kamu udah rada-rada! Gimana kalau sebelah tahun yah!" gerutu Siska kembali melipat gamis dan jilbab besarnya.


"Kalau sebelas tahun, aku pastinya sudah gila!" Haikal langsung menggendong istrinya seperti karung beras. Siska terkejut dan tersedak, seumur hidup baru kali ini Haikal menggendong nya seperti ini.


"Mas, turunin aku! Kamu mau bawa aku ke mana?" teriak Siska panik tak di gubris Haikal.


Pria itu membawa istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


"Katanya kamu mau mandi. Jadi, ayo kita mandi bersama!" jawab Haikal santai membuat Siska terbengong.


Mandi bersama?


Otomatis mereka berdua akan Te-++++++??


Akkkk … Siska bisa gila dengan sifat Haikal yang berubah drastis.

__ADS_1


Yang pastinya Haikal berjanji akan membalas dendam pada Siska malam ini.


"Siap-siap tidak bisa berjalan," batin Haikal tertawa jahat.


Ha ha ha.


*


*


Mohon maaf sebelum, kalau di bab Laila tidak memuaskan dan banyak membuat kakak kesal. Percaya atau tidak, di dunia nyata memang ada kejadian seperti itu. Di mana suami memberikan nafkah lahir ke wanita lain.


Para pembaca setia karya author pasti tahu, kalau banyak konflik di dunia nyata yang author tuangkan ke dalam novel author sendiri.


Baik perselingkuhan, pengkhianatan dan pelecehan. Karena setiap masalah yang di alami oleh tokoh novel author itu benar-benar real.


Hanya saja author kemas dalam bentuk yang berbeda.


Novel author juga tidak jauh dari yang jahat dapat karma dan bertaubat. Karena apa? Allah itu maha baik, semua manusia punya skenario cerita yang berbeda, namun tujuan nya tetap sama yaitu kembali kepada Allah.


Banyak sekali ampunan yang diberikan kepada hamba-Nya.


Makanya author buat pelakor dapat karma dan bertaubat.


"Setiap manusia punya dosa, yang membedakan adalah dosa besar dan kecil, rahasia atau aib nya di buka oleh Allah. Jadi, jangan pernah merasa diri paling baik."


"Ingat, Malika? Dia adalah wanita malam yang menjajakan dirinya. Tetapi, bertaubat setelah memberi minum anjing yang kehausan. Taubat nya di terima Allah dan dari rahimnya lahir tujuh nabi!"


"Begitupun dengan pelakor, bisa jadi mereka bertaubat, dan taubatnya diterima lalu menjadi salah satu penghuni surga. Kita tidak tahu ending hidup seseorang itu seperti apa."


"Orang alim bisa murtad, pendosa bisa bertaubat."


Salam damai 🥰🙏


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


Rekomendasi Novel bagus, mampir yah, sambil nunggu author up 🥰


__ADS_1


__ADS_2