Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
S2 : Ketakutan Raja


__ADS_3

Raja pulang ke rumah dengan raut wajah masam. Pria tampan itu tidak habis pikir, bagaimana bisa Laila berpikir untuk mencari ayah baru untuk anak kembarnya, dan kali ini Raja yakin seratus persen tanpa tes DNA kalau si kembar merupakan anaknya.


Dia yakin kalau saat ini Laila sedang mencari pelindung agar dirinya tidak bisa merebut hak asuh si kembar nantinya. Bram dan Dino yang melihat nya pun hanya bisa beradu pandangan, mereka bingung dengan sahabatnya itu.


"Kenapa, Ja?" tanya Dino heran melihat Raja yang tampak sedang menahan emosi. Pria dewasa itu pun menghempaskan bokongnya di sofa panjang bersama Dino dan Bram.


Dia berusaha mengatur deru nafasnya. Hampir saja tadi dia ketahuan, mendengar Laila akan mencari ayah baru untuk Riska dan Risky, kaki Raja lemas, hingga terjungkal ke belakang.


"Telpon David sekarang. Aku mau hasil tes DNA itu hari ini juga!" titah Raja dengan nada dingin.


Bram dan Dino yakin kalau sesuatu telah terjadi di belakang mereka. Keduanya menatap serius Raja, mereka ingin tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Apa terjadi sesuatu tadi, Ja?" tanya Bram hati-hati.


"Hemm! Oleh sebab itu, aku suruh kalian buat telpon David. Katakan padanya aku ingin tes DNA sekarang juga!"


Raja berkata dengan nada tegas. Sepertinya saat ini pria itu sedang menahan amarahnya, terlihat dari wajah Raja yang memerah.


Tak tahu saja dia suami orang itu kalau sahabatnya sedang berada di situasi rumit. Anak kembarnya sebentar lagi akan punya ayah baru, otomatis dirinya tidak akan memiliki waktu untuk merayu anak-anaknya.


Raja kesal, marah bercampur sedih.


Bram segera menelpon David, mengatakan apa yang disuruh oleh Raja. Untung saja David setuju, karena Raja adalah salah satu teman baiknya.


Giliran Dino yang bertanya lagi pada Raja. Apa yang sebenarnya terjadi di rumah Laila.


"Laila, dia ingin mencari ayah baru untuk anak-anakku!" ujar Raja seraya mengusap wajahnya frustasi.


Dino dan Bram yang mendengarnya pun cukup terkejut. Mereka tidak pernah membayangkan kalau Laila akan melakukan hal itu.


"Anakku? Kamu sudah yakin kalau mereka adalah anak-anakmu?" tanya Dino pada Raja membuat pria itu terdiam sejenak.

__ADS_1


Lalu Raja menatap Beam dan Dino secara bergantian.


"Aku yakin! Sebenarnya aku dari awal sudah yakin kalau mereka anak-anakku, saat tahu kalau Riska punya alergi kacang, kemudian saat bertemu Laila di masjid, aku lihat respon nya sangat berlebihan. Dia tidak mau aku dekat dengan si kembar, Laila seperti ketakutan. Feeling ku mengatakan Laila takut padaku karena dia berpikir aku akan merebut si kembar!"


"Ditambah dia berniat mencari ayah baru untuk anak-anakku. Tebakan ku dia mencari pelindung, bila nanti Laila menikah, otomatis di kartu keluarga akan ada nama laki-laki yang menjadi ayah si kembar. Kalaupun aku ingin mengambil hak asuh mereka, pengadilan tetap tidak akan mengizinkan ku. Karena apa? Pertama aku tidak ikut merawat si kembar, kedua ada laki-laki lain yang telah mengambil tanggung jawabku sebagai ayah. Dan pastinya nanti si kembar akan dekat dengan ayah barunya, bila pun aku punya banyak uang untuk menyuap pengadilan agama agar memberikan hak asuh anak-anak untukku, si kembar pasti tidak akan mau. Karena umur mereka sudah cukup untuk menolak keputusan pengadilan agama."


Raja berpikir kritis, pria dewasa itu adalah pebisnis handal, untung dan rugi sudah tertanam dalam kepalanya. Dia bisa menebak kemungkinan besar yang akan terjadi di masa depan, bila Laila menikah dengan pria lain.


Bram dan Dino mendengarkan nya dengan baik, mereka berdua setuju pada pendapat Raja.


"Jadi, kamu berniat untuk mengambil hak asuh anak-anak?" tanya Dino dengan nada dingin membuat Raja menganggukkan kepalanya ragu-ragu.


"Aku yakin Laila tidak akan mau aku bertanggung jawab. Dia juga tidak akan mau aku dekat dengan anak-anak.au tidak mau, aku akan mengambil hak asuh mereka, agar bisa ikut serta merawat si kembar!" jawab Raja dengan lugas membuat Dino dan Bram mengepalkan tangan mereka.


"Wajar kalau Laila tidak mau denganmu, apa kau ingat dulu! Tegas sekali kau mengusir Laila dari apartemen dan menghina anak yang ada dalam kandungannya. Oke kalau emang kamu bisa mendapatkan hak asuh si kembar, tapi! Apa kamu yakin kalau si kembar akan menerima mu sebagai ayah mereka. Apalagi kalau sampai mereka tahu bagaimana kejamnya lisan mu saat menghina mereka saat berada dalam kandungan dulu!"


Bram berkata dengan nada sarkas, dia mengingatkan Raja akan dosa-dosa pria itu di masa lalu.


Kepalanya saat ini terasa pusing, seperti ingin pecah rasanya.


"Terus apa yang harus aku lakukan? Kau tahu, kalau aku sangat menyayangi anak-anak, apalagi kalau anakku sendiri. Kalau kalian di posisiku pasti tidak akan mau berpisah dengan si kembar!" sanggah Raja frustasi dengan keadaan nya.


"Ya, benar. Kalau aku berada di posisi mu, aku juga tidak akan sanggup berpisah dengan si kembar. Tapi, kalau aku jadi kamu, aku akan berjuang untuk mendapatkan maaf dari ibu anak-anakku. Akan ku buat, wanita yang dulunya ku sakiti bahagia, meskipun aku tahu tidak akan mudah karena pasti dia benci padaku, tapi aku akan terus dan terus berjuang agar dia kembali percaya dan cinta padaku!" tegas Dino dengan sungguh-sungguh.


Mendengar kata-kata Dino membuat Raja kehilangan kata-kata. Dia bungkam, tak tahu harus menjawab apalagi.


Dia menelan ludahnya kasar. Membayangkan dirinya berjuang mendapatkan cinta dan kepercayaan Laila lagi. Pasti akan sangat susah.


Terbayang bagaimana manjanya wanita itu dulu padanya. Terlintas dalam pikirannya saat Laila menunggu kepulangan nya. Wanita itu sangat lembut dan lugu kala itu, dia menaruh kepercayaan tinggi pada Raja. Yakin betul kalau pria itu akan menikahinya.


Padahal, saat itu Raja hanya memanfaatkan tubuh Laila saja. Dia menjadikan wanita itu sebagai pelariannya saja. Tanpa sadar rasa cinta itu hadir dalam hatinya.

__ADS_1


"Terlalu banyak luka yang aku beri untuknya. Aku yakin dia sudah sangat membenciku," balas Raja pelan seraya menengadah, dia berusaha mengajak tumpukan air mata agar tak keluar.


"Cinta dan benci itu beda tipis, Ja. Minta maaflah padanya dengan tulus, tidak peduli dia memaafkannya atau tidak! Yang jelas kamu sudah melakukan apa yang seharusnya dari dulu kamu lakukan. Berjuanglah agar bisa mendapatkannya kembali."


"Wanita itu makhluk perasaan, untuk mendapatkannya juga harus pakai perasaan. Tidak boleh pakai paksaan."


Dino menemui pundak Raja dengan pelan, berusaha menguatkan pria itu agar tak patah semangat sebelum berperang.


"Lagian kenapa sih kamu bisa jahat sama Laila dulu?" tanya Bram penasaran membuat Raja teringat masa lalu.


"Dulu …"


*


*


Yuk vote di kolom komentar.


A. Raja dan Laila bersatu.


B. Laila bersama pria lain.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


mampir juga ke novel temen author yang gak kalah bagusnya.


__ADS_1


__ADS_2