
Haikal termangu mendengar pertanyaan yang keluar dari lisan istrinya. Pria tampan itu tidak tahu harus berkata apa, kepalanya seperti dihantam oleh batu besar. Apakah Haikal harus jujur pada sang istri? Pria itu harus mengatakan yang sebenarnya?
Rasanya dia ingin jujur. Namun, takut kalau istrinya yang sedang hamil malah tambah sakit. Haikal tahu betul bagaimana karakter istrinya yang sangat mudah histeris dan down mentalnya.
Haikal memeluk erat tubuh Siska. Dia tak sanggup memandangi bola mata istrinya, dia takut rahasia yang disimpan terkuak juga.
"Kamu percaya, 'kan, sama aku?" tanya Haikal tanpa ingin menjawab pertanyaan istrinya. Dia ingin mendapatkan kepercayaan sang istri.
Siska memejamkan matanya pelan. Wanita itu sendiri tidak tahu harus percaya atau tidak pada suaminya, karena kenyataan nya sang suami telah selingkuh di belakang nya.
"Siska, kamu percaya, 'kan, sama aku? Sembilan tahun, Sis. Sembilan tahun kita sudah bersama, dua tahun kita pacaran dan tujuh tahun kita menikah! Kamu percaya kalau aku tidak mungkin selingkuh di belakang kamu, 'kan?"
"Dulu juga begitu, saat aku putusin kamu, aku tidak pacaran sama yang lain! Aku fokus sama karir aku!"
"Kamu harus percaya sama aku, Sis!"
Haikal berkata pelan dengan suara serak. Pria itu merasa bersalah juga, dia tidak enak jadi pada sang istri. Telah banyak yang ia lakukan di masa lalu, dia telah menyakiti istrinya secara batin.
Namun, pria itu tidak pernah berniat selingkuh.
Siska mendengar perkataan Haikal dengan baik. Entah mengapa hatinya bertolak belakang dengan logika, hati ingin percaya, namun logika menolaknya.
Rasa cintanya pada Haikal telah mengakar dalam hati. Hingga sulit baginya menolak logika, namun hati itu gampang rapuh, bila cintanya benar dikhianati oleh Haikal.
__ADS_1
"Mas, bagaimana bisa aku percaya sama kamu, kalau kamu sendiri tidak jujur sama aku?" tanya Siska dengan suara parau.
Dia tidak membalas pelukan sang suami, tubuhnya menolak sentuhan Haikal. Tetapi, hatinya memaksa.
Haikal terdiam sejenak mendengar ucapan Siska. Benar apa yang dikatakan oleh istrinya, bagaimana bisa seseorang bisa percaya, kalau ada rahasia di antara mereka.
"Aku akan cerita sama kamu … tapi, bukan sekarang! Aku tidak mau kalau sampai kamu dan calon anak kita terluka. Aku tahu siapa kamu? Aku tahu bagaimana kebiasaan kamu kalau berhadapan dengan hal-hal mengejutkan!"
Haikal berkata bijak. Pria itu memilih diam untuk saat ini, hingga suatu hari di masa depan dia bisa terbuka pada Siska.
Siska mengangguk kepalanya. Dia setuju dengan pendapat Haikal. Bagaimanapun wanita itu mental nya sangat lemah. Dia anak manja yang dipaksa berhadapan dengan luka.
"Baik, aku tunggu hari itu datang, Mas? Hari di mana kamu akan cerita semuanya padaku!" ujar Siska dengan nada lembut bercampur tegas.
Wanita itu mencoba percaya pada sang suami. Meski bukti sudah dipegang, tetapi Siska tidak mau salah ambil langkah. Bagaimana pun di dunia ini dia hanya punya Haikal dan Reihan.
Haikal bernafas lega, dia senang telah mendapatkan kepercayaan istrinya.
"Terima kasih!" ungkap Haikal tulus membuat Siska mendorong tubuh suaminya. Tatapan mereka berdua bertemu.
"Untuk?" tanya Siska.
"Untuk semuanya!" balas Haikal penuh makna tersirat. Bahkan, sorot matanya kali ini menatap Siska seperti pertama kali keduanya pacaran.
__ADS_1
Siska tersenyum manis. Haikal mendekatkan bibirnya dengan bibir Siska. Suasana pagi sangat mendukung untuk berciuman mesra.
Namun, saat bibir keduanya hampir bertemu. Rasa mual menyerang Siska.
Huwekk.
Cairan bening keluar dari mulut Siska, langsung mengenai mulut Haikal.
"Huwekk, Siska!" teriak Haikal setelahnya langsung ikut muntah di atas ranjang.
"Huwekk!! Mas, jangan muntah di sini … jorok … huwekk!" balas Siska ikut muntah.
"Kamu duluan, huwekk!" tambah Haikal ikut muntah.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
__ADS_1
*
*