
Haikal melebarkan matanya mendengar Laila hamil. Pria itu tahu betul kalau mereka berdua tidak berhubungan badan, lalu kenapa hamil?
"Aku tidak bohong, Mas. Aku beneran hamil!" Laila menjawab serius membuat kepala pria itu hampir pecah rasanya.
"Hamil anak siapa, huh?" sentak Haikal penuh penekanan.
"Ya hamil anak kamu lah!" elak Laila pandai sekali berbohong.
Haikal langsung menggelengkan kepalanya cepat. Pria itu merasa jijik dengan pengakuan Laila. Dia masih ingat celananya masih ia pakai malam itu. Di tubuh Laila juga tidak ada bekas ciuman nya. Padahal Haikal tahu betul setiap dia berhubungan badan dengan Siska, pasti dia akan meninggalkan jejak keunguan di dada atau leher istrinya.
"Gila, kamu?! Sinting! Jelas-jelas malam itu tidak terjadi apa-apa antara kita berdua dan kamu sendiri mengakui bahwa memang aku tidak menyentuhmu malam itu!"
Haikal menekankan setiap perkataan nya. Pria itu sangat pintar dan logika nya masih waras. Dia tidak pandai dibodohi.
Laila ingin menyentuh tangan Haikal, namun pria itu langsung menarik tangannya. Dia tidak Sudi di sentuh oleh Laila yang hamil anak orang lain.
"Mas, bagaimanapun ini anak kamu. Karena aku hamil setelah menikah denganmu."
Laila berbohong pada Haikal. Tetap saja pria itu tidak luluh. Sebab ini menyangkut harga dirinya sebagai lelaki, mana bisa dia menganggap anak pria lain adalah anaknya?
"Persetan dengan pernikahan kita ini! Niat hati aku tidak langsung menceraikan kamu, karena tidak ingin membuat mu di cap buruk oleh orang-orang. Tetapi, hari ini aku tahu kalau kamu hamil anak pria lain. Aku benar-benar menyesali keputusan ku waktu itu!"
Haikal langsung mencecar Laila dengan kata-kata pedas dan kasar. Jujur saja waktu pertama kali berjumpa dengan Laila, dia merasa suka pada wanita itu. Namun, hanya sekedar suka.
Bahkan, dia tidak pernah berniat untuk main api di belakang istrinya.
Prinsip Haikal menikah sekali seumur hidup. Kalaupun ingin menikah lagi, maka dia harus menceraikan istrinya dulu. Bukan malah seperti ini.
"Mas, kamu tidak boleh ngomong begitu! Aku ini istri kamu, loh. Tanggung jawab kamu , Mas."
Laila berteriak dengan suara tertahan. Dia merasa kesal pada Haikal, mengapa pria itu tidak senang dengan kehamilan nya? Niat hati ingin mendapatkan pengakuan dari Haikal agar anaknya punya bapak. Tapi, malah mendapatkan penolakan kasar dari sang suami.
"Kalau begitu, sekarang juga aku talak kamu Laila Basuki! Mulai detik ini juga kamu bukan lagi tanggung jawabku, tubuh ku sudah haram untukmu!" tegas Haikal tak mau ambil pusing.
Pria itu sudah memberikan hati untuk Laila. Namun, wanita itu malah meminta jantung.
Terkejut Laila mendengarnya. Wanita itu tidak menyangka kalau Haikal akan menjatuhkan talak padanya.
"Sial, aku tidak mau janda dua kali," batin Laila mengumpat.
"Mas, kamu tidak bisa begitu!"
__ADS_1
"Aku bisa! Mulai sekarang kamu tidak punya hak untuk menelpon ku atau mengancam ku lagi, karena aku bukan suami mu!" tukas Haikal menatap tajam Laila.
Pria itu langsung membalikkan tubuhnya. Dia berniat ingin keluar, tangannya berulang ku di cekal oleh Laila, namun di hempas nya tangan Laila berkali-kali.
"Baik, kalau itu mau mu, Mas! Tapi, jangan salahkan aku kalau aku mengadu pada istri dan orang tuamu. Kalau kita pernah menikah dan ini adalah anak kamu!" teriak Laila membuat pria itu menghentikan langkahnya.
Dia berbalik menatap bengis Laila.
"Sakit jiwa kamu!" desis Haikal langsung masuk ke dalam mobilnya pergi meninggalkan halaman rumah Laila.
Haikal menghubungi bawahannya.
"Cari tahu biografi Laila Basuki guru TU sekolah putraku!" titah Haikal cepat lalu mematikan ponselnya dan melempar nya asal.
Akk.
Wanita itu menjerit kesal. Dia mengacak-ngacak rambutnya gemas.
"Tidak bisa begini! Anak ku harus punya ayah! Dan hanya Mas Haikal yang cocok jadi ayahnya!" ujar Laila panik dan mencoba menyusun rencana jahat.
*
*
Siska bertemu dengan teman nya yang merupakan ahli IT di sebuah restoran dekat kampus ternama Jakarta.
"Nah, sudah bisa, 'kan?" Teman Siska tersenyum senang sebab Siska telah bisa menyadap ponsel.
"Iya bisa! Hihi … aku seneng banget, Jay. Terima kasih yah. Karena kamu udah ajarin aku ilmu menyadap ponsel orang!" ujar Siska berterima kasih pada teman SMA nya itu.
"Sama-sama, Sis. Eh by the way, kamu yakin kalau suami kamu selingkuh?" tanya Jay pada Siska.
"Aku yakin, Jay. Tapi, aku belum punya bukti yang konkrit. Kamu tahu sendiri kalau wanita itu feeling nya tidak pernah salah!" jelas Siska lalu menghela nafas berat teringat rumah tangga nya.
"Terus kalau beneran suami kamu selingkuh. Apa yang akan kamu lakukan? Menggugat cerai nya ke pengadilan agama?" tanya Jay lagi membuat Siska terkejut.
"A-aku tidak tahu, Jay." Siska menjawab pelan.
Jay menepuk pundak sahabatnya itu. Memberikan kekuatan pada Siska.
"Apapun keputusan mu, aku yakin itu yang terbaik untukmu. Tapi, sebagai seorang teman. Aku menyarankan untuk berpikir panjang! Jangan turuti bisikan setan buat buru-buru cerai. Ada anak antara kalian berdua. Dia tidak bersalah, jangan sampai dia terkena imbas dari keegoisan kalian berdua!"
__ADS_1
"Alangkah baiknya kamu beri dia kesempatan kedua, Sis. Jangan sampai nanti kamu menyesal seperti Ibuku. Kamu tahu betul kalau aku punya 2 ayah, ayah kandungku sudah meninggal karena bunuh diri."
"Dia selingkuh dari Ibuku karena khilaf. Tapi, ibuku tidak mau maafin ayahku dan lebih milih buat cerai. Ayahku bunuh diri, karena tidak bisa hidup tanpa ibuku."
"Ibuku merasa bersalah dan jadi janda 5 tahun. Setelahnya menikah lagi dan di selingkuhin lagi sama ayah tiriku. Ibuku mencoba memberi kesempatan kedua untuk ayah tiriku, karena tidak mau menyesal seperti dulu. Dan Alhamdulillah … ayah tiriku benar-benar jera selingkuh dan sampai sekarang mereka masih awet, malah ayah tiriku makin BUCIN sama ibuku!"
Jay bercerita pada Siska. Dia memberikan sudut pandang yang lain pada temannya. Siska tersentuh mendengarnya, wanita itu tak tahu harus bagaimana ke depannya.
"Mungkin kalau aku beda cerita, Jay. Aku yang bakal bunuh diri, karena nggak sanggup menerima kenyataan!"
Siska tertawa miris dengan mata berair. Jay langsung menyentil kening Siska kencang, membuat wanita itu meringis kesakitan.
"Apaan sih Lo? Dikit-dikit main bunuh diri. Macam udah punya banyak pahala aja! Ingat, Lo punya anak. Jangan sampai suami Lo nikah lagi dan anak Lo punya ibu tiri jahat seperti di cerita Cinderella! Hayoo … mau Lo lihat dari neraka kalau anak Lo menderita?"
Jay langsung memakai kata "Lo, gue", karena memang sudah kesal pada Siska.
Wanita itu merenungi semua nasehat Jay. Entah mengapa ada rasa tenang masuk dalam hatinya yang sedang ribut. Seperti ada cahaya yang menyinari gelapnya hati Siska.
Wanita itu tersenyum kecil. Ternyata curhat pada orang yang tepat sangatlah nikmat. Mendapatkan nasehat bagus, membuat hati tenang.
"Astaghfirullah … terima kasih, Jay. Udah ingetin aku!" ujar Siska tersenyum tulus.
"Sama-sama. Lain kali kalau butuh teman curhat boleh langsung ajak nongkrong gue."
Keduanya pun bercerita banyak hal. Tentang masa lalu dan masa sekarang, tak jarang keduanya tertawa.
"Kalau gitu aku cabut dulu yah. Soalnya anakku sudah waktunya pulang sekolah!" pamit Siska pada Jay.
"Oke.*
Siska masuk ke dalam mobilnya. Wanita itu tersenyum devil melihat ponsel barunya. Dia sengaja membeli ponsel baru untuk menyadap ponsel suaminya nanti.
"Aku penasaran siapa selingkuhan kamu, Mas? Bagaimana rupanya? Apa pekerjaan nya? Keturunan siapa dia? Bahkan, bra apa yang di pakainya akan aku cari tahu. Jangan sampai kamu membuang bra Calvin Klein lalu memungut bra yang talinya kendor !" gumam Siska pelan tersenyum misterius.
*
*
Maaf baru up lagi 🥰🌹😁
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏