Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
Ekstra Part : Hasil Visum


__ADS_3

Perlahan pemilik bulu mata lentik itu terbuka. Cairan bening langsung merembes keluar, bibirnya bergetar, sedari tadi mengigau memanggil nama putrinya. Membuat sang suami ikut kalut dan gelisah.


"Adek … sayang, Bunda. Mas, Riska mana … hiks." Laila segera bangkit duduk, menepis semua rasa pusing yang dideritanya.


Raja langsung memeluk erat tubuh istrinya. Hatinya juga hancur mengetahui fakta sadis yang dialami oleh putrinya Hadi ini.


Tadinya Laila histeris dan tantrum, layaknya anak kecil yang memberontak, karena mainannya rusak. Dia menyakiti dirinya berulang kali dengan cara memukul tembok dan menghentakkan kakinya ke lantai rumah dengan keras, membuat Raja khawatir dan mendekap erat tubuh istrinya.


Hingga Laila pingsan, karena kelelahan. Sedangkan, Risky sudah dibawa pulang oleh istri Dani. Keluarga besar Baskoro terkejut dan sedih mendengar musibah yang menimpa Riska.


Mereka semua murka pada pelaku dan pihak sekolah yang tidak menjamin keamanan para siswa.


Riska di bawa ke rumah sakit untuk melakukan visum dan perawatan. Gadis kecil itu shock dan trauma berat.


Dimas dan Dani beserta ayah Raja langsung bergegas menyuruh Intel untuk mencari pelaku.


Kembali lagi pada Raja, dia menangis dan berusaha menenangkan istrinya.


"Sabar, La. Dani, Dimas dan Ayah sedang mencari pelaku beserta bukti. Setelah pelaku biadab itu ketemu, akan ku pastikan dia mendapatkan karma yang setimpal!" desis Raja penuh dendam dan amarah.


Laila menangis sesenggukan. Dia memeluk erat tubuh sang suami. Menumpahkan segala rasa sesak yang membelenggu dadanya.

__ADS_1


"Aku gagal jadi ibu yang baik, Mas. Anak gadis ku … dia … dia."


"Nggak, kamu tidak gagal jadi ibu, begitupun aku tidak gagal menjadi ayah. Kita merawat dan menyayangi Riska dengan sangat baik. Aku sengaja menyekolahkan anak-anak di tempat terbaik, berharap mereka bisa menjadi anak pintar dan lingkungannya juga berasal dari keturunan baik-baik. Bukan kita yang salah, tapi pihak sekolah yang lengah dalam menjaga anak kita. Jadi, jangan salahkan diri kamu, La. Kamu adalah ibu terhebat untuk anak-anakku!"


Raja berkata dengan suara serak. Hatinya ikut hancur, namun, dia tidak bisa menyalahkan Laila ataupun dirinya. Masalah tidak akan selesai dan waktu tidak akan terulang kembali meski mereka menyalahkan diri sendiri.


"Tapi, si Adek, Mas. Dia … aku tidak bisa membayangkan betapa ketakutannya dia. Aku ingin memeluknya, Mas. Bawa aku padanya!" pinta Laila dengan nada pilu.


Raja mengecup kening istrinya. Dia ikut menangis sesenggukan, pasangan suami istri itu menumpahkan segala rasa sesak mereka. Keduanya tidak mampu memakai topeng pura-pura kuat.


Pintu kamar di ketuk, membuat Raja segera menghapus jejak air matanya. Dia menoleh ke arah pintu tanpa melepaskan pelukannya.


"Dokter ingin berbicara dengan kita, Bang!" ujar Dani datar, matanya membengkak, karena menangis sejadi tadi.


Laila terpaksa duduk di kursi roda. Tungkainya terlalu lemah untuk sekedar berjalan. Musibah yang menimpa putri kecilnya.


Raja, Dani, Dimas dan Laila masuk ke dalam ruang dokter.


"Bagaimana keadaan putri saya, Dok?" tanya Raja dengan nada khawatir.


Sang dokter memandang iba ke arah keluarga pasien. Menghela nafas berat, lalu dengan berat hati harus menyampaikan hasil visum.

__ADS_1


"Sebelumnya saya turut berduka atas musibah yang menimpa putri kecil, Ibu dan Bapak. Bapak dan Ibu harus kuat dan tegar agar si putri kecil tidak larut dalam kesedihannya, karena memiliki orang tua yang kuat dan tegar. Baiklah, saya akan menjelaskan hasil visumnya, terdapat robekan selebar dua sentimeter dan luka sedalam enam sentimeter. Berdasarkan pemeriksaan, sepertinya pelaku memasukkan jari tengahnya ke dalam k*lamin putri Anda berdua. Tidak ada luka lainnya, namun, semua korban pelecehan tak terkecuali tua dan muda, pria dan wanita, pasti mengalami depresi, mungkin luka fisik bisa sembuh, tetapi, luka batin akan sangat sulit."


"Saya akan meminta bantuan psikolog handal yang rumah sakit kami miliki untuk membantu pemulihan mental putri Anda."


Sang dokter menjelaskan panjang lebar dengan hati-hati, Laila sedari tadi beristighfar, dadanya terasa sesak, dunianya seolah runtuh.


"Apa ibu dan Bapak punya musuh? Berdasarkan, pengalaman saya sebagai dokter yang menangani korban pelecehan atau kekerasan $eksual, biasanya pelaku adalah musuh korban, atau musuh dari keluarga korban, bisa jadi pelaku adalah orang asing. Tapi, kemungkinan orang asing hanya 15% dari 100%. Paling miris, pelaku juga bisa berasal dari orang terdekat, bahkan yang sedarah pun bisa menjadi pelaku!"


Sang dokter menatap lekat Raja dan Laila. Sontak wajah keduanya menegang, mereka berdua hanya punya satu musuh yaitu mantan suami Laila.


Apa jangan-jangan Diko yang menjadi dalang semua ini?


Raja mengepalkan tangannya erat.


"Tolong jaga Istriku, aku keluar sebentar!" titah Raja dengan nada dingin.


*


*


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2