
Saat tiba di supermarket, Haikal segera memilih barang apa saja yang ia butuhkan selama sebulan. Siska hanya bisa diam saja dan berjalan di samping suaminya.
Wanita itu berusaha menahan diri untuk tak ikut campur, maklum saja naluriah seorang istri sangatlah kental. Dia ingin membantu suaminya memilih.
"Sabun sudah, shampoo, odol juga sudah … apalagi yang belum yah," gumam Haikal pelan.
"Conditioner dan pomade, Pak," tambah Siska membuat Haikal menoleh ke arahnya.
Pria tampan itu tersenyum cerah. Tangannya terulur mengelus kepala Siska yang dilapisi oleh hijab. Sontak saja pipi wanita itu bersemu.
"Eh maaf, saya tidak sengaja," ujar Haikal dengan mimik merasa bersalah.
Siska menundukkan pandangannya. Wanita itu tersenyum malu-malu di balik cadar.
"Tidak apa-apa, Pak," lirih Siska pelan.
"Berarti boleh saya elus lagi, dong. Kalau tidak apa-apa!" Haikal menggoda Siska membuat wanita itu langsung menjaga jarak dari Haikal.
"Jangan mendekat! Kita bukan muhrim," balas Siska dengan nada galak membuat Haikal hampir tertawa lepas.
Pria itu hanya mampu geleng-geleng kepala. Semakin tak sabar dia membongkar jati diri istrinya. Setelah itu terjadi, dia akan membuat Siska tidak bisa lari darinya lagi.
"Awas saja kamu, Sayang," batin Haikal gemas dengan tingkah laku istrinya.
Keduanya pun kembali melanjutkan acara belanja mereka. Haikal berhenti di rak yang menjual pengaman burung nya agar tak lepas kendali saat terbang nanti.
"Kamu suka strawberry?" tanya Haikal pada Siska membuat wanita itu menganggukkan kepalanya polos.
Segera saja Haikal mengambil tiga pengaman rasa strawberry membuat Siska membulatkan matanya sempurna.
"K*ndom? Mas Haikal pake k*ndom? Untuk apa?"
__ADS_1
Berbagai tanda tanya keluar dalam benak Siska. Apakah suaminya bermain api di luar sana? Apakah Haikal suka jajan tidak jelas sekana dirinya tak ada?
Ya Allah … kalau benar, betapa hancurnya hati Siska.
"Hey, kenapa bengong di sana? Saya mau bayar ke meja kasir," tegur Haikal yang sudah berjalan beberapa langkah dari Siska.
Lamunan wanita itu buyar, matanya berkaca-kaca. Dia segera melanjutkan langkahnya. Haikal pun membayar semua barang yang ia beli.
"Terima kasih, Pak." Sang kasir tersenyum manis ke arah Haikal membuat Siska berdecak kesal dalam hati.
"Hemm." Haikal hanya berdehem datar lalu keluar dari sana.
*
*
"Untuk apa bapak beli k*ndom?" Siska tak bisa menahan diri untuk bertanya saat sudah sampai di rumah.
Haikal yang mendengarnya pun tersenyum penuh arti. Dapat dia pastikan wajah Siska di balik cadar pasti merah padam karena menahan amarah dan rasa cemburu buta nya.
Sedangkan Haikal membawa satu kantong lainnya.
Siska berjalan sangat cepat menuju kamar Haikal.
"Kamu seperti tuan rumah saja, karena tahu di mana letak kamar saya, tanpa saya beri tahu!" ucap Haikal membuat tubuh Siska membeku.
Wanita itu tak tahu harus menjawab apalagi. Segera saja Siska berdehem pelan guna menormalkan kegugupan nya.
"Saya tadi di bawa Reihan, keliling rumah ini, Pak. Makanya saya tahu letak kamar bapak."
Siska berbohong membuat Haikal tersenyum tipis.
__ADS_1
"Istri cengeng ku sudah pandai berbohong rupanya. Awas saja, sebentar lagi kamu akan mendapatkan hukuman karena berani berbohong, Sayang," batin Haikal menyeringai kejam.
"Oh."
Haikal segera membuka kunci kamarnya. Pintu terbuka, membuat Haikal mempersilahkan Siska masuk.
Ragu-ragu wanita itu masuk ke dalam kamar yang pernah ia tempati itu. Rasa haru dan rindu menyerang hatinya, di lihatnya foto-foto pernikahan nya dengan Haikal masih terpajang di dinding.
Klek.
Haikal mengunci pintu kamar membuat Siska langsung menoleh ke belakang.
Namun …
"Assalamualaikum, istriku Siska Larasati binti Ja'far!" sapa Haikal tersenyum penuh kemenangan lalu menarik cadar Siska hingga terlepas.
Degg.
*
,
Komentar 100 langsung colek author di Ig Balqis7850 yah … biar author up lagi.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salam Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
*
__ADS_1
Rekomendasi author yang bagus banget ceritanya.