Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
S2 : Perdebatan Laila Dan Raja


__ADS_3

Guys, bantu follow IG author Balqis7850, di sana kakak semua bisa cerita tentang permasalahan hidup masing-masing, siapa tahu author bisa angkat jadi kisah novel. ❤️🥰🌹🙏😘


*


*


Pengajian telah selesai, Raja dan Risky pun keluar dari masjid. Banyak anak-anak yang menyapa Risky, tampaknya mereka semua anak-anak yang sangat baik.


"Ky, gimana? Jadi, makan bersama di rumah kamu?" tanya Mamat anaknya pak Asep, teman baik Risky.


Laila sangat bersyukur bisa menjadi salah satu warga dari desa itu. Sejahat jahat nya mereka tidak sampai mengganggu anak-anaknya. Semua anak kecil sangat baik terhadap Riska dan Risky.


"Kayaknya nggak jadi, Mat. Soalnya aku mau kenalin Paman Raja ke Bunda ku. Rencananya Paman Raja juga mau main ke rumahku!" celetuk Risky polos membuat Mamat dan anak-anak lainnya senyam-senyum sendiri.


"Cie cie … jangan-jangan paman ini calon ayah baru kamu ya, Ky? Hihi … enak dong. Nanti kamu dan Riska punya ayah, terus nanti di acara 17 Agustus, bisa ikut lomba panjat pinang bareng ayah kami semua!" goda Mamat membuat Risky tersenyum malu.


Raja yang mendengarnya pun tak sanggup menahan senyumnya. Mungkin menjadi ayah angkat Risky dia mau, tetapi, untuk panjang pinang. Ahh … rasanya pinggang Raja langsung ngilu. Padahal, baru mendengarnya saja.


"Udah ah, aku mau pulang dulu ya! Kasihan bunda dan Riska pasti capek nungguin aku di gerbang masjid." Risky berpamitan pada teman-teman nya.


"Oke, Ky. Malam Jum'at depan saja kita makan bersama di rumahmu yah." Mamat berkata dengan nada ceria. Risky pun menganggukkan kepalanya.


Anak kecil itu segera beranjak dari sana, dia menggandeng tangan kanan Raja, sedangkan tangan kirinya digunakan untuk memegang nasi kotak.


"Mana bunda kamu, Bang?" tanya Raja sudah akrab dengan Risky dan memanggil bocah ini 'Abang'.

__ADS_1


Risky celingukan mencari ibu dan adiknya. Dia pun berhasil menemukan dua wanita yang amat sangat ia cintai itu berada di dekat gerbang masjid.


"Itu dia, Paman."


Risky pun mengandeng tangan Raja. Pria dewasa itu melihat punggung seorang wanita tampak sedang berbicara dengan Riska.


Saat sudah dekat, barulah Risky memanggil ibunya dan membuat wanita dewasa itu langsung menoleh ke arah mereka.


"Bunda!" panggil Risky kencang dengan nada ceria.


Tubuh Raja bergetar melihat sosok wanita masa lalunya, berada tepat di hadapannya. Tampaknya kedua insan itu sama-sama terkejut dengan pertemuan pertama mereka setelah beberapa tahun.


"Laila," lirih Raja pelan.


"Dia," gumam Laila tak kalah pelan dari suara Raja.


"Paman Raja!" pekik Riska segera memeluk kaki pria itu. Membuat kesadaran Raja dan Laila kembali.


Laila berhasil menguasai dirinya. Emosi wanita itu hampir meledak-ledak, tetapi sekuat mungkin ia tahan, karena mereka sedang berada di tempat umum. Tidak ingin membuat keributan di sana.


"Abang, Adek, menjauh dari pria itu!" desis Laila dengan suara pelan penuh penekanan.


Sontak saja Riska dan Risky terkejut mendengarnya. Suara sang ibu memberi perintah kali ini tampak berbeda dari biasanya. Mereka tidak tahu di mana letak masalah nya, sampai-sampai raut wajah sang ibu tampak merah menahan amarah.


"Tapi, Bunda! Paman Raja bukan orang jahat!" bantah Riska tak rela menjauh dari pria yang memberikan kenyamanan baginya.

__ADS_1


"Bunda, bilang menjauh dari pria itu! Apa kalian mendengar nya?" sentak Laila lepas kendali membuat beberapa jamaah yang masih menunggu jemputan di sana langsung mengalihkan atensi ke arahnya.


Mereka sangat terkejut mendengar suara Laila tampak membentak anak kembarnya, setahu mereka Laila merupakan perempuan lemah lembut.


Raja yang menyaksikan nya pun tak suka dengan sikap Laila yang tega membentak anak-anak.


"Bisakah kamu berbicara lembut dengan anak-anakmu? Bagaimana bisa seorang ibu sangat kasar seperti mu?" cemooh Raja termakan emosi sebab tak suka dengan sikap Laila.


Mata Riska dan Risky berkaca-kaca, bibir mereka bergetar menahan tangis. Seumur hidup baru kali ini sang ibu membentak mereka.


Kembali lagi pada Laila yang tampak semakin emosi mendengar cemoohan Raja.


Enak sekali pria sialan itu mencemooh Laila?


Kalau Laila kasar pada anak-anaknya, lantas, bagaimana dengan Raja yang berbicara buruk tentang anak-anaknya saat berada dalam kandungan?


"Hey, Anda diam?! Pria baj*ngan seperti Anda tidak layak mencemooh saya?! Karena kelakuan Anda lebih buruk dari saya!" sentak Laila dengan nada sarkas nya.


*


*


Greget nggak bab ini? Hiks … apa ceritanya jelek? Makanya yang komentar sedikit? 😔


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


__ADS_2