
Suara klakson mobil berbunyi membuat keduanya terhenyak. Mereka mengalihkan atensi ke depan dan sudah terparkir mobil Pajero sport di sana.
Wajah Risky berbinar melihat sang ayah dan sang ibu yang datang menjemput.
"Ayah, Bunda!" teriak Risky bahagia berlari ke arah mobil dengan semangat. Sedangkan, Riska memilih berjalan pelan.
"Ssstt, sakit," lirihnya pelan menahan tangisnya agar tak pecah.
Di sisi lain, Laila mengerutkan keningnya saat melihat cara berjalan putrinya sangatlah berbeda. Seperti wanita yang baru saja … ah tidak mungkin. Laila mengenyahkan pikiran buruk itu. Meski tak dipungkiri hatinya resah dan gelisah.
Segera dia turun dari mobil lalu menghampiri putrinya yang berjalan pelan.
"Sayang," panggil Laila lembut membuat Riska langsung memeluk erat tubuh ibunya.
"Bunda, hiks … huwaa!" tangis Riska pecah dalam pelukan ibunya membuat Raja yang tidak berniat turun dari mobil terkejut.
Buru-buru dia turun dari mobil menghampiri istri dan anaknya. Begitupun Risky yang ikut mendekati ibu beserta adiknya.
Banyak orang-orang yang memperhatikan mereka. Laila mengelus punggung putrinya yang bergetar hebat.
Dada Laila terasa sangat sesak mendengar tangisan pilu putrinya. Hatinya berkata sesuatu yang buruk telah terjadi.
"Sayang, tenanglah … sekarang ada bunda yang bakal jaga, Adek. Kenapa hemm? Cerita sama, Bunda!"
Laila berusaha menenangkan putrinya. Mendengar pertanyaan sang ibu membuat Riska menggigit bibirnya kuat-kuat, dia tidak boleh membuat ibunya curiga, takut pada seseorang yang mengancamnya.
"Adek mau pulang! Hiks … adek ngantuk." Riska berbicara dengan suara tertahan dan tersendat-sendat.
Laila masih ingin bertanya, namun dia paham kondisi putrinya.
__ADS_1
"Iya, sekarang kita pulang!" balas Laila berjalan ke arah mobil seraya menggendong putrinya.
"Putri Ayah kenapa nangis?" tanya Raja setelah masuk ke dalam mobil.
Riska tidak menjawab. Dia hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu menyembunyikan wajahnya dalam pelukan sang ibu.
Laila menatap Raja dengan sorot mata penuh arti. Membuat pria itu sedikit banyak paham keresahan istrinya.
Saat sedang perjalanan, tiba-tiba Riska kebelet pipis. Raja memilih masuk ke SPBU sekalian isi bensin.
"Jangan lama-lama ya, Yank!" pinta Raja membuat Laila menganggukkan kepalanya.
Saat tiba di toilet SPBU, Laila menunggu di luar. Namun, tiba-tiba Riska memanggilnya.
"Bunda!"
"Iya, Dek." Sang ibu masuk ke dalam toilet. Dia terkejut melihat putrinya menangis lagi.
Dada Laila terasa sesak seperti di tusuk sembilu tajam. Tanpa harus Riska cerita, dia sudah tahu apa yang terjadi. Kekhawatiran nya tadi, ternyata bukanlah kebohongan.
Kegelisahan Laila dan Raja ternyata kode alam kalau putri mereka sedang tak baik-baik saja.
"Bunda sakit … hiks!" tangis Riska terdengar pilu.
Laila yang tak dapat menahan amarah dan perasaannya langsung menjerit seperti orang kerasukan seraya memukul dadanya yang terasa sesak.
Anak gadisnya dilecehkan.
"Akkkk!" jerit Laila penuh derita membuat orang-orang di SPBU terkejut.
__ADS_1
Raja yang mendengar suara tangis putrinya juga diiringi teriakan sang istri membuat pria itu kalang kabut.
Segera dia turun dari mobil lalu berlari ke toilet SPBU. Diikuti orang-orang sekitar yang penasaran.
"Sayang, hey … hey apa yang terjadi?" tanya Raja panik bercampur khawatir melihat istrinya terduduk di lantai toilet seraya menangis dan memukul dadanya dengan keras.
Sedangkan, Riska menangis tanpa suara. Wajahnya merah padam, karena menangis.
"Bunuh bajingan itu, Mas … Bu .. nuh… akkkk! Aku akan membunuhnya, aku akan membunuh dia yang telah melecehkan putri kita?!" teriak Laila menggelegar membuat jantung Raja nyaris berhenti berdetak.
Tangisan seorang ibu membuat orang-orang yang menyaksikannya terasa sakit. Mereka ikut menangis, sedikit banyak mereka paham akan apa yang terjadi.
"Putri kecil kita di lecehkan?" tanya Raja dengan suara serak lalu menoleh ke kanan melihat Riska yang menangis tanpa suara. Dia menurunkan pandangannya pada celana Riska yang terdapat darah kering di sana.
"Pak, Buk, segera bawa anak gadisnya ke rumah sakit untuk diobati lukanya. Lihatlah wajah anak gadis kalian memerah, karena menangis sekaligus menahan sakit!" titah seorang ibu memakai pakaian tukang sapu jalanan.
*
*
Sedangkan di sisi lain seorang wanita hidung pesek sedang menghirup narkoba. Dia merasa sangat senang, karena misinya berhasil.
"Anak itu pasti trauma … ha ha … salah sendiri siapa suruh mengusik hidupku, gara-gara mereka suamiku menceraikan ku dan membawa semua perhiasan ku," racau wanita itu seperti orang sakau.
*
*
Ini author angkat dari kisah nyata sekitar author. Bedanya yang melakukannya adalah tetangga, sengaja buat bab sadis seperti ini untuk mengingatkan ibu-ibu agar menjaga anak-anaknya, terkadang orang terdekat lebih berbahaya 🙏 Adik teman author yang berumur 8 tahun mengalaminya. Tapi, nggak sampai berdarah dan di tampar juga di ancam. Setelah 2 minggu kemudian barulah adiknya cerita karena keceplosan. Cuma nggak sampai bawa ke jalur hukum karena keluarga korban bukan orang berada. Apalagi dulu belum ada kekuatan viral.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️