
"Kau gila, huh?!" bentak Haikal mencekal kedua tangan Laila. Matanya melotot menatap wanita di hadapannya ini.
Entah apa yang ada dalam pikiran ibu hamil ini. Sehingga tega berniat menggugurkan anaknya sendiri, sedangkan Haikal sendiri sangat mengharapkan anak keduanya lahir dari rahim Siska.
Di luar sana banyak wanita pejuang garis dua. Lalu dengan mudahnya Laila ingin membunuh janin di dalam kandungan nya. Itu sangat tidak adil.
"Iya aku gila?! Aku gila, Mas! Gimana aku bisa waras saat aku hamil sendirian, tanpa suami, tanpa ayah dari anak ini!" teriak Laila kencang membuat Haikal terdiam sejenak.
Nafas Laila naik turun. Wanita itu menatap tajam Haikal dengan mata berair nya. Dia paling tahu bagaimana rasanya tumbuh tanpa orang tua.
"Kau bisa minta pertanggung jawaban dari ayah anak ini!" ujar Haikal membuat Laila tertawa. Padahal pria itu juga tahu kalau pria yang di maksud oleh Haikal tak mau mengakui anak yang di kandung oleh Laila. Bahkan, tak segan mengusir Laila dari kehidupan nya.
"Kalau dia mau, maka aku tidak akan ada di sini bersama mu, Mas." Laila menjawab dengan suara serak menahan tangis nya agar tak tumpah.
Haikal langsung terdiam. Pria itu mengepalkan tangannya erat. Dia sangat marah mendengarnya, tega sekali pria sialan itu pada anaknya sendiri.
"Jangan gugurkan anak ini! Dia tidak salah. Yang salah itu kamu karena bego jadi perempuan! Tidak bisa jaga diri dengan baik. But it's okay! Semua orang punya salah."
__ADS_1
Haikal mencengkram lembut pundak Laila. Sorot mata nya berubah menjadi lembut. Dia tidak bisa kasar menghadapi Laila yang sedang putus asa. Entah Mengapa melihat Laila saat ini, persis seperti istrinya yang dulu sebelum sholat tepat waktu.
Bawaan nya mau mati saja.
"Tugas kamu sekarang adalah rawat anak ini baik-baik. Karena dia cuma punya kamu dan kamu cuma punya dia! Mungkin Tuhan sengaja mengirimkan dia untukmu agar bisa menjadi teman hidup mu kelak."
Laila menangis haru mendengar nasehat dari Haikal. Wanita itu tidak menyangka kalau ada pria yang menyemangati nya seperti ini.
"Tapi, dia akan lahir tanpa ayah, Mas!" Laila berkata dengan nada lirih dan putus asa.
"Banyak kok anak yang lahir tanpa ayah di dunia ini dan mereka tumbuh menjadi anak yang sukses. Bukankah seorang ibu bisa menjadi ayah, tapi seorang ayah tidak bisa menjadi ibu karena ayah tidak bisa melahirkan!"
"Lalu bagaimana dengan biaya lahirannya, Mas? Bagaimana dengan biaya kehidupan nya? Aku ini hanya guru honorer," balas Laila dengan suara parau membuat Haikal menatap dalam bola matanya.
"Aku akan memberi nafkah untuk kamu dan anakmu. Jangan khawatir, selama aku hidup! Kamu dan anakmu tidak akan kelaparan! Tapi, maaf … untuk menjadi ayah sambung anakmu aku tidak bisa! Karena aku punya anak sendiri di rumah. Tapi, kalau untuk mengambil peran ayah dalam hal memberi nafkah lahir!"
"Aku bisa!"
__ADS_1
"Aku bisa menjadi ayah anakmu." Haikal berkata tegas bahwa dia bisa menjadi sosok ayah angkat (hanya memberi nafkah lahir).
"Tega kamu, Mas."
Degg.
Haikal dan Laila menoleh ke arah pintu kamar. Sudah ada seorang wanita cantik dengan perut buncit menatap penuh kecewa Haikal.
"Si-siska," panggil Haikal terkejut.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏