Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
Ada Apa Dengan Laila?


__ADS_3

"Tunggu dulu, Siska. Jangan salah paham dulu! Aku bisa jelasin nanti dan kita dengarkan dulu, kenapa dia telpon aku?" Haikal berkata dengan nada lembut berusaha menenangkan istrinya.


Benar, dia masih berhubungan dengan Laila. Tetapi, hanya sebatas teman biasa dan dia benar-benar membantu memenuhi kebutuhan Laila dan anaknya.


Haikal tak bisa diam saja, saat orang yang pernah ia kenal hidup susah. Di tambah Laila adalah janda yang memiliki dua anak.


Siska tak menjawab, dia hanya memasang ekspresi datar. Haikal menganggapnya sebagai jawaban. Segera dia menerima panggilan dari Laila, tak lupa dia mengeraskan suaranya agar sang istri tak berburuk sangka.


"Assalamualaikum, Laila! Ada apa kamu menelpon ku?" tanya Haikal datar.


[Mas, bisa tidak kamu bantu aku kirim uang 5 juta sekarang?]


Suara Laila terdengar serak, seperti orang yang sedang menangis. Dahi Haikal berkerut, baru tiga hari yang lalu dia memberi jatah bulanan untuk Laila sebanyak 2 juta setiap bulannya.


Mengapa sekarang wanita itu minta lagi? Tak seperti biasanya, apa yang sebenarnya terjadi?


Sedangkan Siska yang tadinya cemburu pun merasa khawatir dalam hati, mendengar suara Laila.


"Bukannya kemarin aku baru kasih kamu jatah bulanan? Kenapa sekarang minta lagi? Buat apa?" Haikal bertanya dengan penuh rasa penasaran.


[Risky, Mas. Dia … dia … hiks! Demam tinggi tiga hari yang lalu, kemarin karena demamnya tidak turun aku bawa dia ke spesialis anak, tapi kata dokter Risky harus di rawat inap, Mas! Uang yang Mas kasih kemarin aku pakai buat biaya penginapan dan perawatan Risky.]

__ADS_1


Suara Laila terdengar serak dan tersirat kepanikan, ibu dua anak itu sangat ketakutan di seberang sana.


Haikal dan Siska mendengarnya pun terkejut. Rasa cemburu dalam hati Siska tiba-tiba menghilang begitu saja, tergantikan rasa iba dan khawatir. Bagaimanapun dia juga seorang ibu.


"Ya sudah aku kirim sekarang. Kamu ada di rumah sakit mana?" tanya Haikal serius.


[Rumah sakit X swasta, Mas. Kemarin sebenarnya aku berencana bawa Risky ke rumah sakit umum, tapi pelayanan nya lama. Jadi, terpaksa aku bawa Risky ke sini. Aku takut dia kenapa-kenapa, Mas.]


"Oke-oke, kalau begitu kamu tunggu di sana ya! Aku juga akan datang untuk melihat keadaan Rizky!" balas Haikal cepat dengan nada tegas.


Laila di seberang sana menangis haru. Dia berterima kasih pada Haikal, karena kebaikan pria itu sangatlah banyak. Pria itu amat berjasa dalam kehidupan Laila.


[Terima kasih, Mas. Semoga istri kamu segera kembali dan kalian bisa hidup bahagia. Assalamualaikum]


Siska yang melihatnya pun tak marah. Baginya rasa cemburu harus di letakkan pada tempat yang benar. Mendengar doa Laila sebelum menutup telepon tadi membuat Siska tersadar. Kalau bukan dirinya dan Haikal saja yang telah berubah.


Laila juga.


"Berapa usia kandungan anak Laila, Mas?" tanya Siska penasaran.


"Hampir sebaya dengan Beby. Tapi, sepertinya dia lebih tua sebulan atau dua bulan kalau tidak salah!" jawab Haikal ambigu.

__ADS_1


Setelah berhasil mengirimkan uang. Haikal menoleh ke arah istrinya, dia ingin mengajak sang istri untuk bertemu dengan Laila. Dia juga kasihan pada Risky kecil. Terbayang bagaimana kalau Reihan atau Beby yang berada di posisi anak malang itu.


"Kamu mau ikut aku untuk menjenguk anak Laila? Di sana nanti kamu bisa melihat bagaimana keadaan Laila dan anaknya yang sebenarnya. Aku yakin setelah melihat mereka, kamu tidak akan cemburu lagi padanya. Apalagi kalau sampai kamu mendengar apa yang telah ia alami selama ini!" ajak Haikal serius menatap dalam bola mata istrinya.


Siska pun menganggukkan kepalanya. Dia setuju, bagaimanapun Laila hanya masa lalu, dan dia sangat ingin berdamai dengan masa lalunya.


"Kita pergi sekarang saja, Mas. Mumpung Beby juga sudah tidur!" ujar Siska seraya melepaskan dada nya dari mulut sang putri.


Gleg.


Haikal menelan ludahnya saat melihat p*ncak dada Siska yang memerah dan mengambang.


"Semakin padat dan montok," batin Haikal berpikiran m*sum.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


__ADS_2